Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Kalimantan 49,29% Warga Jakarta Masuk MBT, Pramono Dorong Rusun Jadi Public Housing Kesehatan Gubernur Tak Ganggu Pemerintahan Aceh, Bima Arya: Tugas Berjalan Lewat Pendelegasian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

RAGAM

49,29% Warga Jakarta Masuk MBT, Pramono Dorong Rusun Jadi Public Housing

badge-check


 49,29% Warga Jakarta Masuk MBT, Pramono Dorong Rusun Jadi Public Housing Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sekitar 49,29 persen penduduk Jakarta berada dalam kelompok menengah transisi atau Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT), menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Angka tersebut menjadi dasar Pemprov DKI memperluas sasaran rumah susun dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ke skema perumahan publik atau public housing yang juga menjangkau MBT.

“Saat ini Jakarta menghadapi kesenjangan akses hunian, di mana sekitar 49,29 persen penduduk Jakarta berada pada kelompok menengah transisi atau masyarakat yang berpenghasilan tertentu,” kata Pramono dalam rapat paripurna DPRD DKI, Jumat (21/8/2026).

Perubahan itu dituangkan dalam Ranperda tentang Rumah Susun yang sekaligus menggantikan Perda DKI Nomor 1 Tahun 1991 tentang Rumah Susun. Aturan baru disiapkan untuk menyesuaikan kebijakan daerah dengan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun dan perubahan melalui UU Nomor 6 Tahun 2023.

MBT berada di atas batas MBR, tetapi daya belinya belum cukup menjangkau hunian komersial Jakarta. Perluasan sasaran membuat rusun tidak lagi hanya menjadi instrumen perlindungan bagi kelompok berpendapatan rendah.

Masalahnya, kebutuhan tersebut berhadapan dengan pasokan yang masih terbatas.

Data DPRKP DKI yang dikutip GoodStats mencatat 32.728 unit rumah susun tersebar di 43 lokasi pada 2025.

Ranperda mengarahkan rusun menjadi kawasan terpadu dengan sekolah, pasar, fasilitas layanan dan transportasi publik. Pengembangan juga diarahkan mengikuti prinsip Transit Oriented Development (TOD).

“Ranperda ini juga mengakomodasi pengembangan kawasan terpadu serta kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD),” ujar Pramono.

Keterbatasan lahan menjadi alasan Pemprov memasukkan Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV), terutama di kawasan padat dengan kepemilikan tanah terfragmentasi. Skema ini memungkinkan penataan vertikal dengan mempertahankan warga di lokasi asal.

Palmerah dan Tanah Tinggi menjadi contoh KTV yang telah direalisasikan. Namun, kajian STPN 2025 menemukan implementasinya belum sepenuhnya memenuhi ketentuan, antara lain terkait relokasi sementara dan penerbitan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS) sebagai hak individual.

Ketua Umum The Housing and Urban Development (HUD) Institute, lembaga kajian perumahan dan pembangunan perkotaan, Zulfi Syarif Koto, menilai pembangunan rusun membutuhkan pengawasan lintas pemerintah.

“Monitoring. Pertama, memang kebijakan. Rahbintur: pengarahan, pembinaan, dan pengaturan. Itu memang tanggung jawab dari Kementerian PKP,” kata Zulfi pada 7 Juli 2026. Rahbintur dalam konteks tersebut merujuk pada fungsi pengarahan, pembinaan, dan pengaturan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Sebelumnya, ahli tata kota dan permukiman ITB, Jehansyah Siregar, mendorong sistem penyediaan hunian publik yang lebih terstruktur.

“Public Housing Delivery System seperti ini yang seharusnya dibuat Kementerian Perumahan Rakyat. Pak Menteri tinggal menugaskan Perumnas dan Perumda untuk menjalankan program Aparsawa (apartemen sewa) tersebut,” kata Jehansyah pada 2 April 2026.

Dengan demikian, tantangan Ranperda bukan sekadar menambah jumlah rusun. Jika sasaran diperluas tanpa pasokan, pembiayaan dan kepastian hak yang memadai, public housing berisiko hanya berganti label tanpa cukup memperbesar akses hunian terjangkau di Jakarta. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Kesehatan Gubernur Tak Ganggu Pemerintahan Aceh, Bima Arya: Tugas Berjalan Lewat Pendelegasian

23 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kalimantan Makin Meluas, Presiden Prabowo Turun Tangan

23 Agustus 2026 - 05:56 WIB

Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung

22 Agustus 2026 - 21:40 WIB

IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

22 Agustus 2026 - 21:21 WIB

KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games

22 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Suluh Fajar Barakah di Reubee, Dewan Da’wah Pidie Tegaskan Larangan Tegas Perilaku Kaum Luth dalam Islam  

22 Agustus 2026 - 17:23 WIB

KPK Tetapkan Enam Tersangka Dugaan Korupsi Unsoed Dengan Tiga Klaster

22 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bocil-Bocil Jago Skate Unjuk Trik di Ajang KAI Commuter Skate Games, Perebutkan Hadiah Rp17 Juta

22 Agustus 2026 - 16:07 WIB

KAI Services Naik Kelas, Raih Corporate Entrepreneurial Marketing Award 2026

22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

KAI Gelar Groundbreaking Hunian Manggarai, Dekatkan Tempat Tinggal dengan Transportasi Publik

21 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Trending di PERON