Wartatrans.com, PADANG PANJANG — Mahasiswa Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar ISU ISI 2026 bertema “Interaksi Seni dan Usaha” pada 24–25 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam dan Teater Arena ISI Padangpanjang ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia seni, kreativitas, dan usaha untuk memperkuat ekosistem industri kreatif.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Seni, , menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari proses pembelajaran mahasiswa selama satu semester. Menurutnya, mata kuliah Manajemen Seni mempelajari tiga aspek utama, yakni tata kelola, kuratorial, dan kritik seni, yang kemudian dipraktikkan melalui penyelenggaraan ISU ISI 2026.

“Forum ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, seniman, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat. Seni tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi dan apresiasi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk usaha kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor , , menilai ISU ISI 2026 menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan seni dan sektor industri kreatif. Berbagai gagasan, karya, dan inovasi yang lahir dari lingkungan akademik diperkenalkan kepada masyarakat dan pelaku usaha guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Menurutnya, interaksi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai bentuk kolaborasi yang mendukung pengembangan karya seni sekaligus meningkatkan daya saing pelaku kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog mengenai strategi pengembangan seni yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
Febri Yulika juga mengajak seluruh pimpinan dan mahasiswa Pascasarjana untuk bersama-sama memikirkan strategi pengembangan lembaga serta memperkuat branding kampus agar ISI Padangpanjang semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.
Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, , mengatakan bahwa ISU ISI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-10 dari kegiatan yang berbasis mata kuliah Manajemen Seni tersebut. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di luar kampus, tahun ini kegiatan dipusatkan di lingkungan ISI Padangpanjang.
“Festival ISU ISI direncanakan menjadi agenda rutin Festival Pascasarjana ISI Padangpanjang setiap tahun,” katanya.
Ketua pelaksana, , menjelaskan bahwa ISU ISI 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan unsur seni, edukasi, dan hiburan. Rangkaian acara meliputi talkshow, fashion show, pertunjukan seni, pemutaran film, hingga konser.
Ia menambahkan, para narasumber yang hadir berasal dari kalangan akademisi, praktisi seni, pelaku industri kreatif, serta tokoh yang memiliki perhatian terhadap pengembangan seni dan kewirausahaan kreatif. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan wawasan, inspirasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan, seni, dan industri.
Melalui ISU ISI 2026, ISI Padangpanjang menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang yang mempertemukan kreativitas dan kewirausahaan. Sinergi antara seni dan usaha diharapkan dapat melahirkan inovasi baru, memperkuat jejaring kreatif, serta meningkatkan kontribusi seni dan budaya terhadap pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia.*** (Soerya)




























