Wartatrans.com, JAKARTA — Musisi independen Indonesia, Indra Adhari, kembali menegaskan konsistensinya berkarya di industri musik tanah air. Memasuki Juli 2026, penyanyi sekaligus komposer kelahiran Tangerang itu merilis single terbarunya berjudul “Rindu Seorang Ayah”.
Single tersebut menjadi karya ke-7 yang dirilis Indra sepanjang 2026 melalui program One Month One Song, sebuah konsep yang mendorongnya melahirkan satu karya musik baru setiap bulan.

“Bulan 7 Juli 2026 ini aku rilis single ke-7, judul lagunya Rindu Seorang Ayah di program One Month One Song yang dikonsep Bang Bois Famous Maker. Terima kasih banget buat media yang selalu memberitakan tiap bulannya,” ujar Indra Adhari saat ditemui di Radio Bola Koaidi, Rawamangun, Jakarta.
Menurut Indra, program One Month One Song telah berjalan sejak Januari 2026. Baginya, konsistensi tersebut bukan sekadar target produksi lagu, melainkan bagian dari perjalanan panjang membangun karier sebagai musisi.
Seluruh karya yang dirilisnya juga telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Kerinduan kepada Sosok Ayah
“Rindu Seorang Ayah” mengangkat tema universal tentang kehilangan dan kerinduan seorang anak kepada ayah yang telah tiada. Sosok ayah digambarkan sebagai figur penting sekaligus pahlawan bagi keluarga.
Melalui lagu tersebut, Indra mencoba menghadirkan perasaan kehilangan dalam bentuk musikal yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
Di tengah industri musik yang terus berubah, Indra memilih tetap berjalan melalui jalur independen. Pria kelahiran Tangerang, 29 Maret 1999, itu dikenal aktif di media sosial dan memiliki ratusan ribu pengikut di Instagram.
Hingga kini, sekitar 60 lagu karyanya telah tercatat dan dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. Salah satu karyanya, “Ibuku Pahlawanku”, bahkan sempat viral di TikTok Malaysia pada 2025.
Dari Pengamen hingga Industri Musik
Perjalanan Indra menuju industri musik tidak berlangsung instan. Sebelum dikenal sebagai penyanyi dan komposer, ia pernah menjadi pengamen dari kafe ke kafe di Kota Tangerang, Banten.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses panjang yang membentuk dirinya sebagai musisi.
Sudah sekitar satu dekade Indra berkarier di blantika musik. Ia pernah merasakan perjalanan sebagai musisi independen, kemudian bergabung dengan major label, hingga akhirnya kembali memilih jalur independen.
Bagi Indra, pengalaman tersebut justru memberikan pemahaman yang lebih luas tentang dunia musik.
“Alhamdulillah semua proses indie dan major di dunia musik sudah aku lewati. Kini aku sudah bertekad di jalur independen. Karena sebagai musisi aku bisa berkarya dengan bebas dan merdeka,” ungkap alumni SMK Negeri 5 Kota Tangerang tersebut.
Musik dan Kemandirian Ekonomi
Menariknya, Indra tidak hanya menggantungkan kehidupannya dari musik. Ia juga merintis usaha UMKM di bidang workshop media desain dan publikasi yang kini memasuki tahun kedua.
Menurutnya, musik merupakan anugerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Namun, sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap keluarga, ia juga membangun sumber penghasilan lain.
“Musik adalah anugerah yang Allah SWT berikan. Aku jadikan bagian dari perjalanan hidup. Sedangkan untuk menopang ekonomi keluarga, aku juga merintis di bidang usaha lain yang berbasis UMKM,” katanya.
Pilihan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana seorang musisi independen dapat membangun ekosistem kehidupannya sendiri: berkarya di musik sekaligus mengembangkan usaha.
Bois Famous Maker: Indra Musisi yang “Berpikir Stereo”
Sementara itu, pemerhati sekaligus pelaku industri musik Indonesia, Bois Famous Maker, menilai Indra Adhari merupakan salah satu musisi yang memiliki visi dalam menjalani perjalanan kariernya.
Menurut Bois, perjalanan Indra menggambarkan bagaimana seorang musisi harus mampu melewati berbagai dinamika dalam “rimba raya peta musik Indonesia”.
“Indra Adhari merupakan salah satu musisi visioner di Indonesia. Ia berhasil melewati rimba raya peta musik Indonesia, yang hampir semua musisi melewatinya dan tidak ada buku panduannya,” ujar Bois.
Ia menilai salah satu keunggulan Indra adalah kemampuannya melihat musik tidak hanya dari sisi artistik, tetapi juga dari perspektif kewirausahaan.
“Bedanya, Indra Adhari berjiwa entrepreneur dan ‘berpikir stereo’ ketika berpetualang di dunia musik. Sangat jarang artis musik seperti Indra Adhari dalam berkarya di industri musik tanah air,” tambahnya.
Dengan dirilisnya “Rindu Seorang Ayah”, perjalanan One Month One Song Indra Adhari memasuki bulan ketujuh. Konsistensi tersebut menjadi penanda bahwa di tengah derasnya perubahan industri musik digital, seorang musisi independen tetap dapat membangun jalannya sendiri—satu lagu, satu bulan, dan satu proses pada satu waktu.






























