Menu ✖

Mode Gelap
Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

PERISTIWA

Alun-Alun Bogor Berubah Jadi Panggung Peradaban: Seni Tradisi Menyapa Publik dengan Wajah Baru

badge-check


 Alun-Alun Bogor Berubah Jadi Panggung Peradaban: Seni Tradisi Menyapa Publik dengan Wajah Baru Perbesar

Wartatrans.com, KOTA BOGOR – Sabtu malam (20/12/2025) menjadi penanda penting bagi wajah baru ruang publik Kota Bogor. Alun-alun yang biasanya dipenuhi aktivitas santai warga, mendadak bertransformasi menjadi panggung kolosal seni tradisi saat Drama Tari Wayang “Srikandi Bhuana” dipentaskan di hadapan ribuan penonton dari berbagai kalangan.

Tanpa tiket, tanpa sekat sosial, dan tanpa batas usia, pertunjukan ini menghadirkan pengalaman budaya yang jarang dirasakan masyarakat kota: seni tradisi kelas besar yang bisa dinikmati langsung di jantung kota. Pementasan ini sekaligus menegaskan bahwa ruang publik bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga wahana edukasi dan peradaban.

Kemegahan tata cahaya, orkestrasi musik, serta koreografi tari yang memadukan pakem tradisi dengan pendekatan visual modern membuat banyak warga terpukau. Alun-alun Bogor pun seolah menjelma menjadi panggung nasional, mempertemukan warisan budaya dengan selera estetika generasi masa kini.

Pertunjukan ini merupakan bagian dari Evaluasi ke-55 Sanggar Seni Getar Pakuan, yang berkolaborasi dengan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 hasil sinergi akademisi ISBI Bandung, mahasiswa, dan praktisi seni lokal. Kolaborasi tersebut menghadirkan format pertunjukan wayang yang lebih komunikatif, tanpa menghilangkan nilai filosofisnya.

Bagi banyak penonton, pengalaman menyaksikan seni tradisi dalam skala besar di ruang terbuka menjadi sesuatu yang baru. Asep (45), warga Tanah Sareal, mengaku selama ini seni wayang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari.

“Biasanya kan nonton wayang itu di gedung atau acara tertentu. Ini beda. Di alun-alun, terbuka, dan kualitasnya luar biasa. Anak saya malah betah nonton sampai selesai,” ujarnya.

Respons serupa datang dari kalangan muda. Maya (21), mahasiswi asal Bogor, menyebut pertunjukan ini mengubah pandangannya terhadap seni tradisi.

“Wayang itu ternyata bisa sangat modern dan keren. Visualnya seperti pertunjukan internasional. Ini bikin kami yang muda jadi lebih bangga sama budaya sendiri,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor pun menilai kegiatan ini sebagai contoh ideal pemanfaatan ruang publik. Alun-alun tidak hanya menjadi simbol kota, tetapi juga ruang ekspresi yang hidup dan bermakna. Pesan yang ingin disampaikan jelas: modernitas kota tidak harus menanggalkan akar budayanya.

Lebih dari sekadar pertunjukan, “Srikandi Bhuana” menjadi bukti bahwa seni tradisi mampu beradaptasi, menjangkau publik luas, dan kembali relevan di tengah kehidupan urban. Malam itu, Bogor tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga merawat ingatan kolektif dan menanamkan kebanggaan budaya lintas generasi.

Alun-alun Kota Bogor pun mencatat sejarah baru—sebagai ruang di mana seni, masyarakat, dan masa depan bertemu dalam satu panggung kebudayaan.*** (Dul/KDR)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi

12 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Trending di RAGAM