Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

EKOBIS

Dua Kapal Pengangkut Nikel Diamankan TNI AL di Perairan Mandiodo

badge-check


 Dua Kapal Pengangkut Nikel Diamankan TNI AL di Perairan Mandiodo Perbesar

Wartatrans.com, SULTRA — TNI Angkatan Laut melalui KRI Bung Hatta-370 mengamankan dua kapal pengangkut nikel yang diduga melakukan sejumlah pelanggaran di Perairan Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (25/11). Kedua kapal tersebut terdeteksi saat KRI Bung Hatta melaksanakan tugas jarkaplid (pengejaran, pencarian, dan penyelidikan).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma Tunggul di Jakarta pada Rabu (26/11) menjelaskan bahwa kedua kapal itu merupakan milik PT Prima Mulia Jaya dan mengangkut nikel ore milik PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) dengan tujuan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali.

“Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap TB Nusantara 3303 dan TK Graham 3303. Kedua kapal diawaki masing-masing 10 ABK WNI. TB Nusantara 3303 dinakhodai RM dan membawa muatan dari shipper yang sama, yaitu PT DMS,” ujar Tunggul.

Hasil pendalaman menunjukkan adanya sejumlah indikasi pelanggaran, di antaranya aktivitas pengapalan di jetty PT DMS yang sebelumnya telah disegel oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyalahgunaan ruang laut. Selain itu, kapal berpindah dari jetty ke area lego jangkar tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG) serta ditemukan absennya nakhoda saat kapal melakukan olah gerak.

Tunggul menambahkan, kedua kapal juga tidak membawa dokumen kapal maupun dokumen muatan yang sah. Temuan tersebut melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang Minerba dan Pelayaran.

Untuk proses hukum lebih lanjut, unsur TNI AL mengawal kedua kapal tersebut menuju Lanal Kendari guna menjalani pemeriksaan mendalam dan penindakan sesuai aturan yang berlaku.*** (llo/BS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029

12 Juli 2026 - 15:56 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

IIPO 3 BUMD Jakarta: Bekal Amunisi Fiskal Atau Jadi Tumbal Pasar Modal ?

11 Juli 2026 - 01:26 WIB

PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8

10 Juli 2026 - 20:58 WIB

Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif!

10 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

10 Juli 2026 - 18:36 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

ASDP Dukung Pengembangan UMKM Wisata Kuliner RTH Ketapang

10 Juli 2026 - 17:22 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di EKOBIS