Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

Uncategorized

Festival Negeri Linge untuk Pelestarian Budaya Gayo

badge-check


 Festival Negeri Linge untuk Pelestarian Budaya Gayo Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Festival Negeri Linge harus digelar di kawasan dataran tinggi yang sarat sejarah ini. Masyarakat Gayo menilai kehadiran festival bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penting untuk melestarikan adat, memperkuat persaudaraan, dan mendukung ekonomi lokal. Hal itu dikemukakan penyair dan budayawan LK. Ara pada Selasa (25/11/2025).

Menurut penyair yang sudah berkarya melintasi tiga orde (orde lama, orde baru, dan orde Reformasi) menjelaskan, melalui tari, syair, dan musik tradisi, festival ini berupaya menelusuri kembali jejak leluhur yang pernah membangun Negeri Linge sebagai pusat peradaban Gayo. Panitia menyebut festival menjadi ruang untuk mengingat dan memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Sejumlah kesenian tradisional seperti Didong dan Tari Guel ditampilkan di panggung terbuka. Pelaku seni menyambut baik momentum ini sebagai cara menghidupkan kembali seni yang sebelumnya banyak terpinggirkan oleh perkembangan zaman,” ungkap LK Ara.

Lebih jauh LK Ara menambahkan  Gestival Negeri Linge juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Gayo baik dari wilayah Linge, Isaq, Lut Tawar, Rusip maupun warga perantauan. Mereka berkumpul untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat identitas bersama.

Selain atraksi budaya, kegiatan ini turut membuka peluang usaha kecil menengah. Masyarakat setempat menjajakan produk unggulan seperti kopi, madu hutan, serta kerajinan kerawang Gayo kepada para pengunjung, sehingga ekonomi lokal ikut terdongkrak.

Bagi anak-anak dan pelajar, festival menjadi sumber belajar terbuka. Mereka diperkenalkan pada sejarah para reje (raja), bahasa Gayo, serta nilai adat melalui pementasan hingga penuturan para tetua.

Kehadiran wisatawan dan tamu dari luar daerah membuat festival ini menjadi sarana diplomasi budaya. Para pengunjung mendapatkan gambaran langsung mengenai kehidupan masyarakat Gayo yang ramah dan berpegang pada adat.

Festival turut menggaungkan pesan pelestarian lingkungan, mengingat wilayah Linge berdekatan dengan kawasan hutan Leuser. Panitia menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Festival Negeri Linge dapat terus menjadi agenda rutin yang menjaga hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan masyarakat Gayo. Selain melestarikan tradisi, festival dinilai sebagai simbol kebanggaan daerah yang terus menyala dari generasi ke generasi,” tutup LK Ara. *** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM