Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat okupansi tinggi pada hari pertama pengoperasian KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember, Kamis (18/6). Sebanyak 390 penumpang diberangkatkan dari wilayah Daop 1 Jakarta atau setara 97,5 persen dari total 400 kursi yang tersedia.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan tingginya tingkat keterisian pada perjalanan perdana menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api baru menuju Jember.

“Antusiasme pelanggan pada hari pertama pengoperasian KA Pandalungan 2 sangat menggembirakan. Dari kapasitas 400 tempat duduk yang tersedia, sebanyak 390 tempat duduk terisi. Hal ini menunjukkan masyarakat menyambut baik hadirnya alternatif perjalanan baru dari Jakarta menuju Jember dan berbagai kota strategis lainnya di Pulau Jawa,” ujar Franoto.
Dari total penumpang yang berangkat, sebanyak 330 pelanggan naik dari Stasiun Gambir, 49 pelanggan dari Stasiun Bekasi, dan 11 pelanggan dari Stasiun Cikarang.
KA Pandalungan 2 berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.25 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Jember pukul 23.20 WIB. Kereta ini menggunakan rangkaian Stainless Steel Eksekutif yang terdiri atas delapan kereta dengan total kapasitas 400 tempat duduk.
Selain melayani perjalanan langsung Jakarta–Jember, KA Pandalungan 2 juga melayani naik turun penumpang di sejumlah kota, yakni Bekasi, Cikarang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Tanggul, Rambipuji, hingga Jember.
Franoto menuturkan, pengoperasian KA Pandalungan 2 menjadi bagian dari upaya KAI memperluas pilihan perjalanan sekaligus meningkatkan konektivitas antarkota di Pulau Jawa.
“Kehadiran KA Pandalungan 2 tidak hanya menambah kapasitas angkutan penumpang, tetapi juga memperkuat konektivitas antarkota. Pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jember dengan layanan kereta api yang nyaman, aman, dan bebas dari kemacetan,” katanya.
Pada perjalanan perdana 18 Juni 2026, KAI memberlakukan tarif promo diskon 30 persen sehingga harga tiket menjadi Rp525.000. Setelah masa promo berakhir, tarif normal diberlakukan mulai Rp750.000 pada hari kerja dan Rp800.000 saat akhir pekan, sesuai ketentuan yang berlaku.
KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi. Perusahaan menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan agar perjalanan pelanggan tetap selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu.(fahmi)































