Menu

Mode Gelap
Menteri PU Pastikan Daerah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Sudah Tidak Terisolir Lagi Green SM Perbesar Bisnis Fleet EV, 500 Limo Green Masuk Jakarta Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat Buntut OTT KPK Di Kantor ATR/BPN Cibinong , HPPMI Dan LIRA Gelar Syukuran Serta Potong Domba.  SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

ANJUNGAN

Antrean Padat Mengalir menuju Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Kerahkan Layanan Maksimal

badge-check


 Suasana di Pelabuhan Gilimanuk Perbesar

Suasana di Pelabuhan Gilimanuk

Wartatrans.com, GILIMANUK – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak meskipun antrean kendaraan terpantau padat pada periode Angkutan Lebaran 2026.

Kepadatan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang berupaya menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk–Ketapang serta Padangbai–Lembar dalam rangka Hari Raya Nyepi 18–20 Maret 2026.

Selain tingginya volume kendaraan menuju pelabuhan, kondisi antrean juga turut dipengaruhi dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk.

Termasuk aktivitas masyarakat di sejumlah titik layanan umum seperti area pengisian bahan bakar maupun fasilitas pendukung perjalanan lainnya.

Melalui berbagai langkah percepatan layanan, antrean kendaraan yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini mulai berangsur terurai dan terpantau padat mengalir dengan panjang antrean sekitar 20 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano menegaskan, perseroan mengerahkan seluruh kapasitas operasional guna mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.

“ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak. Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan,” tutur Yossi.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arif Eko mengatakan, bersama mitra di lapangan, berbagai rekayasa lalu lintas turut diberlakukan untuk membantu memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan.

“Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan,” ujar Arif.

Dari sisi operasional, lintasan Ketapang–Gilimanuk saat ini dijalankan dengan pola operasi sangat padat dengan mengerahkan 34 unit kapal untuk meningkatkan kapasitas layanan.

ASDP juga menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga yakni MB2, MB4, LCM, dan Bulusan.

“Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat,” ujar Arif.

76.495 Penumpang Menyeberang

Lonjakan mobilitas masyarakat terlihat dari data pergerakan penumpang dan kendaraan.

Pada periode 16 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB (H-5), tercatat sebanyak 76.495 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Angka ini meningkat 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 74.321 orang.

Untuk kendaraan, tercatat sebanyak 14.398 unit sepeda motor, 6.350 unit kendaraan roda empat, 1.339 unit truk, serta 938 unit bus menyeberang pada periode tersebut.

Secara total, jumlah kendaraan yang menyeberang pada H-5 mencapai 23.025 unit.

Sementara itu, secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 309.135 orang, meningkat 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 306.839 orang.

Adapun total kendaraan yang telah menyeberang pada periode yang sama tercatat sebanyak 97.787 unit, atau naik 2,8 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 95.080 unit.

Yossi menegaskan bahwa ASDP akan terus melakukan optimalisasi operasional bersama seluruh stakeholder agar arus kendaraan yang saat ini padat tetap dapat terurai secara bertahap.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ASDP terus berupaya menjaga layanan penyeberangan tetap aman, lancar, dan kondusif sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan dengan baik,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh

21 September 2026 - 10:12 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat

20 September 2026 - 16:34 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Kemenhub Pastikan Pemenuhan Santunan Asuransi Korban KMP Virgo Transport 8

20 September 2026 - 12:59 WIB

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

19 September 2026 - 19:25 WIB

KN Kunyit, KN Grantin P. 211 dan KN Miang Besar Optimalkan Dukungan Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8

19 September 2026 - 16:31 WIB

Kapal Garibaldi yang akan jadi KRI Sriwijaya Tiba, TNI AL Siapkan Organisasi dan Pangkalan

18 September 2026 - 16:55 WIB

Trending di ANJUNGAN