Wartatrans.com, JAKARTA – Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memperketat pengawasan dan perawatan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) untuk mengantisipasi gangguan akibat sambaran petir, hujan deras, hingga pohon tumbang yang berpotensi menghambat perjalanan Commuter Line.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik pada jaringan kereta rel listrik (KRL), sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan di tengah meningkatnya risiko gangguan akibat cuaca ekstrem.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan jaringan LAA dan peralatan di gardu traksi telah dilengkapi sistem proteksi untuk mengurangi dampak sambaran petir terhadap infrastruktur kelistrikan perkeretaapian.
“Memasuki musim penghujan, kami meningkatkan pemeriksaan dan perawatan sistem proteksi petir pada jaringan LAA. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menjaga keandalan prasarana dan mendukung perjalanan Commuter Line yang aman dan lancar,” ujar Franoto.
Salah satu sistem pengamanan yang digunakan adalah Overhead Ground Wire (OHGW), yaitu kawat pelindung yang dipasang sepanjang jaringan LAA dan dihubungkan ke tanah melalui sistem pentanahan pada setiap tiang.
Selain itu, KAI memasang arrester atau perangkat pelindung lonjakan tegangan pada tiang jaringan LAA dengan jarak sekitar 500 meter. Sistem perlindungan juga tersedia di setiap gardu traksi melalui pemasangan penangkal petir dan arrester pada peralatan kelistrikan di dalam gardu.
Keberadaan perangkat tersebut bertujuan meminimalkan risiko kerusakan komponen kelistrikan, termasuk kabel feeder, messenger, dan kawat trolley, serta peralatan pendukung di gardu traksi akibat lonjakan tegangan yang dipicu sambaran petir.
Untuk memastikan seluruh sistem berfungsi optimal, KAI Daop 1 Jakarta melakukan perawatan rutin bulanan terhadap perangkat proteksi petir. Pemeriksaan juga mencakup penguatan dan perbaikan sistem pentanahan serta peningkatan intensitas pengawasan di wilayah yang rawan sambaran petir.
Perangkat yang mengalami penurunan kinerja akan ditindaklanjuti melalui perbaikan atau penggantian sesuai hasil pemeriksaan petugas. Peralatan yang menjadi perhatian meliputi arrester, penangkal petir, dan saluran OHGW.
“Pemeriksaan dan perawatan dilakukan untuk memastikan perangkat proteksi berfungsi dengan baik. Apabila ditemukan penurunan kinerja, petugas akan melakukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan di lapangan,” kata Franoto.
Selain ancaman sambaran petir, keberadaan pohon di sekitar jalur kereta api juga menjadi perhatian selama musim penghujan. Hujan deras dan angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang atau dahan patah hingga mengenai jaringan LAA dan mengganggu perjalanan kereta api.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, KAI mengajak masyarakat serta instansi yang memiliki atau mengelola pohon di sekitar jalur kereta api agar memeriksa kondisi pohon secara berkala. Pemangkasan dahan maupun penebangan pohon yang berisiko tumbang perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan.
Namun, penanganan pohon yang berada dekat jaringan listrik atau jalur kereta api harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan KAI. Koordinasi diperlukan untuk memastikan pekerjaan berlangsung aman dan tidak membahayakan petugas maupun masyarakat.
“Pada musim hujan, pohon yang rapuh atau dahannya terlalu dekat dengan jaringan LAA berisiko tumbang akibat hujan dan angin kencang. Kami mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mengantisipasi risiko tersebut dengan berkoordinasi bersama KAI sebelum melakukan penanganan,” ujar Franoto.
Di sisi lain, KAI Daop 1 Jakarta mengingatkan pelanggan Commuter Line agar turut mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas perjalanan. Pelanggan disarankan memantau informasi cuaca dan jadwal perjalanan melalui kanal resmi, serta menyediakan waktu tambahan untuk menuju stasiun.
Pelanggan juga diimbau membawa payung atau jas hujan, melindungi barang berharga dari air, dan menggunakan alas kaki yang tidak licin. Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat berjalan di area stasiun yang basah untuk menghindari risiko terpeleset.
KAI Daop 1 Jakarta menegaskan upaya pemeriksaan, perawatan, dan penguatan sistem pengamanan prasarana akan terus dilakukan sebagai bagian dari antisipasi gangguan selama musim penghujan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keandalan jaringan kelistrikan serta mendukung perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi pelanggan.(fahmi)



























