Wartatrans.com, KOLOM — Sekilas terdengar lucu: perayaan ulang tahun dengan konsep potluck. Bukan karena yang berulang tahun enggan menyediakan hidangan, melainkan karena sebuah kebiasaan lama yang tak pernah benar-benar hilang—gotong royong.
Kebiasaan itu tumbuh sejak masa SMP. Setiap kali ada pertemuan, siapa pun yang menjadi tuan rumah tak pernah dibiarkan menanggung beban sendirian. Masing-masing datang membawa sesuatu. Sederhana, tapi penuh makna. Potluck bukan sekadar berbagi makanan, melainkan berbagi tanggung jawab dan kegembiraan.

Hasilnya selalu sama: meja penuh oleh aneka hidangan, tanpa perlu memesan katering. Ada masakan rumah, jajanan favorit, dan cerita yang ikut tersaji di antara piring-piring. Tuan rumah cukup menyediakan tempat, nasi liwet, dan ayam bakar. Selebihnya mengalir begitu saja, seperti persahabatan yang tak pernah dipaksa.
Dalam suasana seperti itu, ulang tahun tak lagi menjadi soal siapa memberi apa. Yang hadir adalah rasa setara—tak ada yang terbebani, tak ada yang merasa kurang. Semua datang sebagai sahabat.
Terima kasih untuk sahabat-sahabat ex Komite SMP Putra Kalimalang. Dari potluck sederhana itu, tersisa keseruan yang sulit dilupakan dan pelajaran kecil bahwa kebersamaan, jika dirawat sejak lama, akan selalu menemukan jalannya sendiri.***
Duren Sawit 2026
























