Menu

Mode Gelap
Dukung Kelancaran Industri dan Logistik, Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Cepat dan Adaptif di Pelabuhan Ciwandan Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api

KABIN

Hadapi Prediksi Cuaca Ekstrem dan Lanina pada Libur Nataru, Airnav-BMKG Koodinasi Intens

badge-check


 Jajaran Direksi Airnav Perbesar

Jajaran Direksi Airnav

Wartatrans.com, BANDUNG – Hadapi prediksi cuaca ekstrem dan akan adanya lanina pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Airnav Indonesia berkoordinasi intens dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro menyampaikan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi, bila kemungkinan ada kondisi yang tidak diinginkan. Tentu demi keselamatan penerbangan.

“Kami dan BMKG setiap pagi melakukan komunikasi dan koordinasi membaca prediksi cuaca di hari tersebut,” ungkap Setio di Bandung, Rabu (12/11/2025) malam.

Pihaknya memngingatkan juga Maskapai penerbangan agar ekstra waspada terhadap kemungkinan adanya cuaca ekstrem pada sejumlah wilayah, menjelang liburan Nataru.

Berdasarkan perkiraan, cuaca ekstrem saat ini yang wajib diwaspadai ada pada Desember 2025 hingga Januari 2026 bergeser ke Sulawesi dan sebagian di Kalimantan.

Cuaca ekstrem pada sejumlah wilayah itu bertepatan dengan puncak arus libur Nataru, yang diperkirakan terjadi  19–20 Desember 2025. Kemudian puncak arus balik diprediksi pada 3–4 Januari 2026.

“Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan,” ujar dia.

Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo mengatakan, AirNav juga meningkatkan pengawasan terhadap faktor risiko yang tidak hanya pada periode Nataru namun secara keseluruhan.

“Seperti abu vulkanik, balon udara dan layang-layang liar, serta satwa liar di sekitar bandara,” katanya.

Selain itu, keamanan siber diperkuat melalui Security Operation Center (SOC) dan CSIRT yang siaga selama 24 jam setiap harinya, termasuk berbagi informasi ancaman dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

“AirNav memastikan seluruh layanan navigasi di 302 unit pelayanan dari Sabang hingga Merauke berada dalam kondisi siaga penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Intinya, ruang udara dijaga, sistem dijaga, dan manusia di dalamnya juga dijaga,” imbuhnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT

18 Mei 2026 - 22:19 WIB

INACA Apresiasi Penyesuaian Fuel Surcharge dari Pemerintah

14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara

14 Mei 2026 - 20:42 WIB

Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi

14 Mei 2026 - 12:43 WIB

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026

14 Mei 2026 - 12:36 WIB

Pengamat: Usia Pesawat Bukan Penentu Keandalan dan Keselamatan

14 Mei 2026 - 11:01 WIB

AirNav–CAAS Bahas Penguatan Kolaborasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Asia Pasifik

8 Mei 2026 - 17:29 WIB

PPI Curug Ajak Stakeholder Tingkatkan Keselamatan Operasi Helikopter

7 Mei 2026 - 13:37 WIB

Scoot Luncurkan Kampanye “Sambal si Petualang”, Angkat Budaya Kuliner Indonesia Lewat Aksesori Perjalanan

7 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelita Air Hadirkan Produk UMKM di Atas Pesawat

5 Mei 2026 - 18:08 WIB

Trending di EKOBIS