Wartatrans.com, JAKARTA — Di balik perjalanan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia yang kini memasuki usia ke-12 tahun, ada peran-peran yang bekerja tanpa banyak sorotan. Salah satunya datang dari Nina Septiana Nugroho.
Ia bukan sekadar anggota. Di mata pengurus, Nina adalah sosok yang konsisten menjaga komitmen sekaligus menghadirkan kepedulian nyata bagi organisasi.

Sejak awal bergabung, Nina mengaku telah menanamkan komitmen pribadi. Ajakan Ketua Umum FORWAN, Sutrisno “Buyil”, ia sambut dengan kesungguhan untuk turut membangun organisasi.
“Saya berusaha memegang komitmen. Ketika sudah menyatakan siap bergabung, saya ingin ikut membangun FORWAN. Apa yang bisa saya bantu, akan saya lakukan semaksimal mungkin,” kata Nina.
Komitmen itu diterjemahkan dalam tindakan konkret. Tanpa diminta, ia menggagas pembuatan seragam pengurus untuk dua periode sekaligus, 2021–2025 dan 2025–2029. Ia juga aktif mendukung berbagai kegiatan, termasuk penyediaan kebutuhan fashion dalam ajang Anugerah Kartini Musik dan Film 2025 serta forum diskusi perempuan di industri musik dan film.
Bagi Buyil, kontribusi Nina sering kali tampak sederhana, tetapi berdampak besar. Ia mencontohkan, pada malam puncak Anugerah Kartini Musik dan Film 2025, Nina secara spontan menyediakan ratusan air mineral bagi tamu undangan.
“Yang diberikan Mbak Nina mungkin terlihat kecil, tapi manfaatnya besar,” ujar Buyil.
Dalam momen lain, Nina menyiapkan 11 tumpeng mini saat ulang tahun FORWAN—menyesuaikan usia organisasi. Bahkan, ketika FORWAN menghadapi keterbatasan dana untuk menggelar acara buka puasa bersama, Nina menawarkan bantuan penuh, termasuk menjadikan kediamannya sebagai lokasi acara.
Kepedulian serupa kembali terlihat dalam kegiatan halal bihalal. Nina menyediakan tempat di Humble Baker, usaha milik keluarganya, untuk mendukung terselenggaranya acara.
Buyil mengakui, dedikasi semacam itu sulit diukur dengan kata-kata.
“Pengorbanan Mbak Nina untuk FORWAN luar biasa. Saya sampai kehabisan kata-kata melihat kebaikannya,” ujarnya.
Di tengah dinamika organisasi, kehadiran Nina menunjukkan bahwa kekuatan FORWAN tidak hanya bertumpu pada struktur formal, melainkan juga pada ketulusan individu yang bekerja di belakang layar.*** (Buyil)





























