Menu

Mode Gelap
Perpustakaan Sekolah di Banda Aceh Bergeliat, Buku Bermutu Diserbu Murid KAI Refund Penuh Tiket Terdampak Kecelakaan Bekasi Timur, 27 Perjalanan KA Direkayasa Kolaborasi Bahasa di Serambi Mekkah Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3% KSOP Cirebon Kerja Sama dengan 2 SMK, Tingkatkan Kualitas SDM Pelayaran 14 Penumpang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, KAI Buka Posko Informasi 14 Hari

PERON

Kaji KRL 24 Jam, Pengamat: “Keamanan, Efektivitas, dan Perawatan Harus Jadi Pertimbangan”

badge-check


 Kaji KRL 24 Jam, Pengamat: “Keamanan, Efektivitas, dan Perawatan Harus Jadi Pertimbangan” Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Terkait pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang akan mengkaji operasional Kereta Rel Listrik (KRL) selama 24 jam, pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus memberikan pandangannya.

Menurutnya, wacana tersebut perlu dikaji secara mendalam dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mengingat banyak aspek teknis dan operasional yang harus diperhatikan.

“Untuk saat ini, opsi tersebut perlu kajian yang lebih mendalam. Semua pihak pemangku kepentingan seperti Kemenhub, KAI, KCI serta stakeholder lainnya perlu duduk bersama karena harus mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Joni, Kamis (20/11/2025).

Joni menjelaskan, operasional KRL selama 24 jam berpotensi mengganggu waktu perawatan dan pemeliharaan sarana maupun prasarana perkeretaapian yang biasanya dilakukan pada tengah malam hingga dini hari.

“Periode di luar jam operasional sangat penting dan mutlak diperlukan untuk perawatan prasarana serta sarana perkeretaapian seperti jalan rel, sistem persinyalan, listrik aliran atas, dan rangkaian KRL itu sendiri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti efektivitas operasional dari sisi jumlah penumpang. Menurutnya, perlu ada analisa mendalam soal kebutuhan dan daya dukung operasional pada dini hari.

“Meski ada permintaan, KCI perlu mempertimbangkan bahwa ketika sudah lewat tengah malam, jumlah pengguna KRL sudah sedikit. Maka efektivitas operasional KRL 24 jam secara finansial dan SDM harus menjadi perhitungan yang matang,” kata Joni.

Fenomena banyaknya buruh yang menginap di Stasiun Cikarang juga menjadi perhatian. Ia menilai, KCI perlu memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan.

“KCI harus meningkatkan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi mereka yang terpaksa menginap di stasiun untuk menunggu KRL pertama keesokan harinya. Karena bagaimanapun juga mereka adalah pelanggan setia KRL dan stasiun mesti menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi pengguna KRL,” tutupnya.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Refund Penuh Tiket Terdampak Kecelakaan Bekasi Timur, 27 Perjalanan KA Direkayasa

28 April 2026 - 14:24 WIB

Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Kota Bekasi

28 April 2026 - 11:28 WIB

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 14 Orang Tewas dan 84 Luka

28 April 2026 - 09:34 WIB

KAI Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Ditanggung

28 April 2026 - 09:27 WIB

Dua Insiden Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 08:46 WIB

Menhub Dudy Sampaikan Duka Cita dan Kawal Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 08:01 WIB

KAI Sampaikan Duka Mendalam, Pastikan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Tertangani hingga Siagakan Posko Informasi

28 April 2026 - 03:28 WIB

4 Penumpang KRL Tewas dalam Tabrakan dengan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

28 April 2026 - 00:02 WIB

Dampak Kecelakaan KRL-KAJJ: Mendesak Audit Manajemen PT KAI!

27 April 2026 - 23:00 WIB

KRL Tertabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf

27 April 2026 - 22:49 WIB

Trending di PERON