Menu

Mode Gelap
Nina Septiana Nugroho, Konsisten Dukung FORWAN Optimalisasi Layanan Pelabuhan, Kemenhub Hibahkan Aset BMN ke Pemkab Mamuju KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel Aceh Dihadapkan Dua Krisis: Banjir Meluas dan Sorotan Pelanggaran Moral di Media Sosial Ini Respon Kemenhub Terkait Info Rencana Pemberian Akses Overflight Pesawat Militer Asing  PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan Bongkar Muat Bijih Timah di Tanjung Pandan

RAGAM

Sawah Nosar Bertahan di Tengah Banjir Bandang Aceh Tengah

badge-check


 Sawah Nosar Bertahan di Tengah Banjir Bandang Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans, ACEH TENGAH — Banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, menyisakan luka sekaligus harapan. Di Desa Nosar—yang mencakup Kampung Bamil Nosar, Bale Nosar, dan Mude Nosar—sebanyak 123 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa terdampak langsung. Kebun dan tanaman hortikultura rusak parah. Namun, sebagian area persawahan masih menyisakan peluang untuk ditanami padi.

Di tengah kondisi pascabencana itu, Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Aceh Tengah bersama PT Bio Energi Rimba menginisiasi demplot optimalisasi lahan persawahan seluas 60 hektare di Kampung Mude Nosar. Program ini diharapkan menjadi tumpuan ketahanan pangan warga yang kehilangan sumber penghidupan lain.

Penasehat Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tengah Pengecekan Irigasi yang di sapu Banjir Bandang

Ketua Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah, Eka Saputra, ST, bersama jajaran pengurus, penasihat, dan anggota TMI, melakukan monitoring lahan pada pertengahan Januari 2026. Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Iwan Sejahtera, S.IP., M.Si, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina TMI Aceh Tengah.

Menurut Eka Saputra, dukungan pascabencana sangat menentukan keberhasilan pengolahan sawah. “Optimalisasi lahan persawahan harus menjadi perhatian khusus untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama di Kampung Nosar,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Dewan Pengurus Wilayah Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh. Ketua DPW Aceh, Cut Muhammad, menyampaikan bahwa PT Bio Energi Rimba telah menyalurkan bantuan berupa pupuk cair organik guna menunjang pengolahan lahan sawah yang terdampak banjir.

Sementara itu, Reje Kampung Mude Nosar, Sirwan Yoga, mengatakan masyarakat bergerak secara swadaya untuk memulihkan saluran air persawahan yang rusak akibat banjir. Penanaman padi yang semula direncanakan pada awal Desember 2025 terpaksa gagal akibat bencana.

“Yang sangat dibutuhkan petani saat ini adalah perbaikan irigasi, bantuan bibit, pupuk, serta alat dan mesin pertanian seperti traktor agar pengolahan sawah bisa segera dilakukan,” kata Sirwan.

Ketua Kelompok bersama Ketua Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah

Ketua Kelompok bersama Ketua Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah

Melalui Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah, para petani menitipkan harapan agar pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian segera turun tangan. Mereka berharap bantuan dapat direalisasikan secepatnya.

Bagi warga Kampung Nosar, sawah kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup. Setelah masa tanggap darurat berakhir, hasil persawahan diharapkan mampu menopang ketahanan pangan keluarga, di tengah kebun dan tanaman hortikultura yang telah hancur diterpa bencana hidrometeorologi.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aceh Dihadapkan Dua Krisis: Banjir Meluas dan Sorotan Pelanggaran Moral di Media Sosial

13 April 2026 - 19:00 WIB

Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji

13 April 2026 - 17:02 WIB

Dari Silaturahmi ke Strategi: FORWAN Mulai Bangun Arah Baru Organisasi

13 April 2026 - 09:33 WIB

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

11 April 2026 - 12:28 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di ANJUNGAN