Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

KABIN

Hadapi Prediksi Cuaca Ekstrem dan Lanina pada Libur Nataru, Airnav-BMKG Koodinasi Intens

badge-check


 Jajaran Direksi Airnav Perbesar

Jajaran Direksi Airnav

Wartatrans.com, BANDUNG – Hadapi prediksi cuaca ekstrem dan akan adanya lanina pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Airnav Indonesia berkoordinasi intens dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro menyampaikan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi, bila kemungkinan ada kondisi yang tidak diinginkan. Tentu demi keselamatan penerbangan.

“Kami dan BMKG setiap pagi melakukan komunikasi dan koordinasi membaca prediksi cuaca di hari tersebut,” ungkap Setio di Bandung, Rabu (12/11/2025) malam.

Pihaknya memngingatkan juga Maskapai penerbangan agar ekstra waspada terhadap kemungkinan adanya cuaca ekstrem pada sejumlah wilayah, menjelang liburan Nataru.

Berdasarkan perkiraan, cuaca ekstrem saat ini yang wajib diwaspadai ada pada Desember 2025 hingga Januari 2026 bergeser ke Sulawesi dan sebagian di Kalimantan.

Cuaca ekstrem pada sejumlah wilayah itu bertepatan dengan puncak arus libur Nataru, yang diperkirakan terjadi  19–20 Desember 2025. Kemudian puncak arus balik diprediksi pada 3–4 Januari 2026.

“Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan,” ujar dia.

Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo mengatakan, AirNav juga meningkatkan pengawasan terhadap faktor risiko yang tidak hanya pada periode Nataru namun secara keseluruhan.

“Seperti abu vulkanik, balon udara dan layang-layang liar, serta satwa liar di sekitar bandara,” katanya.

Selain itu, keamanan siber diperkuat melalui Security Operation Center (SOC) dan CSIRT yang siaga selama 24 jam setiap harinya, termasuk berbagi informasi ancaman dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

“AirNav memastikan seluruh layanan navigasi di 302 unit pelayanan dari Sabang hingga Merauke berada dalam kondisi siaga penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Intinya, ruang udara dijaga, sistem dijaga, dan manusia di dalamnya juga dijaga,” imbuhnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Sikapi Eskalasi Geopolitik Timteng, Garuda Perkuat Mitigasi Operasional

15 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Asap Karhutla Mulai Berdampak pada Penerbangan di Wilayah Timur Indonesia

14 Oktober 2026 - 11:31 WIB

KAI Daop 4 Semarang Obral Tiket Kereta Api dengan Tarif Khusus

13 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

13 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal

13 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Trending di ANJUNGAN