Wartatrans.com, SINTANG — Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo mengguncang sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat siang, 23 Januari. Guncangan yang terjadi secara tiba-tiba itu sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi awal, pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Sintang. Meski berlangsung singkat, getaran terasa cukup kuat dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur warga.
Kerusakan paling mencolok dilaporkan terjadi di Nanga Tikan, Kecamatan Kayan Hilir. Sebuah jembatan rangka baja dengan panjang hampir 30 meter dilaporkan bergeser akibat guncangan gempa. Selain itu, beberapa rumah warga serta bangunan gereja di sejumlah lokasi mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari retakan ringan hingga pergeseran struktur bangunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Benyamin, membenarkan adanya laporan kerusakan tersebut. Ia mengatakan BPBD masih melakukan pendataan awal untuk memastikan dampak gempa secara menyeluruh.
“Informasi yang kami terima, ada dinding keramik rumah warga di Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, yang pecah akibat gempa,” kata Benyamin, Jumat sore.
Menurut dia, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, BPBD terus melakukan pemantauan seiring masuknya laporan dari berbagai kecamatan. “Pendataan masih berjalan. Kami menunggu laporan lanjutan dari masyarakat dan aparat di lapangan,” ujarnya.
Benyamin mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Ia meminta masyarakat segera keluar rumah dan menuju tempat terbuka apabila kembali merasakan guncangan.
Kesaksian warga menggambarkan kepanikan yang sempat terjadi. Erna, warga Menyumbung Tengah, mengatakan getaran gempa terasa sesaat namun cukup mengejutkan. “Perabotan di rumah sempat berguncang. Saya dan keluarga langsung keluar rumah karena kaget,” ujarnya.
Selain di Sintang, getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Nanga Pinoh, Pinoh Utara, Belimbing, dan Ella Hilir. Hingga Jumat sore, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa di wilayah-wilayah tersebut.
Data sementara mencatat gempa berada pada koordinat 0,10 Lintang Utara dan 111,78 Bujur Timur. Meski getaran dirasakan hingga Kabupaten Melawi, pusat gempa tidak berada di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad, mengatakan pihaknya masih melakukan monitoring dan koordinasi dengan aparat di lapangan. “Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dari warga,” kata Rahmad saat dihubungi, Jumat.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan gempa dan potensi susulan.*** DWIGYDZIGY


