Menu

Mode Gelap
Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

PERON

Naik KA Rp4.000 ke Stasiun Pasarnguter, Wisatawan Bisa Menikmati Jamu Tradisional Khas Nguter

badge-check


 Naik KA Rp4.000 ke Stasiun Pasarnguter, Wisatawan Bisa Menikmati Jamu Tradisional Khas Nguter Perbesar

Wartatrans.com, SUKOHARJO – Menghabiskan akhir pekan tak selalu harus pergi ke destinasi wisata yang jauh. Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, masyarakat bisa menikmati pengalaman berbeda dengan berkunjung ke Pasar Jamu Nguter, sentra jamu tradisional yang mudah dijangkau menggunakan kereta api melalui Stasiun Pasarnguter.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan KA Batara Kresna bertarif hanya Rp4.000 untuk menikmati suasana pedesaan sekaligus mencicipi aneka jamu tradisional yang menjadi identitas kawasan Nguter.

Meski berukuran relatif kecil, Stasiun Pasarnguter memiliki peran penting sebagai akses menuju Pasar Jamu Nguter, salah satu pusat perdagangan jamu, tanaman herbal, dan rempah-rempah yang telah lama menjadi penggerak ekonomi masyarakat Sukoharjo.

Setibanya di stasiun, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju pasar untuk menikmati beragam racikan jamu tradisional, melihat aktivitas para pedagang, hingga mengenal lebih dekat proses perdagangan herbal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan Stasiun Pasarnguter memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan pusat aktivitas ekonomi dan budaya masyarakat.

“Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter. Di sekitar stasiun terdapat pasar jamu, para perajin, pedagang, keluarga, hingga wisatawan yang menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah. KAI ingin layanan kereta api hadir semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat seperti ini,” ujar Anne.

Berdasarkan data BPS Kecamatan Nguter Dalam Angka 2025, Kecamatan Nguter memiliki jumlah penduduk sebanyak 56.015 jiwa. Sebanyak 37.997 jiwa atau mayoritas penduduk berada pada usia produktif 15–64 tahun yang aktif bekerja, berdagang, bertani, hingga menjalankan usaha keluarga.

Potensi ekonomi Nguter juga didukung sektor pertanian dan tanaman biofarmaka. BPS mencatat produksi cabai rawit mencapai 1.240 kuintal, kunyit sebanyak 287.500 kilogram, serta mangga mencapai 13.530 kuintal sepanjang 2024. Komoditas tersebut menjadi bagian penting dari rantai pasok bahan baku jamu tradisional.

Menurut Anne, keberadaan stasiun di dekat pusat aktivitas masyarakat memberikan manfaat yang luas, baik bagi pelaku usaha maupun wisatawan.

“Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya akan dirasakan banyak pihak. Pedagang lebih mudah bepergian, keluarga memiliki pilihan transportasi yang terjangkau, dan wisatawan dapat mengunjungi destinasi lokal dengan lebih praktis. Inilah peran kereta api dalam mendukung ekonomi masyarakat dari skala mikro,” katanya.

Perjalanan menuju Stasiun Pasarnguter dapat ditempuh menggunakan KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri dengan tarif hanya Rp4.000. Selama perjalanan, penumpang akan disuguhi pemandangan khas Solo hingga hamparan hijau wilayah Sukoharjo menuju Nguter dan Wonogiri.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Stasiun Pasarnguter melayani 1.805 pelanggan naik dan 1.201 pelanggan turun, sehingga total pergerakan penumpang mencapai 3.006 orang. Angka tersebut menunjukkan stasiun ini tetap menjadi simpul mobilitas masyarakat, mulai dari pedagang, petani, pelajar, hingga wisatawan yang beraktivitas di kawasan Solo Raya.

Selain menjadi akses transportasi, Stasiun Pasarnguter juga semakin penting setelah budaya Jamu Wellness Culture diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2023. Pengakuan tersebut semakin mengukuhkan Nguter sebagai salah satu kawasan yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi herbal Indonesia.

“KAI akan terus menjaga layanan di Stasiun Pasarnguter agar tetap aman, nyaman, dan mudah diakses. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan kereta api untuk menikmati perjalanan akhir pekan, mengenal potensi daerah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi warga Sukoharjo,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000

15 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan

15 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR