Wartatrans.com, JAKARTA – Wow, Garuda Indonesia mencatatkan capaian kinerja operasional yang semakin solid dengan dinobatkan sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia untuk periode Maret 2026.
Hal itu berdasarkan laporan dari badan pemeringkatan indepenten tingkat ketepatan waktu maskapai global OAG Aviation Worldwide melalui platform OAG Flightview.

“Dalam laporan tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 97,9%, tertinggi di antara maskapai global,” jelas Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, Kamis (16/4/2026).
Dia mengatakan, capaian ini merupakan milestone penting dalam perjalanan transformasi kinerja Perusahaan, khususnya dalam memperkuat fondasi operasional yang semakin kompetitif dan konsisten.
“Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata. Ketepatan waktu merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya sebagai standar layanan yang konsisten kami hadirkan,” urainya.
Pencapaian tersebut menurutnya, tidak terlepas dari penguatan disiplin operasional di seluruh lini.
Mulai dari optimalisasi kesiapan armada, optimalisasi rotasi pesawat, hingga peningkatan koordinasi lintas fungsi dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan.
“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh insan Garuda Indonesia Group yang terus menjaga standar operasional secara disiplin, bahkan di tengah dinamika industri yang menantang. Kami akan terus menjaga momentum ini sebagai bagian dari langkah menuju fase turnaround yang lebih solid dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Thomas mengatakan, capaian ini semakin mempertegas posisi Garuda sebagai maskapai nasional yang kompetitif di tingkat global, sekaligus mencerminkan komitmen Perusahaan dalam menghadirkan layanan penerbangan yang aman, tepat waktu, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan yang semakik terpercaya.
Lebih lanjut, capaian ini merupakan langkah awal dari rangkaian transformasi berkelanjutan yang tengah dijalankan Perusahaan, sebagai fondasi untuk menghadirkan kinerja operasional yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing di tingkat global.
Berdasarkan metodologi yang digunakan oleh OAG Aviation Worldwide, perhitungan OTP didasarkan pada waktu kedatangan aktual pesawat di gate dibandingkan dengan jadwal yang ditetapkan.
Selain itu, data juga memperhitungkan keseluruhan penerbangan yang dioperasikan dengan persyaratan cakupan data minimal 80% dari total penerbangan terjadwal serta ambang batas minimum operasional untuk dapat masuk dalam pemeringkatan global. (omy)































