Menu

Mode Gelap
Minat Kereta Priority Melonjak 88 Persen, Jadi Pilihan Keluarga untuk Liburan Sekolah KA Siliwangi Makin Diminati, Angkut 680 Ribu Penumpang dalam Lima Bulan dengan Tarif Mulai Rp2.000 Ekspor Lampung Bergeliat, Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs KAI: Jangan Terburu-buru di Perlintasan Kereta Saat Libur Sekolah, Berhenti Sejenak Bisa Selamatkan Nyawa PNM dan Mandiri Taspen Dorong Kemandirian Difabel Lewat Pelatihan Operator Jahit Sepatu di Brebes Soekarno-Hatta Dibidik Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia pada 2029

Uncategorized

Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur

badge-check


 Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Jalur kereta api lintas selatan Jawa selalu menjadi kebanggaan bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Panorama alam Priangan Timur dengan hamparan sawah hijau, lengkung perbukitan yang memikat, dan latar Gunung Mandalawangi menghadirkan pengalaman perjalanan yang mengesankan bagi pelanggan.

Di tengah keindahan itu terdapat sebuah titik favorit bagi pecinta kereta api dan wisatawan, yaitu Tikungan Besar Kadungora yang berada di antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Leles. Pemandangan kereta yang meliuk saat melintasi jalur menanjak ini menjadi momen istimewa yang dapat dinikmati pelanggan yang berangkat dari Bandung menuju Yogyakarta atau Surabaya, terutama pada perjalanan pagi hingga sore hari.

“Tikungan Besar Kadungora dikenal sebagai salah satu tikungan kereta api terindah di Indonesia. Banyak pelanggan mengabadikan momen ketika kereta melintas di lengkungan itu. Keindahan tersebut hadir berkat dedikasi petugas yang bekerja di medan sulit. Salah satu titik penjaga keandalan itu adalah Stasiun Lebakjero, stasiun kecil dengan fungsi yang sangat penting bagi keselamatan perjalanan,” ujar VP Public Relations KAI Anne Purba, Sabtu (22/11/2025).

Stasiun Lebakjero merupakan aset bersejarah yang dibuka pada tahun 1921 oleh Staatsspoorwegen sebagai bagian dari jalur Bandung menuju Banjar. Lokasinya berada di tengah kawasan perbukitan dengan kontur terjal dan lembah yang curam. Sejak awal pengoperasian, stasiun ini memegang peran penting dalam mengatur perjalanan kereta api yang melintasi terowongan dan jembatan di wilayah Priangan Timur. Hingga kini bangunan stasiun tetap mempertahankan arsitektur klasik sehingga sering menjadi pilihan latar foto bagi pecinta sejarah dan penyuka suasana vintage.

Walaupun saat ini Stasiun Lebakjero tidak lagi melayani naik turun penumpang yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan KA Ekonomi Lokal Cibatu, fungsi stasiun ini justru semakin vital. Lebakjero menjadi titik persilangan kereta, pusat pengaturan sinyal, dan penjaga ritme perjalanan di jalur selatan yang memiliki tantangan geografis tinggi. Para petugas di stasiun ini bekerja memastikan setiap kereta melintas dengan aman, terutama ketika cuaca di wilayah pegunungan berubah secara cepat.

Dedikasi sumber daya manusia di Lebakjero selalu menjadi kisah yang jarang muncul ke permukaan namun memiliki peran besar bagi keselamatan pelanggan. Mereka bekerja dalam suasana sunyi dan jauh dari pusat aktivitas kota. Setiap hari mereka memastikan sinyal berfungsi, jalur rel dalam kondisi aman, serta lingkungan sekitar tetap terkendali selama dua puluh empat jam penuh. Ketangguhan mereka menjadikan perjalanan para pelanggan tetap nyaman ketika menikmati keindahan Tikungan Besar Kadungora yang terkenal itu.

KAI menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan petugas yang bertugas di stasiun terpencil seperti Lebakjero. Sejumlah fasilitas pendukung berupa rumah singgah telah dibangun di beberapa wilayah terpencil termasuk di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang. Fasilitas ini memberikan ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi petugas sehingga kesiapan fisik dan mental mereka terjaga saat menjalankan tugas operasional yang kritis.

Perawatan fasilitas di Stasiun Lebakjero difokuskan pada fungsi teknis yang mendukung keselamatan operasional. Sistem sinyal, rel, dan perangkat pemberhentian darurat menjadi prioritas utama dalam perawatan rutin. Prinsip ini sejalan dengan nilai dasar KAI yang menempatkan keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas tertinggi.

“Stasiun Lebakjero berdiri sebagai simbol ketangguhan KAI. Di tengah Lembah Mandalawangi petugas kami menjaga denyut perjalanan kereta api dengan sepenuh hati. Keindahan alam yang mengelilinginya menjadi saksi dari kerja keras dan dedikasi yang tidak pernah surut. Stasiun ini mungkin kecil namun perannya sangat besar dalam memastikan setiap perjalanan tetap aman dan lancar. Di situlah nilai yang membuat Lebakjero memiliki tempat istimewa bagi kami,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KA Siliwangi Makin Diminati, Angkut 680 Ribu Penumpang dalam Lima Bulan dengan Tarif Mulai Rp2.000

25 Juni 2026 - 22:48 WIB

4 Emas di Nagoya 2026: Target Realistis atau Bukti Mundur Indonesia ikuti Asian Games? 

24 Juni 2026 - 19:51 WIB

Kemenhub Tegaskan Komitmen Perlindungan dan Penguatan Daya Saing Pelaut

24 Juni 2026 - 07:56 WIB

Gapasdap Sebut Perlunya Pembenahan Sistem Tarif Angkutan Penyeberangan

24 Juni 2026 - 07:44 WIB

PNM dan Danantara Perluas Dampak Pemberdayaan, Jangkau 23,1 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro

23 Juni 2026 - 22:39 WIB

Bisnis Jersey Persija Tembus Rp100 Miliar, Ekosistem Liga Jalan di Tempat

23 Juni 2026 - 00:18 WIB

Peserta dan Undangan PPN XIV Tiba di Bandara Iskandar Muda, Disambut Hangat Panitia

22 Juni 2026 - 14:36 WIB

Pergi ke Kebun, Pulang Rumah Tinggal Abu: Kisah Pilu Keluarga Amri di Paya Tumpi

21 Juni 2026 - 23:28 WIB

Insentif 50% Pajak Film DKI: Murah di Tiket, Rapuh di Layar

21 Juni 2026 - 21:02 WIB

Ketua DPP dan DPW Sulawesi Bersatu Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Jalan Alauddin 3

21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Trending di Uncategorized