Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

PERON

Volume Penumpang KA Banyuwangi-Malang-Purwokerto Meningkat Selama Libur Nataru 2025/2026

badge-check


 Volume Penumpang KA Banyuwangi-Malang-Purwokerto Meningkat Selama Libur Nataru 2025/2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan arus pelanggan pada relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Stasiun Ketapang menjadi salah satu titik tersibuk di wilayah timur Jawa dengan pertumbuhan penumpang naik sebesar 11 persen dan turun 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di wilayah Banyuwangi, Stasiun Ketapang melayani 25.605 pelanggan serta 28.041 pelanggan turun atau meningkat dibandingkan Nataru tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Stasiun Ketapang sebagai salah satu stasiun dengan volume pergerakan pelanggan tertinggi di wilayah timur Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan arus pelanggan selama Nataru mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan kereta api untuk perjalanan antarkota yang terjadwal dan digunakan masyarakat selama periode libur.

Selama Nataru 2025/2026, volume naik dan turun pelanggan Stasiun Ketapang tercatat sebagai tertinggi ketiga di Daop 9 Jember. Stasiun Jember melayani 67.743 pelanggan naik dan 63.765 pelanggan turun, disusul Stasiun Banyuwangi dengan 31.029 pelanggan naik dan 31.715 pelanggan turun. Posisi Ketapang dalam jajaran tersebut menggambarkan sebaran mobilitas pelanggan di kawasan tapal kuda Jawa Timur.

Secara regional, selama periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026, Daop 8 Surabaya juga melayani 450.668 pelanggan atau meningkat 12 persen, Daop 9 Jember melayani 207.980 pelanggan atau meningkat 11 persen, dan Daop 5 Purwokerto melayani 322.780 pelanggan atau meningkat 17 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan perjalanan pelanggan yang terjadi secara merata pada wilayah yang terhubung dengan Banyuwangi, Malang, dan Purwokerto.

Di Daop 5 Purwokerto, peningkatan jumlah pelanggan juga tercermin pada layanan kereta api jarak jauh dengan volume tertinggi. Selama Nataru, KA Kutojaya Selatan melayani 15.053 pelanggan, disusul KA Serayu dengan 12.479 pelanggan, KA Kamandaka sebanyak 12.262 pelanggan, serta KA Sawunggalih dan KA Joglosemarkerto yang masing-masing melayani lebih dari 10 ribu pelanggan. Selain itu, KA Malioboro Ekspres melayani 8.971 pelanggan, memperkuat pergerakan pelanggan menuju wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Dari sisi layanan di Jawa Timur, relasi Banyuwangi–Malang dilayani sejumlah kereta api jarak jauh dengan tingkat keterisian yang tinggi. Pada relasi Malang–Jember–Ketapang, KA Ijen Ekspres melayani 1.629 pelanggan kelas eksekutif dan 4.956 pelanggan kelas ekonomi, sementara KA Tawang Alun melayani 10.004 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi 105 persen. Pada relasi Banyuwangi–Surabaya, KA Probowangi melayani 11.954 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi 104 persen, sedangkan KA Mutiara Timur dari Surabaya Pasarturi dan Surabaya Gubeng melayani total 13.130 pelanggan pada berbagai jadwal keberangkatan.

Pertumbuhan arus pelanggan tersebut turut dipengaruhi aktivitas wisata dan perjalanan keluarga. Dari Stasiun Ketapang, pelanggan melanjutkan perjalanan menuju destinasi pesisir dan bahari Banyuwangi seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater, serta kawasan perkotaan yang dikenal dengan ragam kuliner dan agenda pariwisata daerah. Di sisi lain, Malang dan Purwokerto menjadi tujuan perjalanan pelanggan menuju pusat pendidikan, kegiatan ekonomi, serta mobilitas regional.

Anne menambahkan bahwa pola perjalanan selama Nataru menunjukkan permintaan layanan pada relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto berpeluang terus tumbuh pada periode pasca Nataru, seiring berlanjutnya aktivitas masyarakat antardaerah.

Untuk mendukung perjalanan pelanggan, KAI mengoptimalkan layanan digital melalui Access by KAI yang memudahkan perencanaan perjalanan, pembelian tiket, pemantauan jadwal secara real time, serta akses informasi layanan.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

2 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen

2 Juli 2026 - 15:46 WIB

KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026

2 Juli 2026 - 11:16 WIB

Dukung Transisi Energi, KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Seluruh Sarana Diesel

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen

1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

HUT ke-23 KAI Services, Program Reska Berbagi Salurkan Bingkisan untuk Pekerja di Jawa dan Sumatera

1 Juli 2026 - 15:27 WIB

KAI Ajak Masyarakat Ciptakan Identitas Baru Lewat IP Contest 2026, Pemenang Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta

30 Juni 2026 - 20:30 WIB

Stasiun JIS Disambut Antusias, Penumpang KRL Tembus 4.200 Orang dalam Sepekan

30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Trending di PERON