Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026 Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

Uncategorized

Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur

badge-check


 Stasiun Lebakjero: Ketangguhan Petugas di Balik Keindahan Jalur Rel Kereta Terindah Priangan Timur Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Jalur kereta api lintas selatan Jawa selalu menjadi kebanggaan bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Panorama alam Priangan Timur dengan hamparan sawah hijau, lengkung perbukitan yang memikat, dan latar Gunung Mandalawangi menghadirkan pengalaman perjalanan yang mengesankan bagi pelanggan.

Di tengah keindahan itu terdapat sebuah titik favorit bagi pecinta kereta api dan wisatawan, yaitu Tikungan Besar Kadungora yang berada di antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Leles. Pemandangan kereta yang meliuk saat melintasi jalur menanjak ini menjadi momen istimewa yang dapat dinikmati pelanggan yang berangkat dari Bandung menuju Yogyakarta atau Surabaya, terutama pada perjalanan pagi hingga sore hari.

“Tikungan Besar Kadungora dikenal sebagai salah satu tikungan kereta api terindah di Indonesia. Banyak pelanggan mengabadikan momen ketika kereta melintas di lengkungan itu. Keindahan tersebut hadir berkat dedikasi petugas yang bekerja di medan sulit. Salah satu titik penjaga keandalan itu adalah Stasiun Lebakjero, stasiun kecil dengan fungsi yang sangat penting bagi keselamatan perjalanan,” ujar VP Public Relations KAI Anne Purba, Sabtu (22/11/2025).

Stasiun Lebakjero merupakan aset bersejarah yang dibuka pada tahun 1921 oleh Staatsspoorwegen sebagai bagian dari jalur Bandung menuju Banjar. Lokasinya berada di tengah kawasan perbukitan dengan kontur terjal dan lembah yang curam. Sejak awal pengoperasian, stasiun ini memegang peran penting dalam mengatur perjalanan kereta api yang melintasi terowongan dan jembatan di wilayah Priangan Timur. Hingga kini bangunan stasiun tetap mempertahankan arsitektur klasik sehingga sering menjadi pilihan latar foto bagi pecinta sejarah dan penyuka suasana vintage.

Walaupun saat ini Stasiun Lebakjero tidak lagi melayani naik turun penumpang yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan KA Ekonomi Lokal Cibatu, fungsi stasiun ini justru semakin vital. Lebakjero menjadi titik persilangan kereta, pusat pengaturan sinyal, dan penjaga ritme perjalanan di jalur selatan yang memiliki tantangan geografis tinggi. Para petugas di stasiun ini bekerja memastikan setiap kereta melintas dengan aman, terutama ketika cuaca di wilayah pegunungan berubah secara cepat.

Dedikasi sumber daya manusia di Lebakjero selalu menjadi kisah yang jarang muncul ke permukaan namun memiliki peran besar bagi keselamatan pelanggan. Mereka bekerja dalam suasana sunyi dan jauh dari pusat aktivitas kota. Setiap hari mereka memastikan sinyal berfungsi, jalur rel dalam kondisi aman, serta lingkungan sekitar tetap terkendali selama dua puluh empat jam penuh. Ketangguhan mereka menjadikan perjalanan para pelanggan tetap nyaman ketika menikmati keindahan Tikungan Besar Kadungora yang terkenal itu.

KAI menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan petugas yang bertugas di stasiun terpencil seperti Lebakjero. Sejumlah fasilitas pendukung berupa rumah singgah telah dibangun di beberapa wilayah terpencil termasuk di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang. Fasilitas ini memberikan ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi petugas sehingga kesiapan fisik dan mental mereka terjaga saat menjalankan tugas operasional yang kritis.

Perawatan fasilitas di Stasiun Lebakjero difokuskan pada fungsi teknis yang mendukung keselamatan operasional. Sistem sinyal, rel, dan perangkat pemberhentian darurat menjadi prioritas utama dalam perawatan rutin. Prinsip ini sejalan dengan nilai dasar KAI yang menempatkan keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas tertinggi.

“Stasiun Lebakjero berdiri sebagai simbol ketangguhan KAI. Di tengah Lembah Mandalawangi petugas kami menjaga denyut perjalanan kereta api dengan sepenuh hati. Keindahan alam yang mengelilinginya menjadi saksi dari kerja keras dan dedikasi yang tidak pernah surut. Stasiun ini mungkin kecil namun perannya sangat besar dalam memastikan setiap perjalanan tetap aman dan lancar. Di situlah nilai yang membuat Lebakjero memiliki tempat istimewa bagi kami,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah

21 September 2026 - 21:53 WIB

Trending di Uncategorized