Menu

Mode Gelap
Kasus keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 10 Siswa Masih Dirawat dan Trauma Siswa MTs Pati Kehilangan Dua Jarinya, Diduga Karena Perundungan Siap – Siap, Pertengahan Agustus 2026 Indonesia Hujan Meteor Perseid TISI Luncurkan Antologi Puisi Dwi Bahasa “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku”, Octavianus Masheka: Bahasa Daerah Bagian dari Sejarah Perjuangan Kemerdekaan BRIN: Rel Tua 120 Tahun Rangkasbitung-Labuan Direaktivasi KKP Proyeksikan Tambak Udang Terintegrasi Sumba Timur Hasilkan Rp4 Triliun per Tahun

SUMBER DAYA

Siswa MTs Pati Kehilangan Dua Jarinya, Diduga Karena Perundungan

badge-check


 Siswa MTs Pati Kehilangan Dua Jarinya, Diduga Karena Perundungan Perbesar

Wartatran.com, JAWA TENGAH — Diduga karena perundungan, seorang siswa MTs Wangunrejo di kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Jawa Tengah kehilangan dua jari tangan kiri. Kasus ini dilaporkan ke Polresta Pati. Korban berinisial A telah dimintai keterangan pada Ahad (2/8/2026).

Kuasa hukum korban Catur Andi Cahyono menerangkan kronologinya. Kejadian bermula pada Senin (27/7/2026) saat korban dan tiga terduga pelaku saling ejek nama orang tua. Giat saling sindir ini berujung keributan dan membuat celaka.

“Saling ejek. Kami tidak tahu siapa yang memulai,” kata Catur. Pengacara dari LBH Garda Muda Nusantara lebih lanjut menjelaskan bahwa korban lari dari kejaran terduga tiga pelaku. Sudah sampai ke dalam kelas untuk mencari perlindungan, para pelaku masih mengejar dan melakukan penganiayaan.

Korban kembali melarikan diri dengan memanjat pagar besi setinggi dua meter. Dua jari tangan kirinya sampai terjepit hingga putus dan satu lainnya retak. Saat korban terjepit, terduga tiga pelaku ada di tempat kejadian tapi tidak melakukan pertolongan.

Keluarga korban menduga, A yang masih kelas VII dianiaya tiga seniornya kelas IX saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Madrasah. Berdasar hal tersebut, pihak keluarga menegaskan tidak akan menempuh jalur perdamaian. Dengan kata lain, proses hukum tetap berjalan.

Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari terduga tiga pelaku. Sedangkan Kepala Madrasah MTs Mangunreja, Syafii membantah adanya unsur bullying dalam kejadian tersebut. Menurutnya, semua merupakan kecelakaan saat jam istirahat. “Tidak terjadi perundungan,” kata Syafii.*** (Aditiya WP)

Baca Lainnya

Kasus keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 10 Siswa Masih Dirawat dan Trauma

3 Agustus 2026 - 10:11 WIB

EAZI Percepat Layanan Logistik Nasional, Terminal Teluk Lamong Sabet Radar Surabaya Awards 2026

2 Agustus 2026 - 22:53 WIB

KKP Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Sumba Timur, Serap 7.000 Tenaga Kerja

2 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok

2 Agustus 2026 - 12:38 WIB

DAMRI Siapkan Layanan ke Kalianda, Perkuat Konektivitas Lampung Selatan

2 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Pelindo Regional 4 Bangun Kolaborasi Lewat Program Break The Silo

2 Agustus 2026 - 12:27 WIB

Kemenhub Gelar Tes Narkoba Personel Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

2 Agustus 2026 - 06:10 WIB

Kinerja Positif Semester I 2026, Laba Bersih FIF Rp2,37 Triliun

1 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Bersama Danantara, IDSurvey Akselerasi Transformasi Menjadi Perusahaan TIC Berkelas Dunia

31 Juli 2026 - 22:48 WIB

Peduli Nelayan Pesisir, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Bagikan 1.040 Paket Sembako Lewat NPEA Berbagi 2026

31 Juli 2026 - 22:28 WIB

Trending di RAGAM