Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy Harap Penguatan Fasilitas Kesehatan di Simpul Transportasi Perayaan Hari Raya Nyepi, ASDP Hentikan Penyeberangan di Lintas Jawa-Bali-Lombok 18-19 Maret STIP Mantapkan Langkah jadi World Class Maritime Institute 30% Tiket Diskon PELNI Sudah Terjual hingga Hari ini Bupati Fadia Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Berkembang Mitos Ini di Pekalongan Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah

Uncategorized

Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur

badge-check


 Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Jalur kereta api lintas selatan Jawa selalu menjadi kebanggaan bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Panorama alam Priangan Timur dengan hamparan sawah hijau, lengkung perbukitan yang memikat, dan latar Gunung Mandalawangi menghadirkan pengalaman perjalanan yang mengesankan bagi pelanggan.

Di tengah keindahan itu terdapat sebuah titik favorit bagi pecinta kereta api dan wisatawan, yaitu Tikungan Besar Kadungora yang berada di antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Leles. Pemandangan kereta yang meliuk saat melintasi jalur menanjak ini menjadi momen istimewa yang dapat dinikmati pelanggan yang berangkat dari Bandung menuju Yogyakarta atau Surabaya, terutama pada perjalanan pagi hingga sore hari.

“Tikungan Besar Kadungora dikenal sebagai salah satu tikungan kereta api terindah di Indonesia. Banyak pelanggan mengabadikan momen ketika kereta melintas di lengkungan itu. Keindahan tersebut hadir berkat dedikasi petugas yang bekerja di medan sulit. Salah satu titik penjaga keandalan itu adalah Stasiun Lebakjero, stasiun kecil dengan fungsi yang sangat penting bagi keselamatan perjalanan,” ujar VP Public Relations KAI Anne Purba, Sabtu (22/11/2025).

Stasiun Lebakjero merupakan aset bersejarah yang dibuka pada tahun 1921 oleh Staatsspoorwegen sebagai bagian dari jalur Bandung menuju Banjar. Lokasinya berada di tengah kawasan perbukitan dengan kontur terjal dan lembah yang curam. Sejak awal pengoperasian, stasiun ini memegang peran penting dalam mengatur perjalanan kereta api yang melintasi terowongan dan jembatan di wilayah Priangan Timur. Hingga kini bangunan stasiun tetap mempertahankan arsitektur klasik sehingga sering menjadi pilihan latar foto bagi pecinta sejarah dan penyuka suasana vintage.

Walaupun saat ini Stasiun Lebakjero tidak lagi melayani naik turun penumpang yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan KA Ekonomi Lokal Cibatu, fungsi stasiun ini justru semakin vital. Lebakjero menjadi titik persilangan kereta, pusat pengaturan sinyal, dan penjaga ritme perjalanan di jalur selatan yang memiliki tantangan geografis tinggi. Para petugas di stasiun ini bekerja memastikan setiap kereta melintas dengan aman, terutama ketika cuaca di wilayah pegunungan berubah secara cepat.

Dedikasi sumber daya manusia di Lebakjero selalu menjadi kisah yang jarang muncul ke permukaan namun memiliki peran besar bagi keselamatan pelanggan. Mereka bekerja dalam suasana sunyi dan jauh dari pusat aktivitas kota. Setiap hari mereka memastikan sinyal berfungsi, jalur rel dalam kondisi aman, serta lingkungan sekitar tetap terkendali selama dua puluh empat jam penuh. Ketangguhan mereka menjadikan perjalanan para pelanggan tetap nyaman ketika menikmati keindahan Tikungan Besar Kadungora yang terkenal itu.

KAI menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan petugas yang bertugas di stasiun terpencil seperti Lebakjero. Sejumlah fasilitas pendukung berupa rumah singgah telah dibangun di beberapa wilayah terpencil termasuk di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang. Fasilitas ini memberikan ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi petugas sehingga kesiapan fisik dan mental mereka terjaga saat menjalankan tugas operasional yang kritis.

Perawatan fasilitas di Stasiun Lebakjero difokuskan pada fungsi teknis yang mendukung keselamatan operasional. Sistem sinyal, rel, dan perangkat pemberhentian darurat menjadi prioritas utama dalam perawatan rutin. Prinsip ini sejalan dengan nilai dasar KAI yang menempatkan keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas tertinggi.

“Stasiun Lebakjero berdiri sebagai simbol ketangguhan KAI. Di tengah Lembah Mandalawangi petugas kami menjaga denyut perjalanan kereta api dengan sepenuh hati. Keindahan alam yang mengelilinginya menjadi saksi dari kerja keras dan dedikasi yang tidak pernah surut. Stasiun ini mungkin kecil namun perannya sangat besar dalam memastikan setiap perjalanan tetap aman dan lancar. Di situlah nilai yang membuat Lebakjero memiliki tempat istimewa bagi kami,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Rantai Pasok Jelang Lebaran, KAI Catat 42.405 Ton Angkutan Retail

4 Maret 2026 - 14:00 WIB

Qariah Tunanetra Kalbar Raih Juara Nasional PTQ RRI

4 Maret 2026 - 10:08 WIB

Cecep (Tangerang) Terhenti di Top 21 Aksi 2026

2 Maret 2026 - 17:09 WIB

Tadarus Puisi HSBI: Merawat Kata di Bulan Luka

2 Maret 2026 - 11:48 WIB

Proliga 2026 Pekan ke 8 Sentul, Melengkapi Tim Peraih Tiket Final Four 

2 Maret 2026 - 04:35 WIB

Bangga Jadi WNI, Swara Reiki January Pilih Kembali ke Merah Putih Usai Raih Gelar Sarjana di London

26 Februari 2026 - 17:30 WIB

KAI Services Tambah 1.765 Personel untuk Dukung Angkutan Lebaran 2026

26 Februari 2026 - 12:20 WIB

KNPI Jabar Dorong Konsolidasi Internal Lewat Musda KNPI Kabupaten Bogor

25 Februari 2026 - 02:49 WIB

Proliga 2026 Pekan ke 7 Sentul, Siapa Saja Tim Peraih Tiket Final Four ?

23 Februari 2026 - 17:11 WIB

Menagih “Manis di Bibir” Bupati Lucky Hakim: Antara Retorika Audit Dana Desa, Tata Ruang, Banjir, dan Realita Pelantikan Kuwu

19 Februari 2026 - 16:15 WIB

Trending di RAGAM