Menu

Mode Gelap
Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026

NASIONAL

Wapres Gibran Salurkan Bantuan Korban Bencana Di Cilacap

badge-check


 Wapres Gibran Salurkan Bantuan Korban Bencana Di Cilacap Perbesar

Wartatrans.com. CILACAP — Pemerintah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana tanah longsor, banjir dan pergerakan tanah di kabupaten Cilacap. Bantuan tersebut diserahkan oleh wakil presiden Gibran Rakabuming Raka dan telah diterima oleh jajaran pemerintah dan aparat setempat.

Kapolsek Majenang AKP Hadi Nugraha menyatakan bencana tanah longsor di desa Cibeunying kecamatan Majenang tersebut telah ditetapkan sebagai bencana nasional, karena itu dukungan logistik langsung dikirim untuk membantu warga terdampak.

“Dari Wakil Presiden bapak Gibran Rakabuming Raka memberi bantuan berupa sembako 300 paket, tas ransel 100 buah, buku tulis 300 buah, susu 5 dus, alat kebersihan 50 buah, Pampers berbagai ukuran masing-masing 2 dus, selimut 100 buah, dan makan siap saji 400 buah,” paparnya.

Masyarakat dan aparat serta tim SAR melakuan tabur bunga di lokasi worksite A1 dan B1

Hari itu juga bantuan langsung disalurkan kepada masyarakat terdampak dan telah koordinasi antara tim SAR gabungan dengan aparat desa desa sekitar terdampak.

“Agar bantuan tepat sasaran,” imbuh AKP Hadi Nugraha di posko SAR kecamatan Majenang.

Sementara itu, bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman mengkonfirmasi bahwa kegiatan operasi pencarian korban longsor pada Sabtu, (22/11) resmi ditutup. Penutupan didasarkan sesuai SOP pencarian SAR dan juga kesepakatan pihak keluarga korban. Hingga hari ke sepuluh ini masih terdapat korban hilang yakni Maisarah Salsabila (14) di lokasi worksite A1 dan Vani Hayati di worksite B1.

“Sudah ada surat pernyataan dari pihak keluarga korban akan keikhlasan sehingga dari situ kami selaku penanggungjawab operasi dan juga kepala daerah untuk menutup operasi SAR pada pukul 16.00 WIB,” terang bupati Cilacap.*** (Tyo/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN