Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan KA Mataram sebagai salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan akhir pekan menuju Kota Solo. Kereta api relasi Pasar Senen–Solo Balapan ini melayani sejumlah kota di Pulau Jawa yang memiliki beragam destinasi wisata, budaya, dan kuliner.
KA Mataram melayani rute Pasar Senen–Solo Balapan melalui Bekasi, Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Notog, Sumpiuh, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, dan Klaten. Jalur tersebut menghubungkan berbagai daerah yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, budaya, hingga wisata alam.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman berwisata karena pelanggan dapat menikmati beragam karakter daerah yang dilalui.
“KA Mataram menghubungkan pelanggan dengan banyak destinasi menarik di Pulau Jawa. Setiap kota yang dilalui memiliki cerita, budaya, kuliner, dan daya tarik wisatanya masing-masing. Perjalanan menjadi bagian dari pengalaman berwisata itu sendiri,” ujar Anne dalam keterangannya.
Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati berbagai destinasi unggulan. Di Cirebon, misalnya, terdapat Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Batik Trusmi, serta beragam kuliner khas pesisir utara Jawa. Sementara di Purwokerto, wisatawan dapat mengunjungi kawasan wisata Baturraden yang berada di kaki Gunung Slamet.
Memasuki wilayah Kroya, Kebumen, dan Kutoarjo, pelanggan dapat menjumpai sejumlah destinasi alam seperti Geopark Kebumen, Pantai Menganti, hingga kawasan Perbukitan Menoreh yang membentang di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setibanya di Yogyakarta, pelanggan dapat menikmati berbagai objek wisata populer seperti Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, dan Candi Prambanan. Perjalanan kemudian berlanjut menuju Klaten yang dikenal dengan wisata air umbul, seperti Umbul Ponggok dan Umbul Manten, sebelum tiba di Stasiun Solo Balapan.
Kota Solo sendiri terus berkembang sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Beragam destinasi seperti Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta, Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Taman Balekambang, Pasar Gede, hingga De Tjolomadoe menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Desember 2025 mencapai 58,95 persen. Sementara pada Oktober 2025, TPK tercatat sebesar 53,88 persen. Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kunjungan wisata dan perjalanan masyarakat ke Kota Solo sepanjang tahun lalu.
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, sejak 9 Desember 2024 KA Mataram telah menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation pada kelas Ekonomi dan Eksekutif.
Sarana tersebut menghadirkan desain interior yang lebih modern, kursi ergonomis, ruang kaki yang lebih luas, serta kursi yang dapat direbahkan dan diputar sesuai arah perjalanan.
Anne menambahkan, kehadiran rangkaian New Generation semakin melengkapi pengalaman pelanggan yang ingin menikmati perjalanan akhir pekan dengan nyaman.
“Solo menjadi salah satu destinasi yang semakin diminati masyarakat. Kota ini menawarkan suasana yang hangat, kekayaan budaya yang kuat, kuliner yang beragam, serta banyak tempat menarik yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun sahabat. Melalui KA Mataram, KAI menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan menuju berbagai pengalaman tersebut,” tutup Anne.(fahmi)
































