Wartatrans.com, JAKARTA – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama manajemen KAI Services melakukan pertemuan dengan penumpang terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi pada Jumat (9/1) di Jakarta.
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya penyelesaian dan bentuk tanggung jawab perusahaan atas permasalahan yang terjadi.

Dalam pertemuan itu hadir Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik beserta jajaran, didampingi Vice President Customer Care PT KAI (Persero) Dian Anggraheni. Pertemuan berlangsung secara langsung dengan penumpang yang menjadi pelapor dugaan pelanggaran penggunaan data pribadi.
Pada kesempatan tersebut, pelanggan meminta KAI Services menindaklanjuti sejumlah hal, di antaranya menyampaikan pernyataan resmi tertulis yang mengakui adanya pelanggaran penggunaan data pribadi penumpang, memberikan klarifikasi tertulis terkait standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan, akses, dan pengawasan data pribadi, serta mengonfirmasi tindakan internal yang telah dilakukan terhadap pihak terkait. Pelanggan juga meminta penjelasan mengenai langkah perbaikan sistemik dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, serta komitmen perlindungan data pribadi penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab.
Pelapor menyampaikan bahwa pemberian sanksi terhadap oknum petugas KAI Services sepenuhnya diserahkan kepada manajemen KAI Services sebagai perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja.
Menanggapi hal tersebut, KAI Services menyatakan telah melaksanakan poin-poin komitmen yang diminta pelanggan. Perusahaan telah membuat pernyataan resmi terkait adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pekerja KAI Services atas dugaan penyalahgunaan data pribadi pelanggan, serta melakukan tindakan internal terhadap pelaku.
KAI Services juga menyatakan telah mengambil langkah-langkah perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, sekaligus menegaskan komitmen untuk melindungi data penumpang sebagai bagian dari layanan publik yang aman dan bertanggung jawab.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa pada Jumat tersebut KAI Services menempuh langkah damai dengan mengadakan pertemuan langsung dengan penumpang yang menjadi korban. Dalam pertemuan itu, manajemen menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan atas kejadian yang terjadi.
“Dalam pertemuan tersebut kami meminta maaf atas kejadian yang tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi,” ujar Nyoman Suardhita dalam pernyataan resminya, Jumat (9/1).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga kepercayaan pelanggan, KAI Services telah mengambil sejumlah langkah tegas. Manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan saat ini tengah melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksi disiplin tegas sesuai dengan aturan perusahaan akan diberikan untuk menegakkan ketentuan dan memberikan efek jera.
Selain itu, KAI Services juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap sistem akses data operasional serta memberikan edukasi ulang kepada seluruh personel frontliner mengenai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Nyoman menambahkan bahwa perlindungan data pribadi pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menegaskan KAI Services berkomitmen memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah terulangnya kejadian serupa, serta mengapresiasi kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan perbaikan layanan ke depan.(****)






















