Wartatrans.com, JAKARTA – Rencana perkuat layanan angkutan logistik dengan kareta api (KA) di luar Pulau Jawa, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang investasi swasta untuk mengembangkan jalur rel.
Wilayah Sumatera menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk pengembangannya setelah ada jalur Lampung, Palembang, Padang, dan Medan yan eksisting.
“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, dan mendukung mengurangi angkutan barang dengan muatan berlebih dan dimensi berlebih atau over dimension over loading (ODOL) di jalan raya,” tutur
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Alan Tandiano di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Dikatakannya, pengembangan jalur KA logistik ini juga sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi distribusi barang di Indonesia.
“Kita sangat mendukung karena meningkatkan konektivitas. Dengan meningkatkan konektivitas, biaya logistik akan turun,” ungkapnya.
Belum lama ini, kunjungan kerja dilakukan Kemenhub ke Cina.
Hal itu juga dilakukan untuk mempelajari pengalaman perusahaan yang telah berinvestasi dalam pembangunan jalur kereta api khusus angkutan barang.
“Kunjungan tersebut tidak berfokus pada pabrik kereta, melainkan pada pengembang jalur KA yang memiliki pengalaman dalam membangun dan mengoperasikan jaringan logistik,” ujar dia.
Indonesia ingin memahami bagaimana jalur KA barang dapat menekan biaya distribusi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Alan menambahkan, pemerintah membuka kesempatan bagi investor untuk memilih wilayah yang dinilai layak secara finansial.
Selain Cina, Indonesia juga menawarkan peluang serupa kepada pihak dari negara lain yang memiliki kemampuan dan pengalaman di industri perkeretaapian.
“Kita berharap mereka bisa menghitung. Kalau memang mereka melihat proyek itu layak, mereka bisa masuk di mana saja di wilayah Indonesia,” katanya.
Beberapa wilayah di Indonesia dipertimbangkan untuk pengembangan jalur kereta logistik. Namun, belum menetapkan lokasi proyek secara definitif karena keputusan investasi akan bergantung pada kajian kelayakan dan perhitungan bisnis calon investor.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, pemerintah mengharapkan keterlibatan perusahaan swasta dalam pembangunan jalur KA barang ini, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan konektivitas logistik.
Di Sumatera, pemerintah berharap jaringan kereta api dapat terhubung lebih luas, termasuk dari Aceh hingga Lampung.
Pengembangan juga diharapkan dapat dilakukan di Sulawesi dan Kalimantan, sesuai dengan potensi angkutan barang serta kebutuhan masing-masing wilayah.
“Mana saja yang menurut mereka layak. Tergantung kebutuhan dan perhitungan mereka. Kalau masuk hitungannya, silakan,” kata Menhub
Penawaran kepada calon investor saat ini masih berada pada tahap penjajakan pasar atau market sounding.
Selanjutnya, pemerintah akan melihat bentuk kerja sama yang memungkinkan, dengan mengutamakan skema bisnis ke bisnis atau business-to-business (B2B).
Melalui skema tersebut, perusahaan dapat menghitung kebutuhan investasi, biaya pembangunan, pengoperasian, serta kemungkinan bekerja sama dengan mitra lain.
Pemerintah akan memberikan dukungan terhadap proyek yang dinilai layak dan bermanfaat bagi konektivitas nasional.
Alan mengungkapkan, sejumlah calon investor telah menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan jalur kereta logistik, termasuk kemungkinan di Papua.
“Namun, ketertarikan tersebut masih perlu ditindaklanjuti dengan kajian yang lebih terperinci sebelum dapat diwujudkan menjadi investasi,” imbuhnya. (omy)




























