Menu ✖

Mode Gelap
Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026 Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977

BANDARA

ASHTAM Terkait Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau dan Gunung Ibu Diterbitkan AirNav

badge-check


 Bandara Soekarno-Hatta (BKIP-Kemenhub) Perbesar

Bandara Soekarno-Hatta (BKIP-Kemenhub)

Wartatrans.com, JAKARTA – AirNav Indonesia melalui International NOTAM Office menerbitkan ASHTAM VAWR3760 pada 7 September 2026 pukul 09.10 WIB terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta ASHTAM VAWR9818 pada pukul 08.20 WIB terkait aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

“Untuk Gunung Anak Krakatau, ASHTAM VAWR3760 menetapkan status peringatan Merah (Colour Code Red Alert), dengan sebaran abu vulkanik teridentifikasi hingga Flight Level 500 (FL500) atau sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 15 knot (sekitar 28 km/jam),” jelas EVP of Corporate Secretary
Hermana Soegijantoro.

Kemudian sebaran abu vulkanik pada ketinggian hingga Flight Level 150 (FL150) atau sekitar 15.000 kaki, bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot.

ASHTAM juga menyebutkan adanya abu vulkanik pada ketinggian tinggi yang telah terpisah dari sumber gunung berapi dan bergerak ke arah barat daya, yang diperkirakan akan menipis atau menghilang dalam waktu 12–18 jam.

Sementara itu, emisi abu vulkanik secara terus-menerus hingga FL150 bergerak ke arah barat.

“Kondisi tersebut berada dalam Flight Information Region (FIR) Jakarta atau wilayah informasi penerbangan Jakarta,” katanya.

Untuk bandara terdampak (affected aerodrome) maupun rute pelayanan lalu lintas penerbangan terdampak (affected ATS routes) menjadi prioritas perhatian dalam pengelolaan ruang udara yang dilakukan Airnav Indonesia.

Untuk Gunung Ibu, ASHTAM VAWR9818 menetapkan status peringatan Oranye (Colour Code Orange Alert). Berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik Gunung Ibu teridentifikasi hingga Flight Level 070 (FL070) atau sekitar 7.000 kaki dan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 10 knot (sekitar 19 km/jam).

“Laporan dari darat menunjukkan emisi abu vulkanik yang masih berlangsung (ongoing volcanic ash emissions),” ungkap dia.

Abu vulkanik teridentifikasi melalui citra satelit, namun pada pengamatan terbaru tertutup oleh awan meteorologis.

Aktivitas Gunung Ibu berada dalam FIR Ujung Pandang atau wilayah informasi penerbangan Ujung Pandang. Berdasarkan ASHTAM VAWR9818, tidak terdapat  bandara terdampak maupun rute penerbangan terdampak.

Untuk diketahui, ASHTAM merupakan informasi aeronautika khusus mengenai aktivitas gunung berapi dan abu vulkanik, yang diterbitkan untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan, ketinggian, dan pergerakan abu vulkanik, yang dapat memengaruhi ruang udara.

Informasi ini menjadi penting bagi pengguna ruang udara dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan penerbangan.

“AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan pergerakan abu vulkanik berdasarkan informasi yang diterima melalui mekanisme informasi aeronautika,” ujar Hermana.

Informasi tersebut menjadi bagian dari dasar pengelolaan ruang udara dan penyampaian informasi keselamatan penerbangan kepada pengguna ruang udara.

ASHTAM VAWR3760 terkait Gunung Anak Krakatau berlaku mulai 7 September 2026 pukul 09.10 WIB hingga 8 September 2026 pukul 09.10 WIB. Sementara ASHTAM VAWR9818 terkait Gunung Ibu berlaku mulai 7 September 2026 pukul 08.20 WIB hingga 8 September 2026 pukul 08.20 WIB. (omy)

 

Baca Lainnya

AirNav Bersama Malaysia Perkuat Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan

23 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Indonesia AirAsia Dukung Kebijakan Pemerintah, Libur Nataru Harga Tiket Domestik Turun Mulai dari 12%

23 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Asap Karhutla Meluas hingga NTT, Pengguna Jasa Agar Cek Status Penerbangan

23 Oktober 2026 - 08:03 WIB

TNI AU Uji Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Paspro

23 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Kemenpar: Penerbangan Shenzhen–Jakarta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok

22 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau

21 Oktober 2026 - 18:20 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dampak Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Keselamatan

20 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Trending di EKOBIS