Wartatrans.com, JAKARTA – Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-14 tahun 2026 mendapat perhatian dari penyair dan budayawan mancanegara yang berasal dari empat benua, yakni Eropa, Amerika, Asia, dan Afrika.
Ucapan selamat untuk perhelatan HPI disampaikan melalui rekaman video oleh sejumlah penyair dan budayawan dari berbagai negara. Pesan-pesan tersebut kemudian dihimpun dan ditayangkan pada layar besar yang menjadi backdrop panggung perhelatan Hari Puisi Indonesia di Graha Utama, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta Pusat.

Kehadiran suara penyair dari berbagai belahan dunia tersebut dinilai menjadi penanda bahwa puisi memiliki kekuatan untuk membangun jembatan kebudayaan lintas negara.
Memiliki Hari Puisi bagi sebuah negara juga dinilai sebagai salah satu penanda prestise kebudayaan. Hal itu menunjukkan ketinggian peradaban, kuatnya identitas budaya, serta kemampuan suatu bangsa dalam merawat bahasa dan kekayaan literaturnya.
Di Amerika Serikat, misalnya, puisi bahkan dipandang memiliki peran sebagai sarana penyembuhan sosial, sekaligus ruang untuk menyuarakan berbagai persoalan kemanusiaan.
Yayasan Hari Puisi, sebagai penyelenggara Hari Puisi Indonesia sejak 2013, berharap perhelatan tahunan ini tidak hanya menjadi ruang perayaan sastra di dalam negeri, tetapi juga berkembang menjadi jembatan kultural yang mempererat hubungan Indonesia dengan dunia internasional.
Harapan tersebut juga disampaikan oleh para penyair mancanegara yang mengirimkan ucapan selamat. Mereka berharap puisi dapat menjadi rantai koneksi yang kuat bagi para penyair di seluruh dunia untuk bersama-sama menyuarakan keadilan, kesetaraan gender, kemanusiaan, sekaligus menyebarkan semangat cinta kasih.
Pesan tersebut datang antara lain dari Alvaro Maio dan Isilda Nunes dari Portugal; Sayeeda Sharmin dan Shikdar Mohammed Kibriah dari Bangladesh; Maja Milojkovic dan Emir Sokolovic dari Serbia; Dimitris P. Kraniotis dari Yunani; Abdukakhor Kosimov Sattorovich dari Tajikistan; Rozalia Alexandrova dari Bulgaria; Bilal Al-Masri dari Lebanon; Luz Maria Lopez dari Puerto Rico; Jasmine Sfiligoj dari Kroasia; Zlatan Demirovic dari Amerika Serikat; Manoj Krishnan dari India; Barbaros Irdelmen dari Turki; serta Folajimi Notch Shoaga dari Nigeria.
Koordinator relasi Indonesia dengan penyair luar negeri, Ewith Bahar, mengatakan hubungan kebudayaan tersebut ke depan dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaborasi internasional.
“Ke depan bisa saja relasi tersebut diperkuat dengan saling kunjungan, program residensi dan sebagainya,” ujar Ewith.
Menurutnya, berbagai program tersebut nantinya dapat menjadi ruang perjumpaan dan pertukaran gagasan bagi penyair Indonesia dengan penyair dari berbagai negara.
Program-program tersebut juga diharapkan terbuka bagi para penyair di Indonesia melalui mekanisme yang akan ditentukan kemudian.
Dengan demikian, Hari Puisi Indonesia tidak hanya menjadi perayaan atas kekayaan bahasa dan sastra Indonesia, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang diplomasi budaya yang mempertemukan penyair lintas bangsa melalui kekuatan puisi.*** (Septi)






























