Menu

Mode Gelap
Dirut KAI Dampingi Menteri PKP dan COO Danantara Tinjau Kawasan Bantaran Rel, Percepatan Inventarisasi dan Penataan Dijalankan Lebih 32 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Motor Hasil Pencurian Pada Pemilik ASDP Jaga Layanan Lintas Sumatera-Jawa-Bali di Libur Long Weekend Paskah Kemenhub Apresiasi Operator Kendaraan Angkutan Barang yang Tertib Aturan Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

Uncategorized

Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

badge-check


 Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perupa Yahya TS kembali menggelar pameran tunggal bertajuk “Betawie Punye Yahye” di Ruang Darmin, Jalan Duren Tiga No. 7e, Kalibata, Jakarta Selatan. Pameran yang dibuka pada Sabtu, 4 April 2026 itu berlangsung hingga 15 April mendatang. Pembukaannya dilakukan oleh Neno Warisman, dengan kurasi Semut Prasidha.

Agenda ini menjadi bagian dari perayaan 40 tahun HIPTA. Organisasi yang kini dipimpin Dedi Yusmen itu menandai empat dekade kiprahnya sebagai ruang temu dan dialog para pelukis di Jakarta.

Dalam pameran ini, Yahya menampilkan 13 karya. Tema yang diangkat berpusat pada identitas dan dinamika budaya Betawi. Ia mengolahnya melalui pendekatan visual yang ekspresif, menghadirkan figur, suasana, serta simbol keseharian dalam tafsir personal.

Pembukaan oleh Neno Warisman memberi penekanan tersendiri pada arah pembacaan pameran. Dalam sambutannya, Neno menyoroti pentingnya seni sebagai medium perawatan identitas. Ia menilai karya-karya Yahya tidak berhenti pada nostalgia, melainkan menghidupkan kembali ingatan kultural dalam konteks kota yang terus berubah.

Menurut Neno, kekuatan pameran ini terletak pada kemampuannya menjembatani masa lalu dan masa kini. Ia melihat ada upaya sadar untuk menjaga memori kolektif Betawi tetap hadir di tengah tekanan modernitas Jakarta. “Ini bukan sekadar lukisan, tetapi cara merawat ingatan bersama,” ujarnya.

Ia juga menilai pendekatan ekspresif Yahya menghadirkan kejujuran visual yang membuat karya-karya tersebut terasa dekat. Dalam pandangannya, kejujuran itu justru menjadi daya tarik utama, terutama bagi generasi muda yang tidak mengalami langsung lanskap Betawi lama.

Sementara itu, kurator Semut Prasidha menyebut karya Yahya sebagai upaya merawat memori sekaligus membangun bahasa visual yang intuitif. Ia menilai setiap kanvas menjadi ruang pertemuan antara nostalgia dan realitas kontemporer.

Pameran ini dibuka untuk umum. Selain sebagai ruang apresiasi, “Betawie Punye Yahye” juga menawarkan refleksi tentang posisi budaya Betawi dalam lanskap seni rupa Indonesia hari ini.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

5 April 2026 - 08:15 WIB

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional

3 April 2026 - 12:27 WIB

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia

3 April 2026 - 05:26 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Trending di RAGAM