Menu

Mode Gelap
KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

RAGAM

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

badge-check


 Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Selama lebih dari tiga dekade, tepatnya sejak 1991, saya terus menyuarakan satu gagasan sederhana namun mendasar: pengusaha harus memiliki produk yang mampu menembus pasar. Dunia usaha tidak boleh terus bergantung pada proyek-proyek pemerintah yang siklusnya ditentukan oleh APBD maupun APBN.

Ketergantungan pada belanja negara menciptakan ekosistem bisnis yang rapuh. Ketika anggaran dipangkas atau terjadi defisit, aktivitas ekonomi ikut melambat. Banyak perusahaan kehilangan pekerjaan bukan karena tidak mampu berproduksi, melainkan karena tidak memiliki pasar di luar proyek pemerintah.

Pelajaran penting dapat dilihat dari Tiongkok. Dalam sekitar 30 tahun terakhir, negara itu berhasil melesat menjadi kekuatan ekonomi dunia bukan semata karena investasi besar, tetapi karena secara sistematis mendorong masyarakatnya untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan pasar. Negara hadir sebagai fasilitator, sementara pelaku usaha didorong untuk berinovasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan menembus pasar domestik maupun global.

Hasilnya kini terlihat jelas. Produk-produk Tiongkok diproduksi dalam skala jutaan hingga miliaran unit, dengan jenis yang sangat beragam. Mereka tidak hanya menguasai volume produksi, tetapi juga membangun rantai pasok, efisiensi, dan daya saing yang sulit ditandingi.

Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar. Sumber daya alam melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta bonus demografi merupakan modal penting. Namun, potensi itu harus diarahkan menjadi kekuatan produksi, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk negara lain.

Karena itu, sudah saatnya lahir organisasi-organisasi pengusaha baru di berbagai daerah yang memiliki orientasi berbeda. Fokus utamanya bukan mengejar proyek, melainkan mempercepat lahirnya produk-produk unggulan daerah, membangun jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produksi, dan membuka akses ke pasar nasional maupun internasional.

Paradigma pengusaha juga perlu berubah. Ukuran keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh besarnya nilai proyek yang diperoleh, melainkan oleh seberapa kuat produk mampu bertahan dan berkembang di pasar. Pengusaha yang memiliki produk akan lebih tahan menghadapi perubahan kebijakan fiskal, pergantian pemerintahan, maupun gejolak ekonomi.

Indonesia membutuhkan lebih banyak produsen, inovator, dan pencipta nilai tambah. Ketika semakin banyak pengusaha membangun produk yang dicintai pasar, ekonomi nasional akan bertumbuh secara lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Inilah saatnya menggeser orientasi dari berburu proyek menjadi membangun produk. Sebab, masa depan ekonomi Indonesia tidak ditentukan oleh besarnya anggaran pemerintah, tetapi oleh kemampuan para pengusahanya menciptakan nilai dan memenangkan pasar.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Haji Fikri Soroti Kesiapan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar Diminta Perkuat Ketahanan Wilayah

18 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Trending di RAGAM