Menu ✖

Mode Gelap
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

KABIN

Kemenhub-Stakeholder Sinergi Tingkatkan Pengawasan Penerbangan di Papua

badge-check


 Kemenhub-Stakeholder Sinergi Tingkatkan Pengawasan Penerbangan di Papua Perbesar

 

Wartatrans.com,  SENTANI – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan X di Sentani, Papua, 17-18 November 2025.

Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah pengawasan serta memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan penerbangan di enam provinsi di Papua, terutama dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan konektivitas udara yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menegaskan, penguatan peran pengawasan teknis di Papua menjadi prioritas utama.

“Penting menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk memastikan proses sertifikasi dan standar layanan berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

“Papua memiliki karakteristik geografis dan operasional yang unik. Karena itu, kualitas pengawasan di wilayah ini harus dijalankan dengan ketelitian dan disiplin yang tinggi.”

Selain itu, Lukman juga menekankan pentingnya peran sentral penerbangan perintis penumpang dan kargo sebagai urat nadi konektivitas di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat dan laut.

Penetapan koordinator wilayah perintis untuk tahun 2025–2026 telah disesuaikan berdasarkan evaluasi kebutuhan masyarakat, tingkat keterisolasian, serta efektivitas subsidi agar layanan benar-benar menjangkau daerah yang membutuhkan.

Program ini, termasuk subsidi pengangkutan BBM bagi bandara tanpa depo, diarahkan untuk memastikan mobilitas penduduk, distribusi logistik, dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga.

“Setiap rupiah subsidi harus tepat sasaran. Program penerbangsn perintis penumpang dan kargo memastikan masyarakat Papua tetap memiliki akses pangan, layanan kesehatan, dan ruang untuk beraktivitas ekonomi,” imbuhnya.

Pada Rakorwil ini turut membahas sejumlah materi strategis yang menunjang efektivitas pengawasan penerbangan di Papua.

Paparan mengenai situasi dan kondisi keamanan terkini menjadi fokus awal, guna memastikan seluruh unit kerja memahami potensi risiko yang dapat memengaruhi operasional penerbangan serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mitigasinya.

Kemudian, materi terkait penanganan awal dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan juga diperdalam agar personel memahami alur pelaporan, prosedur penindakan awal, hingga mekanisme eskalasi kasus secara tepat.

Dengan pemahaman yang seragam, diharapkan setiap temuan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan sesuai koridor hukum.

Dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyelenggaraan penerbangan perintis dilakukan secara komprehensif, termasuk pemenuhan standar operasional, kesiapan armada, serta integritas pengawasan keselamatan.

“Hal ini bertujuan memastikan layanan perintis tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses yang sangat terbatas,” kata Lukman.

Tak lupa, Rakorwil juga menyoroti aspek kesehatan pegawai sebagai elemen penting dalam mendukung tugas pengawasan yang memiliki risiko operasional tinggi.

Kesiapan fisik dan mental pegawai dipandang sebagai bagian dari keseluruhan ekosistem keselamatan penerbangan.

Selain itu, penegasan mengenai tugas dan tanggung jawab PPPK turut diberikan, agar seluruh personel memahami peran strategisnya dalam meningkatkan efektivitas layanan publik.

Menutup rangkaian kegiatan Rakorwil, Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo berharap kolaborasi antara seluruh satuan kerja semakin solid sehingga kualitas pengawasan penerbangan di Papua terus meningkat.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, upaya menjaga keselamatan, keamanan, dan keterhubungan masyarakat Papua melalui transportasi udara diharapkan dapat berjalan semakin optimal,” tutur Achmad.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, para Kepala Otoritas Bandar Udara, serta Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara di wilayah Papua.

Kehadiran unsur TNI dan Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan penerbangan lainnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keberlangsungan layanan transportasi udara di Papua. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

26 September 2026 - 15:36 WIB

Bukaka Pasok 56 Garbarata Generasi Baru untuk Terminal 3 Changi

25 September 2026 - 21:31 WIB

Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax

24 September 2026 - 17:00 WIB

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla pada Penerbangan di Kalimantan

23 September 2026 - 03:52 WIB

6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

22 September 2026 - 15:37 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Pelita Air Bagikan Ratusan Tiket Nonton Gratis MotoGP di Mandalika

19 September 2026 - 13:19 WIB

Trending di EKOBIS