Wartatrans.com ACEH UTARA — Aktivis kemanusiaan, Mutia Sari, terus bergerak membantu korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Hingga hari ke-21 pascabencana hidrometeorologi, sejumlah warga di Desa Seuleumak, Kabupaten Aceh Utara, masih membutuhkan bantuan darurat.
Mutia mengatakan, saat ia bersama relawan yang juga melibatkan unsur TNI berada di lokasi, kondisi warga masih memprihatinkan. Sebanyak 38 kepala keluarga dari dua kampung yang bergabung masih terisolasi akibat dampak banjir.

“Mereka masih terisolir, terdiri dari 38 kepala keluarga dari dua kampung yang bergabung,” ujar Mutia, Rabu (17/12/2025).
Selain terisolasi, para korban bencana juga belum mendapatkan tenda darurat, meskipun rumah mereka dilaporkan hilang atau rusak berat akibat diterjang banjir.
“Belum ada tenda darurat, padahal rumah warga tersapu banjir,” tambahnya.

Rumah warga yang hilang disapu banjir.
Akses menuju lokasi korban pun masih sangat terbatas. Tim relawan harus menggunakan perahu dari wilayah Lubok Pusaka untuk mencapai Desa Seuleumak.
“Untuk menuju lokasi korban, kami harus menggunakan boat dari Lubok Pusaka,” jelas Mutia.
Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Mutia dan tim membawa berbagai bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan para korban.
Ia berharap penanganan bencana dapat segera dilakukan secara menyeluruh agar warga terdampak segera mendapatkan bantuan yang memadai.
“Semoga bencana ini bisa segera ditangani dan para korban segera mendapatkan bantuan,” tutup Mutia.***
(Jasa)









