Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia Setelah Sukses Menggelar MTQ Nasional XXXI, Pemprov Jateng Lanjut Adakan Borobudur Maraton 2026 SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!” KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

Uncategorized

Catatan Iwan Piliang: Film Solata Raih Penghargaan di Sofia, Bulgaria

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Film Solata Raih Penghargaan di Sofia, Bulgaria Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Film Solata karya sutradara dan produser Ichwan Persada berhasil meraih penghargaan internasional dalam ajang Sofia International Film Festival di Sofia, Bulgaria.

Penghargaan bertajuk Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism itu menjadi pengakuan atas kontribusi film tersebut dalam mengangkat nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan Indonesia ke panggung dunia.

Bagi saya, pencapaian ini menghadirkan kenangan tersendiri. Tahun lalu, saat bertemu Ichwan Persada, saya melihat sosok sineas yang sederhana, rendah hati, dan memiliki kecintaan besar terhadap dunia literasi. Dalam sejumlah pertemuan sambil menikmati kopi, ia kerap berbagi cerita tentang film yang sedang dipersiapkannya untuk tayang di jaringan bioskop nasional.

Bahkan, beberapa buku sempat dipinjamkannya kepada saya. Dari berbagai percakapan itu, saya mulai memahami premis yang dibangun dalam Solata. Film tersebut menghadirkan sebuah elegi tentang guru sekaligus pekerja sosial yang mengabdikan diri di sebuah desa terpencil di Toraja. Sebuah kawasan yang digambarkan dengan langit biru dan perbukitan hijau yang menenangkan, bernama Solata.

Perjalanan film ini menuju layar lebar tidaklah mudah. Selama lebih dari dua bulan, Ichwan terus berjuang agar karyanya dapat diputar di jaringan bioskop XXI. Dengan kegigihannya, ia akhirnya berhasil bertemu langsung dengan pihak pengelola dan memperoleh jadwal tayang. Saya pun secara pribadi memberikan dukungan, termasuk saat menghadiri pemutaran terbatas untuk uji tayang sebelum film tersebut resmi hadir di bioskop.

Ketika akhirnya Solata tayang di jaringan XXI, momen itu tentu menjadi kebahagiaan besar bagi Ichwan Persada, para kru, dan seluruh pemain yang terlibat dalam proses kreatif film tersebut.

Namun kebahagiaan yang lebih besar datang pada malam penganugerahan di Sofia.

Menurut rilis yang disampaikan Winbert Hutahaean, Atase Kebudayaan KBRI Bulgaria di Sofia, selain Solata, film dokumenter DJUM karya Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto dan film pelajar Dolanan Nusantara karya Dimas Surya Pratama juga berhasil meraih penghargaan pada kategori masing-masing.

Penghargaan untuk Solata diterima langsung oleh Ichwan Persada yang hadir di Sofia. Sementara penghargaan untuk DJUM dan Dolanan Nusantara diterima oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria yang mewakili para sineas Indonesia.

Malam penganugerahan berlangsung pada 6 Juni 2026 di bawah patronase Wakil Presiden Republik Bulgaria, Iliana Iotova, dan dihadiri para pelaku industri perfilman dari berbagai negara.

Prestasi ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Solata di kancah internasional. Film yang mengangkat kisah pengabdian, pendidikan, dan kemanusiaan tersebut kini terus melangkah menuju panggung yang lebih besar.

Saya meyakini bahwa keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan satu film, melainkan juga kemenangan bagi para pekerja kreatif Indonesia yang terus berkarya di tengah berbagai keterbatasan, termasuk persoalan pembiayaan industri kreatif yang hingga kini masih membutuhkan dukungan investasi dan modal ventura yang lebih nyata.

Untuk Ichwan Persada, selamat atas pencapaian ini. Teruslah berkarya dan tetap berpegang pada prinsip yang sering Anda sampaikan: modal utama sebuah film adalah naskah; yang kedua naskah; dan yang ketiga tetap naskah.

Dari Toraja menuju Sofia, Solata telah membuktikan bahwa cerita yang kuat akan selalu menemukan jalannya untuk berbicara kepada dunia.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Setelah Sukses Menggelar MTQ Nasional XXXI, Pemprov Jateng Lanjut Adakan Borobudur Maraton 2026

21 September 2026 - 05:11 WIB

SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo

21 September 2026 - 01:05 WIB

Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!”

20 September 2026 - 22:02 WIB

Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

20 September 2026 - 15:47 WIB

7Dunia Showcase di Panggung Diskusi FF Horor Edisi IX: Ada Peristiwa Bocah Difabel Rebut Microfon lalu Azan, Bisa Viral Nih!

20 September 2026 - 12:22 WIB

MTQ XXXI Nasional di Semarang Ditutup Secara Meriah, Tahun Depan Diselenggarakan di Jakarta

20 September 2026 - 09:51 WIB

Polres dan Kodim 0102/Pidie Pasang Spanduk Larangan Tambang Ilegal di Geumpang

20 September 2026 - 08:54 WIB

Menjaga Mereka yang Setiap Hari Menjaga Perjalanan: DAMRI Hadirkan Unit Kesehatan Kerja

19 September 2026 - 21:46 WIB

Hari Perhubungan Nasional 2026, DAMRI Raih Penghargaan atas Pengabdian, Inovasi, dan Keselamatan Transportasi

19 September 2026 - 21:24 WIB

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

19 September 2026 - 19:25 WIB

Trending di ANJUNGAN