Menu

Mode Gelap
KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer Cerita Bupati Madina Jumpa Mantan: Ada Bibik-bisik Soal Bandara, Pelabuhan dan BUMD? KAI Tambah Kapasitas Perjalanan KA untuk Penuhi Kebutuhan Mobilitas Pelanggan Kisah Perempuan Gaza: Dari Persiapan Perkawinan ke Medan Pertempuran  PELNI Pastikan Operasional Kapal Tetap Terjaga di tengah Erupsi GAK 4 Layanan Penerbangan Sudah Beralih ke Bandara Kertajati, Dampak Abu Vulkanik GAK

BANDARA

Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Masih Ditutup hingga 18.00 WIB

badge-check


 Suasana di Bandara Soetta Perbesar

Suasana di Bandara Soetta

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro menyampaikan, pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.

“Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) hari ini (7/9/2026) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB,” ungkap Hermana.

Adapun pembaruan statusnya sebagai berikut:
1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status Closed, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status Closed, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan,” katanya.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Seperti diketahui sebelumnya, penutupan bandara terdampak sebaran abu vulkanik itu hingga pukul 08.59, namun kembali diperpanjang. (omy)

 

Baca Lainnya

4 Layanan Penerbangan Sudah Beralih ke Bandara Kertajati, Dampak Abu Vulkanik GAK

7 September 2026 - 14:59 WIB

ASHTAM Terkait Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau dan Gunung Ibu Diterbitkan AirNav

7 September 2026 - 13:34 WIB

Sejumlah Bandara Masih Terdampak Abu Vulkanik GAK, Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif

7 September 2026 - 13:25 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau, AHY: Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Utama

7 September 2026 - 13:08 WIB

InJourney Airports Pastikan Penanganan Penumpang, Dampak Penutupan 4 Bandara Diperpanjang hingga 18.00 WIB

7 September 2026 - 09:58 WIB

Perpanjangan Waktu Tutup Bandara Dampak Erupsi, Menhub Dudy: Keselamatan Jadi Prioritas Utama

7 September 2026 - 06:30 WIB

Dampak Abu Vulkanik, 6 Bandara Masih Ditutup hingga 08.59 WIB

7 September 2026 - 06:25 WIB

Menhub Dudy: Hasil Monitoring, Penutupan Sementara 8 Bandara Diperpanjang Hingga 24.00 WIB

6 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Abu Anak Krakatau Tak Hilang Seketika, Ikatan Pilot Jelaskan Risiko Penerbangan

6 September 2026 - 20:55 WIB

InJourney Airports Siapkan Bus Gratis Bagi Penumpang ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya dari Bandara Soekarno-Hatta

6 September 2026 - 19:52 WIB

Trending di BANDARA