Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

PERON

Volume Penumpang KA Banyuwangi-Malang-Purwokerto Meningkat Selama Libur Nataru 2025/2026

badge-check


 Volume Penumpang KA Banyuwangi-Malang-Purwokerto Meningkat Selama Libur Nataru 2025/2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan arus pelanggan pada relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Stasiun Ketapang menjadi salah satu titik tersibuk di wilayah timur Jawa dengan pertumbuhan penumpang naik sebesar 11 persen dan turun 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di wilayah Banyuwangi, Stasiun Ketapang melayani 25.605 pelanggan serta 28.041 pelanggan turun atau meningkat dibandingkan Nataru tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Stasiun Ketapang sebagai salah satu stasiun dengan volume pergerakan pelanggan tertinggi di wilayah timur Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan arus pelanggan selama Nataru mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan kereta api untuk perjalanan antarkota yang terjadwal dan digunakan masyarakat selama periode libur.

Selama Nataru 2025/2026, volume naik dan turun pelanggan Stasiun Ketapang tercatat sebagai tertinggi ketiga di Daop 9 Jember. Stasiun Jember melayani 67.743 pelanggan naik dan 63.765 pelanggan turun, disusul Stasiun Banyuwangi dengan 31.029 pelanggan naik dan 31.715 pelanggan turun. Posisi Ketapang dalam jajaran tersebut menggambarkan sebaran mobilitas pelanggan di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

Secara regional, selama periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026, Daop 8 Surabaya juga melayani 450.668 pelanggan atau meningkat 12 persen, Daop 9 Jember melayani 207.980 pelanggan atau meningkat 11 persen, dan Daop 5 Purwokerto melayani 322.780 pelanggan atau meningkat 17 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan perjalanan pelanggan yang terjadi secara merata pada wilayah yang terhubung dengan Banyuwangi, Malang, dan Purwokerto.

Di Daop 5 Purwokerto, peningkatan jumlah pelanggan juga tercermin pada layanan kereta api jarak jauh dengan volume tertinggi. Selama Nataru, KA Kutojaya Selatan melayani 15.053 pelanggan, disusul KA Serayu dengan 12.479 pelanggan, KA Kamandaka sebanyak 12.262 pelanggan, serta KA Sawunggalih dan KA Joglosemarkerto yang masing-masing melayani lebih dari 10 ribu pelanggan. Selain itu, KA Malioboro Ekspres melayani 8.971 pelanggan, memperkuat pergerakan pelanggan menuju wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Dari sisi layanan di Jawa Timur, relasi Banyuwangi–Malang dilayani sejumlah kereta api jarak jauh dengan tingkat keterisian yang tinggi. Pada relasi Malang–Jember–Ketapang, KA Ijen Ekspres melayani 1.629 pelanggan kelas eksekutif dan 4.956 pelanggan kelas ekonomi, sementara KA Tawang Alun melayani 10.004 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi 105 persen. Pada relasi Banyuwangi–Surabaya, KA Probowangi melayani 11.954 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi 104 persen, sedangkan KA Mutiara Timur dari Surabaya Pasarturi dan Surabaya Gubeng melayani total 13.130 pelanggan pada berbagai jadwal keberangkatan.

Pertumbuhan arus pelanggan tersebut turut dipengaruhi aktivitas wisata dan perjalanan keluarga. Dari Stasiun Ketapang, pelanggan melanjutkan perjalanan menuju destinasi pesisir dan bahari Banyuwangi seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater, serta kawasan perkotaan yang dikenal dengan ragam kuliner dan agenda pariwisata daerah. Di sisi lain, Malang dan Purwokerto menjadi tujuan perjalanan pelanggan menuju pusat pendidikan, kegiatan ekonomi, serta mobilitas regional.

Anne menambahkan bahwa pola perjalanan selama Nataru menunjukkan permintaan layanan pada relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto berpeluang terus tumbuh pada periode pasca Nataru, seiring berlanjutnya aktivitas masyarakat antardaerah.

Untuk mendukung perjalanan pelanggan, KAI mengoptimalkan layanan digital melalui Access by KAI yang memudahkan perencanaan perjalanan, pembelian tiket, pemantauan jadwal secara real time, serta akses informasi layanan.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000

15 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan

15 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR