Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

PERON

KAI Percepat Normalisasi Jalur Terdampak Banjir Sumatra untuk Menjaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

badge-check


 KAI Percepat Normalisasi Jalur Terdampak Banjir Sumatra untuk Menjaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan kondisi terkini perkeretaapian di wilayah Divre II Sumatera Barat, Divre I Sumatera Utara, dan lintas Aceh yang turut terdampak cuaca ekstrem serta banjir dalam beberapa hari terakhir.

Seluruh langkah penyesuaian operasional dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pelanggan dan memastikan jalur kembali aman sebelum operasional dibuka secara penuh.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa keselamatan merupakan prinsip utama yang menjadi dasar semua keputusan operasional KAI, khususnya ketika kondisi prasarana terdampak banjir dan gerusan air di bawah rel.

“Begitu terdapat indikasi gangguan seperti banjir, gogosan, atau pergerakan tanah di lintasan, KAI langsung menetapkan pembatasan hingga penghentian operasi. Perjalanan hanya dapat kembali dibuka setelah tim prasarana memastikan seluruh aspek jalur memenuhi standar keselamatan,” ujar Anne, Senin (1/12/2025).

Di wilayah Divre II Sumatera Barat, KAI memastikan bahwa lintas Duku–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah kembali beroperasi normal. Pada 28 November 2025 pukul 01.30 WIB, jalur tersebut dinyatakan aman dilalui setelah serangkaian pemeriksaan terhadap balas, bantalan, stabilitas tanah, dan drainase. Pengoperasian kereta api dimulai kembali dengan perjalanan pertama KA Minangkabau Ekspres relasi Stasiun Pulau Aie–Stasiun BIM. Petugas tetap disiagakan untuk memantau kondisi jalur, cuaca, dan potensi gangguan lanjutan.

KAI Divre II Sumbar juga meningkatkan kewaspadaan di lintas lain dengan pembersihan material pascabanjir, pemeriksaan kontur tanah, serta penguatan aliran drainase di sekitar jalur rel. Dengan normalnya jalur Duku–BIM, layanan transportasi berbasis rel di Sumatera Barat kembali dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, di wilayah Divre I Sumatera Utara, percepatan perbaikan jalur Medan–Binjai terus dilakukan setelah banjir mengakibatkan tiga titik gogosan, yaitu di km 8+3/4, km 9+5/8, dan km 15+5/6. Kondisi tersebut membuat jalur belum aman untuk dilalui kereta api. Saat ini, KAI melakukan penguatan jalur dengan penambahan dan pemadatan batu balas sebanyak 800 hingga 1.200 m³ yang dikirim dari Stasiun Bamban. Pekerjaan ini meliputi perbaikan struktur tanah, pemadatan, hingga pengembalian geometri jalur sesuai standar keselamatan.

Akibat kondisi tersebut, perjalanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai–Kualabingai masih dihentikan sementara. Total 20 perjalanan KA Srilelawangsa dibatalkan hingga seluruh jalur dinyatakan aman. Namun demikian, operasional KA Bandara relasi Medan–Bandara Kualanamu berlangsung normal dan tidak terdampak.

“KAI Group memohon maaf atas pembatalan perjalanan KA Srilelawangsa. Keselamatan tidak dapat ditawar, sehingga perjalanan hanya dapat dilayani bila jalur benar-benar aman. Pelanggan yang terdampak berhak menerima pengembalian bea 100 persen melalui mekanisme refund,” kata Anne.

Di lintas Aceh, banjir dan arus air yang deras menyebabkan kerusakan prasarana berupa 21 titik gogosan di petak jalan Krueng Geukueh–Bungkaih, 3 titik di petak Bungkaih–Krueng Mane, dan 3 titik lainnya di petak Krueng Mane–Geurugok. Kondisi ini membuat operasional KA Cut Meutia sementara dihentikan demi keselamatan. KAI bersama pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lain terus melakukan koordinasi untuk percepatan perbaikan, menunggu kondisi lapangan memungkinkan serta akses penanganan terbuka.

Anne menegaskan bahwa KAI melakukan upaya menyeluruh untuk memulihkan jalur di Aceh, termasuk penanganan titik-titik rawan, pembersihan material, serta penguatan struktur tanah di area terdampak. Pengawasan intensif dilakukan untuk memastikan setiap langkah perbaikan memenuhi standar keselamatan sebelum layanan kembali dibuka.

“Kami mengapresiasi seluruh petugas yang bekerja tanpa henti memulihkan jalur di Sumbar, Sumut, hingga Aceh. Mulai dari menambah batu balas, memperbaiki drainase, memadatkan tanah, hingga memantau kondisi elevasi rel dan debit air. Upaya ini kami lakukan agar saat layanan kembali dibuka, masyarakat mendapatkan perjalanan yang aman, andal, dan nyaman,” tambah Anne.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan operasional melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3-121, email cs@kai.id, aplikasi Access by KAI, serta akun media sosial resmi KAI dan operator terkait. Untuk pelanggan KA Srilelawangsa dan Cut Meutia, informasi refund dan pengaturan perjalanan dapat diperoleh melalui kanal resmi KAI Bandara atau Railink.

“Kami berterima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. KAI akan terus bekerja maksimal menormalkan seluruh jalur terdampak banjir demi memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan selamat,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

10 Oktober 2026 - 00:28 WIB

KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

9 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Enam Wilayah KAI Tumbuh Dua Digit, Aktivitas Pelanggan Capai 89,95 Juta

8 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT

8 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Perlintasan Tak Dijaga Dominasi Kecelakaan, KAI Perkuat Keselamatan

8 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Trending di PERON