Menu

Mode Gelap
Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

RAGAM

Lampu Penerang dari Reubee Telah Padam, Cahayanya Abadi di Hati Umat

badge-check


 Lampu Penerang dari Reubee Telah Padam, Cahayanya Abadi di Hati Umat Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Langit Aceh seakan redup di awal Ramadhan 1447 H. Di saat umat menyambut bulan suci dengan harap dan doa, Allah SWT memanggil pulang salah satu hamba terbaik-Nya, ulama kharismatik dari Reubee, Abu Bukhari bin Sanusi.

Berita wafatnya Abu Cek Reubee menyebar cepat. Dari rumah ke rumah, dari warung ke meunasah, dari Delima hingga pelosok Pidie. Ratusan masyarakat bergegas menuju rumah duka. Sebagian langsung menuju RSU Sigli, tak percaya bahwa sosok yang selama ini menjadi tempat bertanya dan meminta nasihat itu kini telah tiada.

Abu bukan sekadar ulama. Beliau adalah pelita.

Pelita yang menerangi persoalan faraidh ketika masyarakat bingung dalam pembagian warisan.Pelita yang menenangkan hati saat terjadi perselisihan.

Pelita yang tidak pernah meninggikan suara, namun ilmunya meninggikan derajatnya.

Sejak kecil beliau telah ditempa dalam kemandirian. Menimba ilmu di Dayah Lampoh Pande Reubee, lalu melanjutkan ke Dayah MUDI MESRA, di bawah bimbingan ulama besar Aceh seperti Abon Aziz Samalanga.

Di sana, beliau dikenal bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi karena adabnya. Takzimnya kepada guru membuatnya istimewa di mata para masyayikh.

Beliau terdepan saat gotong royong membangun dayah. Tangannya ikut mengangkat kayu, keringatnya jatuh demi tegaknya ilmu. Ilmu yang kini terus mengalir menjadi amal jariyah.

Puluhan tahun beliau mengabdi untuk umat. Mengajarkan faraidh, membimbing masyarakat, dan menjadi peneduh di tengah persoalan. Tanpa pamrih. Tanpa mencari pujian.

Dan Allah memilih 1 Ramadhan sebagai waktu kepulangannya.

Betapa indah waktu yang Allah pilih untuk seorang hamba yang hidupnya dihabiskan untuk agama.
Aceh kehilangan satu cahaya.

Pidie kehilangan satu guru.
Reubee kehilangan satu ayah bagi umat.

Namun sungguh, ulama tidak pernah benar-benar pergi.

Ilmunya hidup.
Doanya hidup.
Didikannya hidup dalam santri dan masyarakat.
Semoga Allah melapangkan kubur beliau, menjadikannya taman dari taman-taman surga, mengampuni segala khilafnya, dan mengumpulkannya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Al-Fatihah untuk Abu Cek Reubee. (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal

1 Juli 2026 - 17:50 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Catatan Halimah Munawir: Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Hadir di Setiap Langkah Anak

1 Juli 2026 - 14:25 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

1 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kota Subulussalam Dilanda Defisit Anggaran, Kinerja Pemko dan DPRK Dipertanyakan

1 Juli 2026 - 12:14 WIB

Rentenir Berkedok Koperasi Disebut Kembali Marak di Kota Langsa, Warga Minta Penindakan

1 Juli 2026 - 12:02 WIB

Miris, Dua Perangkat Desa Sungai Pauh Firdaus Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa SP 1 & 2 Diberhentikan

1 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Trending di OLAH RAGA