Menu ✖

Mode Gelap
Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster KAI Raih Dua Penghargaan CX100 2026, Peringkat ke-7 BUMN Terbaik dalam Pengalaman Pelanggan Diprotes Para Seniman, Seno Gumira Ajidarma Jelaskan Alasan Akademi Jakarta Tetapkan 25 Anggota DKJ, Bukan 30 Dialog FKSTIM, Akademi Jakarta dan Biro Hukum Buntu, Polemik Pemilihan Anggota DKJ Memanas Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat 150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini

NASIONAL

Kadisdik DKI: Teknologi AI Tidak Akan Menggeser Peran Guru sebagai Pemberi Inspirasi

badge-check


 Kadisdik DKI: Teknologi AI Tidak Akan Menggeser Peran Guru sebagai Pemberi Inspirasi Perbesar

Wartatrans, JAKARTA — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Hj. Nahdiana, M.Pd., menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak perlu ditakuti para guru. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi, tetap ada sisi kemanusiaan guru yang tak tergantikan: kemampuan menginspirasi.

“AI mungkin dapat memberikan jawaban lebih cepat dan akurat. Namun ia tidak memiliki nurani, ia hanya merespons saat ditanya. Yang memberi inspirasi hanya guru,” ujar sosok yang akrab disapa Bu Nana ini saat membuka Seminar Literasi Digital bertema Transformasi Literasi dan Pendidikan di Era Kecerdasan Artificial, Senin (24/11/2025), di Aula Kihajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Ia mengajak para pendidik untuk tidak menjauh dari teknologi tersebut. Sebaliknya, guru harus menguasai dan memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar. “Tanpa dukungan AI, pembelajaran bisa terasa lebih lambat, menyita waktu, dan kurang menarik. Sementara murid-murid kita sudah sangat dekat dengan teknologi,” imbuhnya.

Seminar ini diprakarsai oleh Guru Literasi Jakarta (GliterJak) dan menghadirkan para pemateri yang kompeten:
— Dr. Bambang Saras Yulistiawan, S.T., M.Kom. (UPNVJ)
— Dr. H. Juwito Faisal, M.Pd. (UNIDA Bogor & PJMI)
— Bagus Rully Muttaqien, S.T., M.M. (VP Corporate Partnership Solusi247)

Kegiatan turut diperkuat oleh Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd., dari BPSDM Provinsi DKI Jakarta selaku fasilitator kolaborasi Pentahelix. Sementara sambutan turut disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPNVJ, Prof. Dr. Ir. Supriyanto, S.T., M.Sc., IPM dan Ketua Umum PJMI, H. Ismail Lutan.

Dalam pemaparannya, para narasumber sepakat bahwa kehadiran AI tidak bisa dihindari. Perkembangannya sangat cepat, sementara para siswa tumbuh dengan kemampuan teknologi yang semakin matang. Guru yang tidak ingin tertinggal, harus ikut berkembang.

Dr. Juwito Faisal secara khusus memotivasi para guru untuk produktif menulis. Menurutnya, AI justru dapat menjadi alat bantu untuk menghasilkan karya tulis berupa berita, artikel ilmiah hingga karya sastra. “Kami di PJMI membuka ruang publikasi bagi para guru. Kami siap memberikan pendampingan dan pelatihan,” ujarnya mengakhiri.*** (Septi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster

13 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Trending di RAGAM