Menu

Mode Gelap
Optimalisasi Layanan Pelabuhan, Kemenhub Hibahkan Aset BMN ke Pemkab Mamuju KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel Aceh Dihadapkan Dua Krisis: Banjir Meluas dan Sorotan Pelanggaran Moral di Media Sosial Ini Respon Kemenhub Terkait Info Rencana Pemberian Akses Overflight Pesawat Militer Asing  PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan Bongkar Muat Bijih Timah di Tanjung Pandan FFH Ke-5 Tegaskan Sensor Bukan Hambatan, Tapi Strategi Kreatif Perfilman Horor

SENI BUDAYA

FFH Ke-5 Tegaskan Sensor Bukan Hambatan, Tapi Strategi Kreatif Perfilman Horor

badge-check


 FFH Ke-5 Tegaskan Sensor Bukan Hambatan, Tapi Strategi Kreatif Perfilman Horor Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Festival Film Horor (FFH) edisi ke-5 menghadirkan perspektif berbeda dalam melihat peran sensor dalam industri film horor Indonesia. Mengangkat tema “Horor, Sensor, dan Promosi Film Horor”, forum yang digagas para jurnalis ini justru menempatkan sensor bukan semata sebagai pembatas, melainkan bagian dari strategi kreatif dalam proses produksi hingga distribusi film.

Digelar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/04), diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan pelaku industri dari berbagai lini. Mulai dari kritikus film, editor, hingga sutradara, semua sepakat bahwa sensor telah menjadi realitas yang tak terpisahkan dari ekosistem perfilman nasional.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa praktik “sensor awal” sudah terjadi bahkan sebelum film memasuki tahap produksi. Kerahasiaan ide, penyamaran judul, hingga pembatasan informasi kepada kru menjadi langkah strategis untuk menjaga orisinalitas sekaligus menghindari potensi kendala di tahap sensor formal.

Pendekatan kreatif lain juga muncul dari para sineas, seperti mengangkat kisah nyata agar memiliki legitimasi kuat saat berhadapan dengan lembaga sensor. Meski demikian, strategi ini bukan tanpa tantangan, terutama ketika harus berhadapan dengan sensitivitas pihak keluarga atau lingkungan terkait cerita yang diangkat.

Di sisi kreatif, para pembicara menilai bahwa kekuatan film horor justru terletak pada kemampuan mengelola kejutan dan atmosfer, bukan semata eksploitasi visual yang berpotensi tersensor. Dengan pendekatan yang tepat, film horor dinilai tetap bisa tampil kuat tanpa harus melanggar batasan yang ada.

Menariknya, forum ini juga menyoroti bahwa sensor dan promosi memiliki irisan yang sama: keduanya menuntut kecermatan dalam membaca norma sosial dan budaya. Dengan kata lain, keberhasilan film horor tidak hanya ditentukan oleh kualitas cerita, tetapi juga kecerdasan dalam menavigasi batasan yang berlaku.

Dalam rangkaian acara tersebut, FFH juga menetapkan film Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa sebagai Film Terpilih yang meraih Nini Suny Award. Sejumlah penghargaan lain turut diberikan kepada insan perfilman yang dinilai berkontribusi signifikan dalam pengembangan genre horor di Indonesia.

Melalui diskusi ini, FFH menegaskan perannya bukan hanya sebagai ajang apresiasi, tetapi juga ruang refleksi bagi pelaku industri untuk terus beradaptasi dan berinovasi di tengah berbagai regulasi. Sensor, dalam konteks ini, bukan lagi sekadar batasan—melainkan tantangan yang mendorong lahirnya kreativitas baru dalam perfilman horor Tanah Air.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Komunitas Kartunis Indonesia: Dari Pakyo hingga Lahirnya Pakarti

13 April 2026 - 12:54 WIB

Marcell Darwin Ungkap Adegan Paling Menguras Emosi di Film Dalam Sujudku

12 April 2026 - 10:56 WIB

Vinessa Inez Mengaku Bukan Wanita Sesempurna Aisyah di Film Dalam Sujudku 

12 April 2026 - 01:11 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

“Dalam Sujudku”, Film Drama Spiritual Tentang Ujian Rumah Tangga Siap Tayang 16 April 2026

11 April 2026 - 05:45 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Sajak-Sajak Pulo Lasman Simanjuntak 

9 April 2026 - 17:43 WIB

Pelukis Cilik Jakarta Siap Gelar Pameran, Terinspirasi Vincent van Gogh

9 April 2026 - 07:12 WIB

“Putri Duta Besar”: Thriller, Cinta, dan Luka dalam Dunia Tanpa Akar

8 April 2026 - 18:22 WIB

Jejak Kreatif Maryoko Aiko Atmodiningrat, dari Majalah Remaja hingga Dunia Periklanan

8 April 2026 - 08:13 WIB

Trending di SENI BUDAYA