Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

RAGAM

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Selama lebih dari tiga dekade, tepatnya sejak 1991, saya terus menyuarakan satu gagasan sederhana namun mendasar: pengusaha harus memiliki produk yang mampu menembus pasar. Dunia usaha tidak boleh terus bergantung pada proyek-proyek pemerintah yang siklusnya ditentukan oleh APBD maupun APBN.

Ketergantungan pada belanja negara menciptakan ekosistem bisnis yang rapuh. Ketika anggaran dipangkas atau terjadi defisit, aktivitas ekonomi ikut melambat. Banyak perusahaan kehilangan pekerjaan bukan karena tidak mampu berproduksi, melainkan karena tidak memiliki pasar di luar proyek pemerintah.

Pelajaran penting dapat dilihat dari Tiongkok. Dalam sekitar 30 tahun terakhir, negara itu berhasil melesat menjadi kekuatan ekonomi dunia bukan semata karena investasi besar, tetapi karena secara sistematis mendorong masyarakatnya untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan pasar. Negara hadir sebagai fasilitator, sementara pelaku usaha didorong untuk berinovasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan menembus pasar domestik maupun global.

Hasilnya kini terlihat jelas. Produk-produk Tiongkok diproduksi dalam skala jutaan hingga miliaran unit, dengan jenis yang sangat beragam. Mereka tidak hanya menguasai volume produksi, tetapi juga membangun rantai pasok, efisiensi, dan daya saing yang sulit ditandingi.

Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar. Sumber daya alam melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta bonus demografi merupakan modal penting. Namun, potensi itu harus diarahkan menjadi kekuatan produksi, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk negara lain.

Karena itu, sudah saatnya lahir organisasi-organisasi pengusaha baru di berbagai daerah yang memiliki orientasi berbeda. Fokus utamanya bukan mengejar proyek, melainkan mempercepat lahirnya produk-produk unggulan daerah, membangun jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produksi, dan membuka akses ke pasar nasional maupun internasional.

Paradigma pengusaha juga perlu berubah. Ukuran keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh besarnya nilai proyek yang diperoleh, melainkan oleh seberapa kuat produk mampu bertahan dan berkembang di pasar. Pengusaha yang memiliki produk akan lebih tahan menghadapi perubahan kebijakan fiskal, pergantian pemerintahan, maupun gejolak ekonomi.

Indonesia membutuhkan lebih banyak produsen, inovator, dan pencipta nilai tambah. Ketika semakin banyak pengusaha membangun produk yang dicintai pasar, ekonomi nasional akan bertumbuh secara lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Inilah saatnya menggeser orientasi dari berburu proyek menjadi membangun produk. Sebab, masa depan ekonomi Indonesia tidak ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, tetapi oleh kemampuan para pengusahanya menciptakan nilai dan memenangkan pasar.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Trending di RAGAM