Menu

Mode Gelap
KKP Proyeksikan Tambak Udang Terintegrasi Sumba Timur Hasilkan Rp4 Triliun per Tahun EAZI Percepat Layanan Logistik Nasional, Terminal Teluk Lamong Sabet Radar Surabaya Awards 2026 Sertifikat Laik Fungsi Jembatan Musi V Terbit, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026 Salman Yoga Akan Baca Puisi Bahasa Gayo pada Peluncuran Antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” di TIM Jakarta Salman Yoga S, Penyair Gayo yang Membawa Bahasa Ibu ke Panggung Sastra Nusantara Pemerhati Sosial Politik Ingatkan UUPA Jangan Jadi Karpet Merah bagi Pemodal Tambang Di Aceh

SENI BUDAYA

Bincang Santai Sastra Puisi: Dari Kata-Kata Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan

badge-check


 Bincang Santai Sastra Puisi: Dari Kata-Kata Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sastra tidak hanya lahir dari rangkaian kata. Di dalamnya terdapat cara manusia membaca zaman, menyimpan ingatan, menyampaikan kegelisahan, sekaligus merawat nilai-nilai kebudayaan.

Perspektif tersebut akan menjadi bagian dari “Bincang Santai Sastra Puisi” yang digelar Muhrain, admin Jambo Budaya, bersama sastrawan, perupa, dan pimpinan media Putra Gara, Selasa (4/8/2026), melalui siaran langsung Facebook.

Dalam bincang tersebut, Putra Gara akan membicarakan bagaimana puisi dan sastra dapat mengambil peran dalam kehidupan kebangsaan, terutama di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi.

Menurut Putra Gara, kemerdekaan seharusnya tidak dimaknai sebatas peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang kebebasan berpikir, bersuara, dan berkarya,” kata Gara.

Ia menilai sastra memiliki posisi penting dalam menjaga kebebasan tersebut. Puisi, misalnya, dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk menyampaikan pandangan dan perasaan secara kreatif, sekaligus menjadi catatan tentang kehidupan masyarakat pada suatu zaman.

“Sastra bukan sekadar kata-kata. Ia adalah cara kita membaca zaman dan merawat ingatan,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kebudayaan juga tidak boleh dipisahkan dari kehidupan berbangsa. Ketika budaya dirawat, masyarakat tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga membangun identitas untuk menghadapi masa depan.

Sementara itu, Muhrain sebagai admin Jambo Budaya mengatakan, Bincang Santai Sastra Puisi diharapkan menjadi ruang pertemuan gagasan bagi para pencinta sastra dan masyarakat luas.

Melalui dialog tersebut, sastra diharapkan tidak hanya hadir di ruang-ruang komunitas atau buku, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan publik.

“Dari puisi kita bersuara. Dari sastra kita merawat budaya. Dari budaya kita menguatkan bangsa,” menjadi semangat yang diusung dalam bincang tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali makna kemerdekaan melalui perspektif kebudayaan: bahwa bangsa yang merdeka bukan hanya bangsa yang mampu mengenang sejarahnya, tetapi juga bangsa yang memberikan ruang bagi warganya untuk berpikir, berkarya, dan menyampaikan gagasan.*** (Septi)

Baca Lainnya

Salman Yoga Akan Baca Puisi Bahasa Gayo pada Peluncuran Antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” di TIM Jakarta

2 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Salman Yoga S, Penyair Gayo yang Membawa Bahasa Ibu ke Panggung Sastra Nusantara

2 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Nanda Winar Sagita Wakili Aceh di Balige Writers Festival 2026, Angkat Kisah Sisingamangaraja XII dan Aceh

2 Agustus 2026 - 17:46 WIB

SPEARS Band Tampil Memukau, Sound Of Campus Bekasi Jadi Ruang Ekspresi Musisi Muda

1 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Ireng Halimun dan Perjalanan Panjang Seni Lukis

1 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Memorial Nasirun: Ketika Sang Maestro Pergi, Karyanya Tetap Abadi

1 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Hilangnya Mapel Sastra di Sekolah Jadi Sorotan, Pelaku Sastra Dorong Penguatan Ekosistem Sastra

31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Indra Adhari Rilis “Rindu Seorang Ayah”, Single ke-7 dalam Konsep One Month One Song

31 Juli 2026 - 13:16 WIB

Perkembangan Seni Rupa Aceh Butuh Kolaborasi Semua Pihak, Seniman Besar Lahir dari Perjuangan panjang 

31 Juli 2026 - 02:33 WIB

Para Penyair Mancanegara Bergema di Hari Puisi Indonesia ke-14

29 Juli 2026 - 14:00 WIB

Trending di SENI BUDAYA