Menu ✖

Mode Gelap
Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026 Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina BRSN DPP PKS Kunjungi Tiga Provinsi di Pulau Jawa, Perkuat Konsolidasi dan Program Join PKS Denny Sambangi PKS, Putusan MK dan MA Jadi Sorotan Baru dalam Desakan Pemakzulan Gibran

JALUR

Begini Operasional Angkutan Barang di Libur Lebaran 2026

badge-check


 Angkutan barang Perbesar

Angkutan barang

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026.

Pada SKB tersebut tertuang aturan pembatasan operasional angkutan barang.

SKB Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026; Kep/43/II/2026; 20/KPTS/Db/2026 ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Irjen Pol Agus Suryonugroho.

“Sama halnya seperti angkutan lebaran tahun lalu ataupun nataru kemarin, diprediksi akan ada lonjakan pergerakan masyarakat dan untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta meningkatkan aspek keselamatan jalan perlu ada pengaturan pada kendaraan – kendaraan logistik,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, pembatasan operasional angkutan barang pada masa angkutan lebaran diberlakukan secara kontinyu mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.

Pengaturan tersebut berlaku baik di jalan tol maupun jalan non tol atau arteri.

Pembatasan kendaraan angkutan barang berlaku bagi mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan.

“Distribusi barang tetap dapat dilakukan dengan kendaraan dengan dua sumbu terkecuali untuk barang – barang hasil galian seperti tanah, pasir, batu, hasil tambang, dan bahan bangunan seperti besi, semen dan kayu,” ungkapnya.

Kendaraaan angkutan barang yang dikecualikan dari pembatasan atau tetap bisa beroperasi dengan sumbu 3 ke atas yaitu yang mengangkut BBM/BBG, hewan ternak, pupuk, bantuan bencana alam, serta barang pokok.

Dengan syarat kendaraan yang digunakan tidak lebih muatan dan tidak lebih dimensi yang ditunjukkan dengan dokumen kontrak/perjanjian antara pemilik barang dengan pengusaha angkutan.

“Untuk kendaraan yang boleh beroperasi tetap harus dilengkapi dengan surat muatan dengan beberapa ketentuan yaitu diterbitkan pemilik barang yang diangkut, surat muatan yang berisi keterangan jenis barang, tujuan, dan nama serta alamat pemilik barang. Terakhir, ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri angkutan barang,” imbuh Dirjen Aan.

Adapun, ruas jalan tol yang diberlakukan pembatasan di antaranya :

1. Riau: Pekanbaru – Kandis – Dumai.

2. Jambi dan Sumatera Selatan: Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (segmen Bayung Lencir – Tempino – Simpang Ness).

3. Lampung dan Sumatera Selatan: Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung – Palembang.

4. DKI Jakarta – Banten: Jakarta – Tangerang – Merak.

5. DKI Jakarta:
a ) Prof. DR. Ir. Soedijatmo;
b) Jakarta Outer Ring Road I (JORR I); dan
c ) Dalam Kota Jakarta:
* Cawang – Tomang – Pluit; dan
* Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit).

6. DKI Jakarta dan Jawa Barat:
a) Jakarta – Bogor – Ciawi;
b) Ciawi – Cigombong – Cibadak;
c ) Bekasi – Cawang – Kampung Melayu; dan
d) Jakarta – Cikampek.

7 . Jawa Barat:
a ) Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi;
b) Cikampek – Palimanan – Kanci;
c) Jakarta – Cikampek II Selatan segmen Sadang – Setu (Fungsional);
d ) Cileunyi – Sumedang – Dawuan; dan
e ) Bogor Ring Road (BORR).

8. Jawa Barat – Jawa Tengah: Kanci – Pejagan.

9. Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta:
a) Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang;
b ) Krapyak – Jatingaleh, (Semarang);
c) Jatingaleh – Srondol, (Semarang);
d) Jatingaleh – Muktiharjo, (Semarang);
e ) Semarang – Solo – Ngawi;
f) Semarang – Demak (seksi Sayung – Demak);
g) Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura – Klaten – Prambanan);
h) Yogyakarta – Solo – NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan – Purwomartani) (Fungsional); dan
i) Yogyakarta – Bawen (Seksi Ambarawa – Bawen (Fungsional).

10. Jawa Timur:
a ) Ngawi – Kertosono;
b) Kertosono – Mojokerto;
c) Mojokerto – Surabaya;
d) Surabaya – Gempol;
e) Gempol – Pandaan – Malang;
f) Surabaya – Gresik;
g) Gempol – Pasuruan – Probolinggo; dan
h) Probolinggo – Banyuwangi (Seksi Gending – Kraksaan – SS Paiton – Besuki) (Fungsional).

