Menu

Mode Gelap
Optimalisasi Layanan Pelabuhan, Kemenhub Hibahkan Aset BMN ke Pemkab Mamuju KAI Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan KA, Akses ke Yogyakarta, Solo, Cilacap, dan Bandung Semakin Fleksibel Aceh Dihadapkan Dua Krisis: Banjir Meluas dan Sorotan Pelanggaran Moral di Media Sosial Ini Respon Kemenhub Terkait Info Rencana Pemberian Akses Overflight Pesawat Militer Asing  PTP Nonpetikemas Perkuat Layanan Bongkar Muat Bijih Timah di Tanjung Pandan FFH Ke-5 Tegaskan Sensor Bukan Hambatan, Tapi Strategi Kreatif Perfilman Horor

PERISTIWA

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Melantik 1049 ‘Pelayan Masyarakat’

badge-check


 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Melantik 1049 ‘Pelayan Masyarakat’ Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Dengan adanya penataan organisasi perangkat daerah dan seiring dengan penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi melantik lebih dari seribu pejabat aparatur sipil negara (ASN).

Dalam acara yang berlangsung Kamis di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang ini, Luthfi menegaskan bahwa pemilihan pejabat di lingkungannya tidak berdasar negosiasi apalagi titipan.

Sang nomer satu di Jateng mengatakan bahwa seluruh proses mutasi, rotasi, dan promosi ASN dilakukan secara profesional, tidak direkayasa dan sesuai sistem merit.

Penandatanganan SK pelantikan.

“Jangan ada pemikiran bahwa birokrasi bisa direkayasa. Jabatan di sini ditentukan sistem merit, bukan oleh titipan atau tawar-menawar,” katanya.

Para pejabat yang dilantik telah melalui mekanisme dan kualifikasi sesuai ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Dalam Negeri, maka dengan demikian prinsip sistem merit berjalan.

Luthfi mengibaratkan birokrasi itu motor dan bahan bakarnya adalah ASN. Sang motor akan berjalan bagus dan memuaskan jika diisi bahan bakar berkualitas.

Dengan kata lain Luthfi mengharap integritas dan pelayanan publik menjadi orientasi utama ASN. Menurutnya, keberhasilan birokrasi diukur dari kualitas layanan kepada masyarakat.

“Masyarakat adalah Ndoro (Tuan), sedangkan ASN adalah pelayan. Birokrasi hadir untuk melayani,” ujar Luthfi.

Para pelayan masyarakat.

Pelantikan diikuti 1.049 ‘Pelayan Masyarakat’

yang rinciannya terdiri atas 46 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dimana 37 merupakan pengukuhan jabatan tetap, sedangkan yang 9 berdasarkan rekomendasi BKN.

Kemudian 381 Pejabat Administrator terdiri dari 71 pengukuhan jabatan tetap, dan 309 berdasarkan rekomendasi BKN, serta 1 dari Kemendagri.

Selanjutnya 623 Pejabat Pengawas yang terdiri dari 175 pengukuhan jabatan tetap, dan 440 berdasarkan rekomendasi BKN.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aceh Dihadapkan Dua Krisis: Banjir Meluas dan Sorotan Pelanggaran Moral di Media Sosial

13 April 2026 - 19:00 WIB

Efisiensi Anggaran, Pemkot Depok Alihkan Insentif Bimroh ke Guru Ngaji

13 April 2026 - 17:02 WIB

Dari Silaturahmi ke Strategi: FORWAN Mulai Bangun Arah Baru Organisasi

13 April 2026 - 09:33 WIB

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Kecelakaan Berulang di Silayur, Wali Kota Semarang Menyalahkan Tata Ruang dan Ujungnya Pengadaan Proyek

11 April 2026 - 12:28 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di ANJUNGAN