Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Kompetensi Petugas Keamanan untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster KAI Raih Dua Penghargaan CX100 2026, Peringkat ke-7 BUMN Terbaik dalam Pengalaman Pelanggan Diprotes Para Seniman, Seno Gumira Ajidarma Jelaskan Alasan Akademi Jakarta Tetapkan 25 Anggota DKJ, Bukan 30 Dialog FKSTIM, Akademi Jakarta dan Biro Hukum Buntu, Polemik Pemilihan Anggota DKJ Memanas

NASIONAL

Wapres Gibran Salurkan Bantuan Korban Bencana Di Cilacap

badge-check


 Wapres Gibran Salurkan Bantuan Korban Bencana Di Cilacap Perbesar

Wartatrans.com. CILACAP — Pemerintah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana tanah longsor, banjir dan pergerakan tanah di kabupaten Cilacap. Bantuan tersebut diserahkan oleh wakil presiden Gibran Rakabuming Raka dan telah diterima oleh jajaran pemerintah dan aparat setempat.

Kapolsek Majenang AKP Hadi Nugraha menyatakan bencana tanah longsor di desa Cibeunying kecamatan Majenang tersebut telah ditetapkan sebagai bencana nasional, karena itu dukungan logistik langsung dikirim untuk membantu warga terdampak.

“Dari Wakil Presiden bapak Gibran Rakabuming Raka memberi bantuan berupa sembako 300 paket, tas ransel 100 buah, buku tulis 300 buah, susu 5 dus, alat kebersihan 50 buah, Pampers berbagai ukuran masing-masing 2 dus, selimut 100 buah, dan makan siap saji 400 buah,” paparnya.

Masyarakat dan aparat serta tim SAR melakuan tabur bunga di lokasi worksite A1 dan B1

Hari itu juga bantuan langsung disalurkan kepada masyarakat terdampak dan telah koordinasi antara tim SAR gabungan dengan aparat desa desa sekitar terdampak.

“Agar bantuan tepat sasaran,” imbuh AKP Hadi Nugraha di posko SAR kecamatan Majenang.

Sementara itu, bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman mengkonfirmasi bahwa kegiatan operasi pencarian korban longsor pada Sabtu, (22/11) resmi ditutup. Penutupan didasarkan sesuai SOP pencarian SAR dan juga kesepakatan pihak keluarga korban. Hingga hari ke sepuluh ini masih terdapat korban hilang yakni Maisarah Salsabila (14) di lokasi worksite A1 dan Vani Hayati di worksite B1.

“Sudah ada surat pernyataan dari pihak keluarga korban akan keikhlasan sehingga dari situ kami selaku penanggungjawab operasi dan juga kepala daerah untuk menutup operasi SAR pada pukul 16.00 WIB,” terang bupati Cilacap.*** (Tyo/dbs)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Krisis Air Bersih Ganggu Pelayanan RSUD Fakfak, Jam Besuk Pasien Dihentikan Sementara

13 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster

13 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM