Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

RAGAM

Lampu Penerang dari Reubee Telah Padam, Cahayanya Abadi di Hati Umat

badge-check


 Lampu Penerang dari Reubee Telah Padam, Cahayanya Abadi di Hati Umat Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Langit Aceh seakan redup di awal Ramadhan 1447 H. Di saat umat menyambut bulan suci dengan harap dan doa, Allah SWT memanggil pulang salah satu hamba terbaik-Nya, ulama kharismatik dari Reubee, Abu Bukhari bin Sanusi.

Berita wafatnya Abu Cek Reubee menyebar cepat. Dari rumah ke rumah, dari warung ke meunasah, dari Delima hingga pelosok Pidie. Ratusan masyarakat bergegas menuju rumah duka. Sebagian langsung menuju RSU Sigli, tak percaya bahwa sosok yang selama ini menjadi tempat bertanya dan meminta nasihat itu kini telah tiada.

Abu bukan sekadar ulama. Beliau adalah pelita.

Pelita yang menerangi persoalan faraidh ketika masyarakat bingung dalam pembagian warisan.Pelita yang menenangkan hati saat terjadi perselisihan.

Pelita yang tidak pernah meninggikan suara, namun ilmunya meninggikan derajatnya.

Sejak kecil beliau telah ditempa dalam kemandirian. Menimba ilmu di Dayah Lampoh Pande Reubee, lalu melanjutkan ke Dayah MUDI MESRA, di bawah bimbingan ulama besar Aceh seperti Abon Aziz Samalanga.

Di sana, beliau dikenal bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi karena adabnya. Takzimnya kepada guru membuatnya istimewa di mata para masyayikh.

Beliau terdepan saat gotong royong membangun dayah. Tangannya ikut mengangkat kayu, keringatnya jatuh demi tegaknya ilmu. Ilmu yang kini terus mengalir menjadi amal jariyah.

Puluhan tahun beliau mengabdi untuk umat. Mengajarkan faraidh, membimbing masyarakat, dan menjadi peneduh di tengah persoalan. Tanpa pamrih. Tanpa mencari pujian.

Dan Allah memilih 1 Ramadhan sebagai waktu kepulangannya.

Betapa indah waktu yang Allah pilih untuk seorang hamba yang hidupnya dihabiskan untuk agama.
Aceh kehilangan satu cahaya.

Pidie kehilangan satu guru.
Reubee kehilangan satu ayah bagi umat.

Namun sungguh, ulama tidak pernah benar-benar pergi.

Ilmunya hidup.
Doanya hidup.
Didikannya hidup dalam santri dan masyarakat.
Semoga Allah melapangkan kubur beliau, menjadikannya taman dari taman-taman surga, mengampuni segala khilafnya, dan mengumpulkannya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Al-Fatihah untuk Abu Cek Reubee. (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase

30 September 2026 - 02:39 WIB

Trending di RAGAM