Menu

Mode Gelap
Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

Uncategorized

Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur

badge-check


 Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Jalur kereta api lintas selatan Jawa selalu menjadi kebanggaan bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Panorama alam Priangan Timur dengan hamparan sawah hijau, lengkung perbukitan yang memikat, dan latar Gunung Mandalawangi menghadirkan pengalaman perjalanan yang mengesankan bagi pelanggan.

Di tengah keindahan itu terdapat sebuah titik favorit bagi pecinta kereta api dan wisatawan, yaitu Tikungan Besar Kadungora yang berada di antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Leles. Pemandangan kereta yang meliuk saat melintasi jalur menanjak ini menjadi momen istimewa yang dapat dinikmati pelanggan yang berangkat dari Bandung menuju Yogyakarta atau Surabaya, terutama pada perjalanan pagi hingga sore hari.

“Tikungan Besar Kadungora dikenal sebagai salah satu tikungan kereta api terindah di Indonesia. Banyak pelanggan mengabadikan momen ketika kereta melintas di lengkungan itu. Keindahan tersebut hadir berkat dedikasi petugas yang bekerja di medan sulit. Salah satu titik penjaga keandalan itu adalah Stasiun Lebakjero, stasiun kecil dengan fungsi yang sangat penting bagi keselamatan perjalanan,” ujar VP Public Relations KAI Anne Purba, Sabtu (22/11/2025).

Stasiun Lebakjero merupakan aset bersejarah yang dibuka pada tahun 1921 oleh Staatsspoorwegen sebagai bagian dari jalur Bandung menuju Banjar. Lokasinya berada di tengah kawasan perbukitan dengan kontur terjal dan lembah yang curam. Sejak awal pengoperasian, stasiun ini memegang peran penting dalam mengatur perjalanan kereta api yang melintasi terowongan dan jembatan di wilayah Priangan Timur. Hingga kini bangunan stasiun tetap mempertahankan arsitektur klasik sehingga sering menjadi pilihan latar foto bagi pecinta sejarah dan penyuka suasana vintage.

Walaupun saat ini Stasiun Lebakjero tidak lagi melayani naik turun penumpang yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan KA Ekonomi Lokal Cibatu, fungsi stasiun ini justru semakin vital. Lebakjero menjadi titik persilangan kereta, pusat pengaturan sinyal, dan penjaga ritme perjalanan di jalur selatan yang memiliki tantangan geografis tinggi. Para petugas di stasiun ini bekerja memastikan setiap kereta melintas dengan aman, terutama ketika cuaca di wilayah pegunungan berubah secara cepat.

Dedikasi sumber daya manusia di Lebakjero selalu menjadi kisah yang jarang muncul ke permukaan namun memiliki peran besar bagi keselamatan pelanggan. Mereka bekerja dalam suasana sunyi dan jauh dari pusat aktivitas kota. Setiap hari mereka memastikan sinyal berfungsi, jalur rel dalam kondisi aman, serta lingkungan sekitar tetap terkendali selama dua puluh empat jam penuh. Ketangguhan mereka menjadikan perjalanan para pelanggan tetap nyaman ketika menikmati keindahan Tikungan Besar Kadungora yang terkenal itu.

KAI menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan petugas yang bertugas di stasiun terpencil seperti Lebakjero. Sejumlah fasilitas pendukung berupa rumah singgah telah dibangun di beberapa wilayah terpencil termasuk di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang. Fasilitas ini memberikan ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi petugas sehingga kesiapan fisik dan mental mereka terjaga saat menjalankan tugas operasional yang kritis.

Perawatan fasilitas di Stasiun Lebakjero difokuskan pada fungsi teknis yang mendukung keselamatan operasional. Sistem sinyal, rel, dan perangkat pemberhentian darurat menjadi prioritas utama dalam perawatan rutin. Prinsip ini sejalan dengan nilai dasar KAI yang menempatkan keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas tertinggi.

“Stasiun Lebakjero berdiri sebagai simbol ketangguhan KAI. Di tengah Lembah Mandalawangi petugas kami menjaga denyut perjalanan kereta api dengan sepenuh hati. Keindahan alam yang mengelilinginya menjadi saksi dari kerja keras dan dedikasi yang tidak pernah surut. Stasiun ini mungkin kecil namun perannya sangat besar dalam memastikan setiap perjalanan tetap aman dan lancar. Di situlah nilai yang membuat Lebakjero memiliki tempat istimewa bagi kami,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bachtiar Firdaus: Relawan PKS Wajib Penuhi Persyaratan Organisasi, Termasuk Tidak Terlibat Perilaku LGBT

13 Juli 2026 - 18:32 WIB

Titiek Soeharto Apresiasi BUBK Kebumen, Produksi Udang Siklus ke-8 Diproyeksi Capai 254,5 Ton

12 Juli 2026 - 19:58 WIB

TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani

10 Juli 2026 - 03:49 WIB

KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas

8 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kebijakan Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Belum Berpihak pada Transportasi Massal

30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Akhirnya Dunia Usaha Ekonomi Kreatif Cilacap Punya Payung Hukum

29 Juni 2026 - 13:10 WIB

Lima Hari Terkatung di Jalan, Penumpang Bus Putra Pelangi Keluhkan Armada Sering Mogok 

29 Juni 2026 - 13:03 WIB

Puisi Menemukan Realitasnya di Aceh, Ahmadun: Satu Pekan PPN XIV Terasa Kurang

28 Juni 2026 - 22:33 WIB

Alwashliyah Gandeng ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, MoU Disiapkan di Muktamar XXIII

27 Juni 2026 - 10:15 WIB

Tiket Diskon Kereta 30 Persen Masih Tersedia, KAI Ajak Masyarakat Manfaatkan Libur Sekolah

27 Juni 2026 - 04:56 WIB

Trending di Uncategorized