Menu ✖

Mode Gelap
Pemerintah Perkuat Dukungan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi PELNI Raih Penghargaan Excellence in National Maritime Connectivity Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

PERON

Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang

badge-check


 Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Jejak perkeretaapian di Lampung yang telah berusia lebih dari satu abad terus berlanjut sebagai tulang punggung transportasi dan logistik di Sumatra bagian selatan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan kereta api di wilayah Lampung–Sumatra Selatan melayani 498.104 penumpang serta mengangkut 11,44 juta ton barang sepanjang Januari–Mei 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sejarah panjang rel di Lampung menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas kawasan, sejalan dengan arah pengembangan sistem perkeretaapian nasional.

“Sejarah rel di Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses. Dari jalur hasil bumi, pelabuhan, hingga pusat permukiman, kereta api membentuk konektivitas yang sampai hari ini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekonomi wilayah,” ujar Anne.

Jalur kereta api di Lampung mulai dibangun pada 1911 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS). Awalnya, jaringan tersebut menghubungkan Tanjungkarang dengan wilayah penghasil komoditas di Sumatra Selatan, sebelum berkembang hingga terkoneksi dengan Pelabuhan Panjang dan Tarahan sebagai jalur distribusi hasil bumi, batu bara, serta kebutuhan industri.

Saat ini, KAI mengoperasikan jaringan rel sepanjang 451,280 kilometer spoor (km’sp) di wilayah Lampung dan sebagian Sumatra Selatan, dengan 47 stasiun aktif. Jalur tersebut membentang dari Bandar Lampung hingga Prabumulih, menghubungkan kawasan permukiman, industri, dan pelabuhan.

Pada layanan penumpang, KAI mengoperasikan KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati dan KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja pulang pergi. Selama lima bulan pertama 2026, KA Rajabasa melayani 185.167 pelanggan, sedangkan KA Kuala Stabas melayani 312.937 pelanggan, sehingga total mencapai 498.104 pelanggan.

Di sektor logistik, KAI mengangkut 11.437.080 ton barang melalui 4.029 perjalanan kereta barang. Angkutan batu bara dari Tanjung Enim Baru menuju Tarahan masih mendominasi dengan volume 11.280.793 ton. Selain itu, KAI juga mengangkut semen zak sebanyak 83.680 ton, BBM 52.593 ton, dan semen curah 20.014 ton.

Menurut Anne, besarnya volume angkutan tersebut menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu gerbang logistik utama di Sumatra bagian selatan.

“Potensi Lampung perlu dibaca dari peta konektivitasnya. Di sana terdapat pelabuhan, sentra industri, lintas penumpang, dan jalur barang dengan volume besar. Ketika rel diperkuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang lebih efisien, mobilitas masyarakat yang lebih mudah, dan daya saing wilayah yang semakin baik,” katanya.

KAI menilai penguatan jaringan rel di Lampung ke depan akan difokuskan pada peningkatan logistik energi, distribusi bahan bangunan, konektivitas pelabuhan, serta layanan penumpang lintas Lampung–Sumatra Selatan.

“KAI terus memperkuat keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan agar sejarah panjang rel di Lampung memberi manfaat yang semakin relevan. Kereta api bukan cerita masa lalu semata, melainkan bagian dari cara wilayah tumbuh, masyarakat terhubung, dan ekonomi bergerak lebih efisien,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar

6 November 2026 - 18:28 WIB

Pastikan Keselamatan Kereta Jelang Nataru, Bobby Rasyidin Tinjau Perlintasan Daop 6

6 November 2026 - 13:50 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, Keberangkatan KA dari Gambir Bertambah Jadi 45 Perjalanan

6 November 2026 - 13:04 WIB

KAI Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Bobby Rasyidin Pastikan Pengadaan Kereta Baru

6 November 2026 - 07:30 WIB

Lawang Sewu dan Museum Ambarawa Tarik 2,1 Juta Pengunjung, KAI Dorong Wisata Sejarah

6 November 2026 - 06:12 WIB

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Trending di PERON