Ruas jalan non tol yang diberlakukan pembatasan di antaranya:

1. Sumatera Utara:
a) Bts. Provinsi Aceh – Tanjung Pura – Stabat – Binjai – Medan – Lubuk Pakam – Sei Rampah;
b) Sei Rampah – Tebing Tinggi – Lima Puluh – Kisaran – Aek Kanopan – Rantauprapat – Kota Pinang – Bts Riau;
c) Medan – Berastagi; dan
d) Pematang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea – Balige.

2. Riau:
a ) Bts. Sumatera Utara/Riau – Pekanbaru – Bts Riau/Jambi; dan
b) Pekanbaru – Bangkinang Bts. Riau/Sumatera Barat.

3. Jambi dan Sumatera Barat:
a) Jambi – Tebo – Dharmasraya – Padang;
b) Padang – Bukit Tinggi – Bts. Riau/Sumatera Barat; dan
c ) Bts. Riau/Jambi – Jambi – Bts.
Jambi/Sumsel.

4. Jambi – Sumatera Selatan – Lampung:
a ) Bts. Jambi/Sumsel – Palembang – Bts.
Sumsel/ Lampung – Bujung Tenuk – Bandar Lampung – Bakauheni; dan
b) Bts. Jambi/Sumsel – Palembang – Bts.
Sumsel/ Lampung – Bujung Tenuk – Sukadana – Bakauheni.

5. DKI Jakarta – Banten: Jakarta – Tangerang – Serang – Cilegon – Merak.

6. Banten:
a ) Merak – Cilegon – Lingkar Selatan Cilegon – Anyer – Labuhan;
b) Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto; dan
c) Serang -Pandeglang – Labuhan.

7. OKI Jakarta – Jawa Barat: Jakarta – Bekasi – Cikampek – Pamanukan – Cirebon.

8. Jawa Barat:
a) Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar;
b) Nagreg – Kadungora – Leles – Garut;
c) Bandung -Sumedang -Majalengka – Cirebon;
d) Bogor -Ciawi -Sukabumi – Cianjur – Cipatat – Bandung;
e) Ciawi – Cisarua – Puncak – Cianjur;
f) Padalarang – Gadog – Bangkong -Cimahi;
g) Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon;
h) Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Jampang – Cianjur – Garut – Tasikmalaya – Pangandaran – Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat); dan
i) Subang – Lembang – Bandung.

9. Jawa Barat – Jawa Tengah: Cirebon – Brebes

10. Jawa Tengah :
a) Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang – Demak;
b) Pejagan – Tegal – Purwokerto;
c) Bawen – Magelang – Yogyakarta;
d) Solo – Klaten – Yogyakarta; dan
e) Semarang – Salatiga – Boyolali – Bawen – Magelang – Yogyakarta.

11. Jawa Tengah – Jawa Timur: Solo – Ngawi.

12. Yogyakarta:
a) Yogyakarta – Wates;
b) Yogyakarta – Sleman – Magelang;
c) Yogyakarta – Wonosari; dan
d) Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendels).

13. Jawa Timur:
a) Mantingan – Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi;
b) Probolinggo – Lumajang – Jember – Banyuwangi;
c) Pandaan – Malang;
d) Madiun – Caruban – Jombang; dan
e) Bulu – Lamongan – Gresik – Surabaya.

14. Bali:
a) Denpasar – Gilimanuk; dan
b) Nusa Dua – Denpasar.

15. Kalimantan Tengah:
a) Palangka Raya – Pulang Pisau – Kapuas – Bts. Kalimantan Selatan;
b) Palangka Raya – Sampit – Pangkalan Bun;
c) Buntok – Palangka Raya;
d) Tamiyang Layang – Bts. Kalimantan Selatan; dan
e) Sei Hanyo – Kuala Kurun – Bawan – Bukit Liti – Palangka Raya.

“Setiap momen-momen libur panjang kami selalu lakukan pengaturan dan diharapkan semua pihak dapat mencermati dan melaksanakan aturan pembatasan ini sebaik-baiknya,” ucap Dirjen Aan.

Bila berdasarkan hasil pengawasan, evaluasi dan koordinasi ditemukenali
pelanggaran, maka akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

BRI Life Dukung Literasi & Gerakan Road Safety di Kalangan Mahasiswa

30 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Menhub Dudy Dorong USABC Investasi di Sektor Transportasi

30 Oktober 2026 - 11:03 WIB

APGLI Ajak Pelaku Industri Angkutan Logistik Makin Ramah Lingkungan

30 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Saat Anak Hendak Bepergian, Share My Ride Grab Pilihan Tepat

30 Oktober 2026 - 08:54 WIB

3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru

28 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, DAMRI Mataram Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Tanam Pohon

28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan

28 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Begini Langkah Strategi Ditjen Hubdat Hadapi Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Pemerintah Usulkan Penerapan WFA di Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Trending di JALUR