Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

KABIN

Kemenhub-Stakeholder Sinergi Tingkatkan Pengawasan Penerbangan di Papua

badge-check


 Kemenhub-Stakeholder Sinergi Tingkatkan Pengawasan Penerbangan di Papua Perbesar

 

Wartatrans.com,  SENTANI – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan X di Sentani, Papua, 17-18 November 2025.

Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah pengawasan serta memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan penerbangan di enam provinsi di Papua, terutama dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan konektivitas udara yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menegaskan, penguatan peran pengawasan teknis di Papua menjadi prioritas utama.

“Penting menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan, termasuk memastikan proses sertifikasi dan standar layanan berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

“Papua memiliki karakteristik geografis dan operasional yang unik. Karena itu, kualitas pengawasan di wilayah ini harus dijalankan dengan ketelitian dan disiplin yang tinggi.”

Selain itu, Lukman juga menekankan pentingnya peran sentral penerbangan perintis penumpang dan kargo sebagai urat nadi konektivitas di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat dan laut.

Penetapan koordinator wilayah perintis untuk tahun 2025–2026 telah disesuaikan berdasarkan evaluasi kebutuhan masyarakat, tingkat keterisolasian, serta efektivitas subsidi agar layanan benar-benar menjangkau daerah yang membutuhkan.

Program ini, termasuk subsidi pengangkutan BBM bagi bandara tanpa depo, diarahkan untuk memastikan mobilitas penduduk, distribusi logistik, dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga.

“Setiap rupiah subsidi harus tepat sasaran. Program penerbangsn perintis penumpang dan kargo memastikan masyarakat Papua tetap memiliki akses pangan, layanan kesehatan, dan ruang untuk beraktivitas ekonomi,” imbuhnya.

Pada Rakorwil ini turut membahas sejumlah materi strategis yang menunjang efektivitas pengawasan penerbangan di Papua.

Paparan mengenai situasi dan kondisi keamanan terkini menjadi fokus awal, guna memastikan seluruh unit kerja memahami potensi risiko yang dapat memengaruhi operasional penerbangan serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mitigasinya.

Kemudian, materi terkait penanganan awal dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan juga diperdalam agar personel memahami alur pelaporan, prosedur penindakan awal, hingga mekanisme eskalasi kasus secara tepat.

Dengan pemahaman yang seragam, diharapkan setiap temuan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan sesuai koridor hukum.

Dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyelenggaraan penerbangan perintis dilakukan secara komprehensif, termasuk pemenuhan standar operasional, kesiapan armada, serta integritas pengawasan keselamatan.

“Hal ini bertujuan memastikan layanan perintis tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses yang sangat terbatas,” kata Lukman.

Tak lupa, Rakorwil juga menyoroti aspek kesehatan pegawai sebagai elemen penting dalam mendukung tugas pengawasan yang memiliki risiko operasional tinggi.

Kesiapan fisik dan mental pegawai dipandang sebagai bagian dari keseluruhan ekosistem keselamatan penerbangan.

Selain itu, penegasan mengenai tugas dan tanggung jawab PPPK turut diberikan, agar seluruh personel memahami peran strategisnya dalam meningkatkan efektivitas layanan publik.

Menutup rangkaian kegiatan Rakorwil, Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo berharap kolaborasi antara seluruh satuan kerja semakin solid sehingga kualitas pengawasan penerbangan di Papua terus meningkat.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, upaya menjaga keselamatan, keamanan, dan keterhubungan masyarakat Papua melalui transportasi udara diharapkan dapat berjalan semakin optimal,” tutur Achmad.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, para Kepala Otoritas Bandar Udara, serta Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara di wilayah Papua.

Kehadiran unsur TNI dan Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan penerbangan lainnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keberlangsungan layanan transportasi udara di Papua. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indonesia Dorong Penguatan Konektivitas Udara ASEAN–China 

10 Juli 2026 - 18:19 WIB

Saat Asosiasi Maskapai Menanti Perubahan TBA dari Pemerintah

10 Juli 2026 - 11:37 WIB

Dukung Pertumbuhan Bisnis Penerbangan Nasional, INACA: Perlu Kebijakan Responsif!

9 Juli 2026 - 15:55 WIB

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5

8 Juli 2026 - 09:30 WIB

InJourney Airports Siapkan Bandara Husein jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

7 Juli 2026 - 12:05 WIB

Siapkah Penerbangan Indonesia Terapkan Konsep Bagasi Berbasis Jumlah Koper?

7 Juli 2026 - 11:44 WIB

Ditjen Hubud-DGAC Prancis Perbarui Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil

6 Juli 2026 - 06:49 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Pelita Air dan Patra Hotels Hadirkan PASPlus, bikin Libur Sekolah Makin Asik

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Trending di EKOBIS