Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026 PARFI ’56 Ingin Bangun Dana Abadi untuk Seniman Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

EKOBIS

Dari Ruko Sepi ke Delapan Cabang: Strategi Modal Non-Bank Ala Owner Top Score

badge-check


 Dari Ruko Sepi ke Delapan Cabang: Strategi Modal Non-Bank Ala Owner Top Score Perbesar

Wartatrans, DEPOK — Modal usaha tidak selalu harus berasal dari pinjaman bank. Hal inilah yang dibuktikan oleh Imam Choiril Roziqin, Owner Top Score Outlet sekaligus Sekretaris Umum HIPMI Depok. Ia memulai bisnisnya dengan memanfaatkan pinjaman non-bank dari teman hingga suplier.

“Saya oleh supplier dikasih hutang. Saya hidup dari suplier,” ujarnya dalam acara Bedah UMKM di Kampus UI, Depok, Selasa (25/11/2025).

Awal perjalanan bisnisnya dimulai ketika seorang rekan dari HIPMI Aceh yang menutup toko sepatu meminta tolong untuk menjualkan stok barang senilai Rp150 juta. Dengan sikap nekat namun optimistis, Imam langsung menerima tawaran tersebut.

“Saya nyahut untuk jualin. Iya-in dulu, pusing kemudian,” kenangnya.

Memegang stok sepatu, Imam mulai menyusun strategi pemasaran pada 2013. Ia memanfaatkan media sosial Twitter sekaligus mencari ruko atau kafe yang sepi namun memiliki menu makanan enak—tempat yang menurutnya memiliki potensi untuk ramai jika dikombinasikan dengan aktivitas lain.

Pencariannya berbuah ketika ia menemukan ruko dua lantai di Jalan Kelapa Dua, Depok. Lantai satu digunakan untuk berjualan mie, sementara lantai dua kosong. Imam pun bertemu dengan pemilik ruko, Doni, dan mengajukan konsep kerja sama: ia akan mengisi lantai dua dan berupaya meramaikan ruko tersebut.

Kerja sama disepakati. Imam tidak membayar sewa, sementara Doni menitipkan nama untuk tokonya: Top Score. Ruko itu pun menjadi ramai setelah Imam menghadirkan kegiatan seperti nonton bareng Liga Inggris.

“Masa sih dari sekian banyak pengunjung tidak ada yang beli mie dan sepatu,” ujarnya.

Setahun kemudian, Doni menjual rukonya sehingga Imam harus mencari lokasi baru. Ia berpindah ke ruko di sebelahnya, lalu ke sebuah toko bunga di jalan yang sama. Perjuangan itu membuahkan hasil.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya delapan cabang di Bekasi, Semarang, Surabaya, Tangerang, Bogor, Bandung dan Jakarta,” kata Imam.

Selama 10 tahun berbisnis, Imam mengaku tidak pernah mengambil pinjaman bank. Ia memulai semuanya seorang diri—dari berjualan, mengemas, hingga mengirim barang. Seiring perkembangan usaha, ia merekrut karyawan hingga kini memiliki sekitar 80 orang tenaga kerja.

“Prinsip saya, lama-lamaan kaya, bukan cepat-cepatan kaya. Jadi bisnis itu wealth creation, bukan semata sekadar keren,” ujar pria yang kini menempuh studi magister ekonomi di UI.

Imam mengungkapkan bahwa kuliah membuatnya memiliki perspektif yang lebih fokus dalam mengambil keputusan bisnis. Salah satu keputusannya adalah berinvestasi di teknologi. Ia bahkan membangun aplikasi Top Score – toko olahraga untuk mendukung operasional dan membentuk komunitas.

“Saya menggunakan ‘tenaga dalam’ berupa teknologi untuk efisiensi,” katanya.

Menurut Imam, inti bisnis Top Score adalah komunitas. Melalui aplikasi dan berbagai kegiatan olahraga seperti sepak bola, padel, dan tenis, ia ingin Top Score menjadi perusahaan yang membawa kebahagiaan.

“Kita main bareng dengan mereka. Kita ingin menjadi perusahaan nomor satu membawa kebahagiaan,” tutupnya. ***

(Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos

26 Agustus 2026 - 08:34 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Liga 2 Jadi PT LUI, Bidik Bisnis dari 875 Ribu Penonton

25 Agustus 2026 - 05:55 WIB

Trending di OLAH RAGA