Menu

Mode Gelap
Pertemuan Penyair Nusantara XIV (PPN XIV) Aceh 2026: Puisi untuk Kemanusiaan AirNav Pimpin Forum Strategis ICAO Asia Pasifik, Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Penerbangan Regional Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang Pertamax Naik, Penjualan BEV Stagnan: 3 Alasan Hybrid Justru Masih Juara  Proyeksi 9 Rombel Sekolah Rakyat Bekasi: Solusi Cepat atau Tambal Sulam Pendidikan?  Jelang Liburan Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Perawatan Jalan Tol

PERON

Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang

badge-check


 Lebih Seabad Rel Lampung, KAI Catat 498 Ribu Penumpang dan 11,44 Juta Ton Angkutan Barang Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Jejak perkeretaapian di Lampung yang telah berusia lebih dari satu abad terus berlanjut sebagai tulang punggung transportasi dan logistik di Sumatra bagian selatan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan kereta api di wilayah Lampung–Sumatra Selatan melayani 498.104 penumpang serta mengangkut 11,44 juta ton barang sepanjang Januari–Mei 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sejarah panjang rel di Lampung menjadi fondasi penting dalam memperkuat konektivitas kawasan, sejalan dengan arah pengembangan sistem perkeretaapian nasional.

“Sejarah rel di Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses. Dari jalur hasil bumi, pelabuhan, hingga pusat permukiman, kereta api membentuk konektivitas yang sampai hari ini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekonomi wilayah,” ujar Anne.

Jalur kereta api di Lampung mulai dibangun pada 1911 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS). Awalnya, jaringan tersebut menghubungkan Tanjungkarang dengan wilayah penghasil komoditas di Sumatra Selatan, sebelum berkembang hingga terkoneksi dengan Pelabuhan Panjang dan Tarahan sebagai jalur distribusi hasil bumi, batu bara, serta kebutuhan industri.

Saat ini, KAI mengoperasikan jaringan rel sepanjang 451,280 kilometer spoor (km’sp) di wilayah Lampung dan sebagian Sumatra Selatan, dengan 47 stasiun aktif. Jalur tersebut membentang dari Bandar Lampung hingga Prabumulih, menghubungkan kawasan permukiman, industri, dan pelabuhan.

Pada layanan penumpang, KAI mengoperasikan KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati dan KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja pulang pergi. Selama lima bulan pertama 2026, KA Rajabasa melayani 185.167 pelanggan, sedangkan KA Kuala Stabas melayani 312.937 pelanggan, sehingga total mencapai 498.104 pelanggan.

Di sektor logistik, KAI mengangkut 11.437.080 ton barang melalui 4.029 perjalanan kereta barang. Angkutan batu bara dari Tanjung Enim Baru menuju Tarahan masih mendominasi dengan volume 11.280.793 ton. Selain itu, KAI juga mengangkut semen zak sebanyak 83.680 ton, BBM 52.593 ton, dan semen curah 20.014 ton.

Menurut Anne, besarnya volume angkutan tersebut menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu gerbang logistik utama di Sumatra bagian selatan.

“Potensi Lampung perlu dibaca dari peta konektivitasnya. Di sana terdapat pelabuhan, sentra industri, lintas penumpang, dan jalur barang dengan volume besar. Ketika rel diperkuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang lebih efisien, mobilitas masyarakat yang lebih mudah, dan daya saing wilayah yang semakin baik,” katanya.

KAI menilai penguatan jaringan rel di Lampung ke depan akan difokuskan pada peningkatan logistik energi, distribusi bahan bangunan, konektivitas pelabuhan, serta layanan penumpang lintas Lampung–Sumatra Selatan.

“KAI terus memperkuat keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan agar sejarah panjang rel di Lampung memberi manfaat yang semakin relevan. Kereta api bukan cerita masa lalu semata, melainkan bagian dari cara wilayah tumbuh, masyarakat terhubung, dan ekonomi bergerak lebih efisien,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pertama Beroperasi, KA Pandalungan 2 Angkut 390 Penumpang dari Daop 1 Jakarta

18 Juni 2026 - 15:05 WIB

331 Ribu Tiket Diskon KA 30 Persen Ludes Terjual, KAI Masih Sediakan 843 Ribu Kursi untuk Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 11:18 WIB

Kuliner Kereta Tebar Promo Sambut Operasional Perdana KA Pandalungan 2

18 Juni 2026 - 11:11 WIB

KAI Tingkatkan Kenyamanan KA Rajabasa, Gunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi Mulai 4 Juli

18 Juni 2026 - 00:53 WIB

KAI Commuter dan Coca-Cola Hadirkan Instalasi Tematik FIFA World Cup 2026 di KRL

17 Juni 2026 - 15:07 WIB

KAI Layani 24,37 Juta Pelanggan Kereta Api sampai Mei 2026, Hubungkan Pusat Ekonomi, Pendidikan, Wisata, hingga Keluarga di Jawa serta Sumatra

17 Juni 2026 - 14:16 WIB

Libur Tahun Baru Islam, Penjualan Tiket Whoosh Tembus 10.736, Arus Balik Bandung-Jakarta Mulai Terlihat

17 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Perkuat Peran Rel Sumatera Selatan, Layani 2,31 Juta Penumpang dan 11,66 Juta Ton Barang

17 Juni 2026 - 06:58 WIB

KAI Angkut 26,49 Juta Ton Barang, Perkuat Efisiensi Logistik Nasional

17 Juni 2026 - 04:35 WIB

Penumpang Stasiun Ngunut Naik 11,73 Persen, KAI Sebut Tetap Jadi Andalan Mobilitas Warga

16 Juni 2026 - 22:31 WIB

Trending di PERON