Menu

Mode Gelap
Aksi Jujur Petugas Cleaning KAI Services Kembalikan Dompet Penumpang Tuai Pujian Netizen 5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

PERON

Kaji KRL 24 Jam, Pengamat: “Keamanan, Efektivitas, dan Perawatan Harus Jadi Pertimbangan”

badge-check


 Kaji KRL 24 Jam, Pengamat: “Keamanan, Efektivitas, dan Perawatan Harus Jadi Pertimbangan” Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Terkait pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang akan mengkaji operasional Kereta Rel Listrik (KRL) selama 24 jam, pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus memberikan pandangannya.

Menurutnya, wacana tersebut perlu dikaji secara mendalam dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mengingat banyak aspek teknis dan operasional yang harus diperhatikan.

“Untuk saat ini, opsi tersebut perlu kajian yang lebih mendalam. Semua pihak pemangku kepentingan seperti Kemenhub, KAI, KCI serta stakeholder lainnya perlu duduk bersama karena harus mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Joni, Kamis (20/11/2025).

Joni menjelaskan, operasional KRL selama 24 jam berpotensi mengganggu waktu perawatan dan pemeliharaan sarana maupun prasarana perkeretaapian yang biasanya dilakukan pada tengah malam hingga dini hari.

“Periode di luar jam operasional sangat penting dan mutlak diperlukan untuk perawatan prasarana serta sarana perkeretaapian seperti jalan rel, sistem persinyalan, listrik aliran atas, dan rangkaian KRL itu sendiri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti efektivitas operasional dari sisi jumlah penumpang. Menurutnya, perlu ada analisa mendalam soal kebutuhan dan daya dukung operasional pada dini hari.

“Meski ada permintaan, KCI perlu mempertimbangkan bahwa ketika sudah lewat tengah malam, jumlah pengguna KRL sudah sedikit. Maka efektivitas operasional KRL 24 jam secara finansial dan SDM harus menjadi perhitungan yang matang,” kata Joni.

Fenomena banyaknya buruh yang menginap di Stasiun Cikarang juga menjadi perhatian. Ia menilai, KCI perlu memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan.

“KCI harus meningkatkan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi mereka yang terpaksa menginap di stasiun untuk menunggu KRL pertama keesokan harinya. Karena bagaimanapun juga mereka adalah pelanggan setia KRL dan stasiun mesti menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi pengguna KRL,” tutupnya.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Jujur Petugas Cleaning KAI Services Kembalikan Dompet Penumpang Tuai Pujian Netizen

13 Juli 2026 - 16:23 WIB

5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon

13 Juli 2026 - 15:19 WIB

5 Kereta Api dengan Relasi Terjauh di Indonesia, Ada yang Tempuh Lebih dari 1.000 Kilometer

13 Juli 2026 - 09:29 WIB

KAI Group Layani 7,46 Juta Penumpang Kereta Bandara pada Semester I 2026

12 Juli 2026 - 21:21 WIB

Pergerakan Penumpang Tembus 78 Juta, KAI Kembangkan Peron Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta

12 Juli 2026 - 20:16 WIB

Pengguna Suite Class Compartment KAI Melonjak 64,76 Persen pada Semester I 2026

12 Juli 2026 - 19:48 WIB

Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun

12 Juli 2026 - 19:25 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN

11 Juli 2026 - 17:15 WIB

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

11 Juli 2026 - 15:27 WIB

Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026

11 Juli 2026 - 12:51 WIB

Trending di PERON