Menu ✖

Mode Gelap
Perlindungan Pantura Jawa tidak Hanya Mengandalkan Giant Sea Wall   KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Wasda DPRD Jawa Barat di Jonggol, H. Fikri Hudi Oktiarwan Serap Aspirasi Pengurus DKM tentang Keagamaan dan Persoalan Sosial Sasar 1.115 Penerima Manfaat, ASDP Luncurkan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

SUMBER DAYA

Siswa MTs Pati Kehilangan Dua Jarinya, Diduga Karena Perundungan

badge-check


 Siswa MTs Pati Kehilangan Dua Jarinya, Diduga Karena Perundungan Perbesar

Wartatran.com, JAWA TENGAH — Diduga karena perundungan, seorang siswa MTs Wangunrejo di kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Jawa Tengah kehilangan dua jari tangan kiri. Kasus ini dilaporkan ke Polresta Pati. Korban berinisial A telah dimintai keterangan pada Ahad (2/8/2026).

Kuasa hukum korban Catur Andi Cahyono menerangkan kronologinya. Kejadian bermula pada Senin (27/7/2026) saat korban dan tiga terduga pelaku saling ejek nama orang tua. Giat saling sindir ini berujung keributan dan membuat celaka.

“Saling ejek. Kami tidak tahu siapa yang memulai,” kata Catur. Pengacara dari LBH Garda Muda Nusantara lebih lanjut menjelaskan bahwa korban lari dari kejaran terduga tiga pelaku. Sudah sampai ke dalam kelas untuk mencari perlindungan, para pelaku masih mengejar dan melakukan penganiayaan.

Korban kembali melarikan diri dengan memanjat pagar besi setinggi dua meter. Dua jari tangan kirinya sampai terjepit hingga putus dan satu lainnya retak. Saat korban terjepit, terduga tiga pelaku ada di tempat kejadian tapi tidak melakukan pertolongan.

Keluarga korban menduga, A yang masih kelas VII dianiaya tiga seniornya kelas IX saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Madrasah. Berdasar hal tersebut, pihak keluarga menegaskan tidak akan menempuh jalur perdamaian. Dengan kata lain, proses hukum tetap berjalan.

Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari terduga tiga pelaku. Sedangkan Kepala Madrasah MTs Mangunreja, Syafii membantah adanya unsur bullying dalam kejadian tersebut. Menurutnya, semua merupakan kecelakaan saat jam istirahat. “Tidak terjadi perundungan,” kata Syafii.*** (Aditiya WP)

Baca Lainnya

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak

8 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026

8 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Trending di ANJUNGAN