Menu

Mode Gelap
SEUSAMA PEDULI Serahkan Tali Kasih untuk M. Alif, Balita Korban Kecelakaan Saat Banjir Aceh Dinkes Kabupaten Bogor Buka Tiga Posko Kesehatan, Tangani Dampak Asap Kebakaran TPA Galuga Bakomstra Partai Demokrat Klarifikasi Anggapan AHY Sibuk Nyapres 2029 AirNav Indonesia Resmi Operasikan Jarkompenas Dari Bungbulang Menembus Pasar Ekspor, Gula Aren Susanti Dilirik Eksportir ASDP Pastikan Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai

PERON

Kaji KRL 24 Jam, Pengamat: “Keamanan, Efektivitas, dan Perawatan Harus Jadi Pertimbangan”

badge-check


 Kaji KRL 24 Jam, Pengamat: “Keamanan, Efektivitas, dan Perawatan Harus Jadi Pertimbangan” Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Terkait pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang akan mengkaji operasional Kereta Rel Listrik (KRL) selama 24 jam, pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus memberikan pandangannya.

Menurutnya, wacana tersebut perlu dikaji secara mendalam dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mengingat banyak aspek teknis dan operasional yang harus diperhatikan.

“Untuk saat ini, opsi tersebut perlu kajian yang lebih mendalam. Semua pihak pemangku kepentingan seperti Kemenhub, KAI, KCI serta stakeholder lainnya perlu duduk bersama karena harus mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Joni, Kamis (20/11/2025).

Joni menjelaskan, operasional KRL selama 24 jam berpotensi mengganggu waktu perawatan dan pemeliharaan sarana maupun prasarana perkeretaapian yang biasanya dilakukan pada tengah malam hingga dini hari.

“Periode di luar jam operasional sangat penting dan mutlak diperlukan untuk perawatan prasarana serta sarana perkeretaapian seperti jalan rel, sistem persinyalan, listrik aliran atas, dan rangkaian KRL itu sendiri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti efektivitas operasional dari sisi jumlah penumpang. Menurutnya, perlu ada analisa mendalam soal kebutuhan dan daya dukung operasional pada dini hari.

“Meski ada permintaan, KCI perlu mempertimbangkan bahwa ketika sudah lewat tengah malam, jumlah pengguna KRL sudah sedikit. Maka efektivitas operasional KRL 24 jam secara finansial dan SDM harus menjadi perhitungan yang matang,” kata Joni.

Fenomena banyaknya buruh yang menginap di Stasiun Cikarang juga menjadi perhatian. Ia menilai, KCI perlu memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan.

“KCI harus meningkatkan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi mereka yang terpaksa menginap di stasiun untuk menunggu KRL pertama keesokan harinya. Karena bagaimanapun juga mereka adalah pelanggan setia KRL dan stasiun mesti menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi pengguna KRL,” tutupnya.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dinkes Kabupaten Bogor Buka Tiga Posko Kesehatan, Tangani Dampak Asap Kebakaran TPA Galuga

8 September 2026 - 17:49 WIB

KAI Services Perpanjang Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta Kelola Loko Cafe Malioboro

8 September 2026 - 14:45 WIB

KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Retail, Volume Distribusi Barang Naik 17 Persen dalam Dua Tahun

8 September 2026 - 14:25 WIB

KAI Operasikan 9 KA Tambahan 8 September, Layani Rute Jakarta hingga Malang

8 September 2026 - 10:13 WIB

Perawatan KRL Intensif, KAI Commuter Sesuaikan 17 Perjalanan Jabodetabek

8 September 2026 - 09:52 WIB

KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor Kolaborasi Kembangkan Kawasan Stasiun Terintegrasi

7 September 2026 - 22:26 WIB

KAI Tambah Kapasitas Perjalanan KA untuk Penuhi Kebutuhan Mobilitas Pelanggan

7 September 2026 - 16:03 WIB

Meningkat, Arus Kedatangan KAJJ ke Jakarta Capai 37.389

7 September 2026 - 13:17 WIB

KAI Terapkan B50, Konsumsi BBM Kereta Capai 172,2 Juta Liter hingga Agustus 2026

7 September 2026 - 06:15 WIB

Ada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Volume Penumpang KA dari Daop 1 Jakarta Naik 16 Persen

6 September 2026 - 17:56 WIB

Trending di PERON