Menu ✖

Mode Gelap
41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

KABIN

Hadapi Prediksi Cuaca Ekstrem dan Lanina pada Libur Nataru, Airnav-BMKG Koodinasi Intens

badge-check


 Jajaran Direksi Airnav Perbesar

Jajaran Direksi Airnav

Wartatrans.com, BANDUNG – Hadapi prediksi cuaca ekstrem dan akan adanya lanina pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Airnav Indonesia berkoordinasi intens dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro menyampaikan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi, bila kemungkinan ada kondisi yang tidak diinginkan. Tentu demi keselamatan penerbangan.

“Kami dan BMKG setiap pagi melakukan komunikasi dan koordinasi membaca prediksi cuaca di hari tersebut,” ungkap Setio di Bandung, Rabu (12/11/2025) malam.

Pihaknya memngingatkan juga Maskapai penerbangan agar ekstra waspada terhadap kemungkinan adanya cuaca ekstrem pada sejumlah wilayah, menjelang liburan Nataru.

Berdasarkan perkiraan, cuaca ekstrem saat ini yang wajib diwaspadai ada pada Desember 2025 hingga Januari 2026 bergeser ke Sulawesi dan sebagian di Kalimantan.

Cuaca ekstrem pada sejumlah wilayah itu bertepatan dengan puncak arus libur Nataru, yang diperkirakan terjadi  19–20 Desember 2025. Kemudian puncak arus balik diprediksi pada 3–4 Januari 2026.

“Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan,” ujar dia.

Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo mengatakan, AirNav juga meningkatkan pengawasan terhadap faktor risiko yang tidak hanya pada periode Nataru namun secara keseluruhan.

“Seperti abu vulkanik, balon udara dan layang-layang liar, serta satwa liar di sekitar bandara,” katanya.

Selain itu, keamanan siber diperkuat melalui Security Operation Center (SOC) dan CSIRT yang siaga selama 24 jam setiap harinya, termasuk berbagi informasi ancaman dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

“AirNav memastikan seluruh layanan navigasi di 302 unit pelayanan dari Sabang hingga Merauke berada dalam kondisi siaga penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Intinya, ruang udara dijaga, sistem dijaga, dan manusia di dalamnya juga dijaga,” imbuhnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Qantas Group Bidik Ekspansi Indonesia, Ajukan 4.539 Kursi per Pekan

2 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace

1 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

1 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

26 September 2026 - 15:36 WIB

Trending di BANDARA