Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Aksi Jilid 4 di Mempawah: Bupati Teken Tuntutan, Massa Tetap Meragukan Komitmen

badge-check


 Aksi Jilid 4 di Mempawah: Bupati Teken Tuntutan, Massa Tetap Meragukan Komitmen Perbesar

Wartatrans.com, MEMPAWAH – Aksi demonstrasi penolakan pembangunan pendopo rumah dinas Bupati Mempawah kembali berlanjut. Selasa sore, 9 Desember 2025, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Bersatu menggelar aksi jilid keempat di halaman Kantor Bupati Mempawah.

Massa menuntut pembatalan pembangunan pendopo atau rumah dinas bupati senilai Rp15 miliar serta pengalihan anggaran ke sektor-sektor yang dinilai lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan, penanganan banjir, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Dalam aksi tersebut, Bupati Mempawah Erlina turun langsung menemui massa. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu menjadi sorotan, mengingat pada aksi-aksi sebelumnya tuntutan demonstran lebih banyak disampaikan melalui perwakilan pemerintah.

Di hadapan massa, Erlina bersama Ketua DPRD Mempawah dan perwakilan fraksi DPRD menandatangani surat pernyataan tuntutan yang dibacakan secara terbuka. Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyatakan bersedia tidak melaksanakan pembangunan pendopo senilai Rp15 miliar dan mengalihkan anggaran ke program prioritas masyarakat, serta memenuhi tuntutan terkait transparansi dan partisipasi publik.

Namun, suasana kembali memanas ketika Erlina menyampaikan bahwa penandatanganan tersebut belum bersifat final.

“Ini masih harus dipertimbangkan bersama tim Pemerintah Kabupaten Mempawah. Jadi, apa yang kami tandatangani ini belum legal,” ujar Erlina dari atas podium.

Pernyataan tersebut langsung disambut sorakan dan cemoohan massa. Erlina menegaskan bahwa setiap kebijakan anggaran tetap harus melalui mekanisme dan prosedur birokrasi yang berlaku.

Pada kesempatan itu, Erlina juga mempertanyakan alasan demonstran menyebut pembangunan pendopo tidak bersifat urgensi. “Di mana letak tidak urgensinya?” kata Erlina, yang kembali memicu reaksi keras dari peserta aksi.

Menurut Erlina, pendopo yang dipersoalkan bukan renovasi rumah dinas, melainkan pembangunan ruang publik yang direncanakan berdiri di kawasan eks Gedung DPRD Mempawah yang sudah lama terbengkalai. Ia menyebut bangunan tersebut dirancang sebagai fasilitas untuk kegiatan masyarakat sekaligus bagian dari penataan wajah kota.

Erlina juga menepis isu anggaran Rp22 miliar, dengan menyatakan bahwa nilai proyek yang direncanakan sebesar Rp15 miliar dan telah melalui kajian sejak tiga tahun lalu, namun tertunda akibat pandemi COVID-19.

Selain itu, Erlina memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Mempawah, mulai dari perbaikan layanan PDAM, rumah sakit yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo, hingga pelabuhan yang mendapat perhatian pemerintah pusat.

Namun pemaparan tersebut tidak meredakan ketegangan. Massa tetap menilai pembangunan pendopo tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur dasar yang masih bermasalah, terutama jalan rusak dan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.

Aksi demonstrasi jilid keempat ini pun berakhir tanpa kepastian waktu pelaksanaan tuntutan. Meski surat tuntutan telah ditandatangani, pernyataan pemerintah yang menyebut kesepakatan belum bersifat legal membuat massa meragukan komitmen realisasi hasil dialog tersebut.

Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Bersatu menyatakan akan terus mengawal hasil kesepakatan dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan tidak direalisasikan sesuai janji.*** (LonyenkRap)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM