Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

ANJUNGAN

Pelabuhan Lhokseumawe Titik Simpul Pemulihan Aceh

badge-check


 Pelabuhan Lhokseumawe Titik Simpul Pemulihan Aceh Perbesar

Wartatrans.com, LHOKSEUMAWE – Pelabuhan Lhokseumawe atau yang biasa dikenal dengan Pelabuhan Krueng Geukueh yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Lhokseumawe menjadi simpul utama distribusi bantuan logistik menuju sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir di wilayah Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan, Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe melakukan koordinasi dan konsolidasi lintas instansi, meliputi: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe melalui DanPos KP3 Pelabuhan, Danramil, Kominfo Kota Lhokseumawe, DanPos Lanal Pelabuhan, pemerintah daerah, serta Basarnas. Upaya bersama ini dilakukan untuk memetakan jalur distribusi, memenuhi kebutuhan mendesak, serta mempercepat pemulihan situasi pasca banjir.

Koordinasi intensif tersebut menegaskan pentingnya menjaga pelabuhan tetap berfungsi sebagai jalur logistik yang aman dan lancar. Mobilisasi beras, obat-obatan, peralatan evakuasi, serta kebutuhan darurat lainnya saat ini dipusatkan di terminal pelabuhan sebagai langkah percepatan bantuan ke masyarakat terdampak.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman menyampaikan bahwa pihaknya terus bersiaga penuh sejak banjir meluas.

“Sejak banjir meluas, seluruh tim kami siap siaga 24 jam untuk memastikan dermaga, peralatan bongkar muat, dan rantai logistik berjalan optimal. Di masa krisis seperti ini, pelabuhan bukan hanya infrastruktur, tetapi pusat kendali kemanusiaan. Kami berdiri bersama seluruh instansi untuk memastikan Aceh pulih lebih cepat dan logistik bisa segera didistribusikan kepada masyarakat,” terang Aulia Rahman.

Sejumlah kapal bantuan dan pendukung misi kemanusaiaan telah tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kapal Negara (KN) SAR Purworejo 101 sandar pada Minggu (30/11) pukul 06.00 WIB dengan membawa 60 personel yang diterjunkan untuk mendukung operasi evakuasi di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Kapal Express Bahari 2F berangkat dari Malahayati dan sandar di Pelabuhan Krueng Geukueh pada Minggu (30/11) pukul 19.00 WIB, membawa logistik berupa sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir. Kemudian disusul dengan kapal kayu yang membawa bantuan logistik dari DPRK Aceh yang tiba di Krueng Geukueh pada Senin (1/12).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pelabuhan kini menjadi titik vital untuk menyalurkan bantuan ke Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. “Distribusi bantuan tidak memungkinkan dilakukan lewat darat. Karena itu Pelabuhan Krueng Geukueh dimaksimalkan sebagai jalur utama,” ujar Tito di sela-sela meninjau Pelabuhan Krueng Geukueh pada Minggu (30/11).

Sementara itu, kedatangan Kapal Express Bahari 2F disambut oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem pada Minggu (30/11). Setelah tiba di Krueng Geukueh, langsung dilakukan proses penurunan muatan oleh petugas dibantu relawan.

“Kita bergerak cepat agar masyarakat yang masih terjebak banjir tidak kekurangan logistik. Semua ini akan segera disalurkan ke titik-titik terdampak,” ujar Mualem saat meninjau lokasi.

Dalam waktu dekat, KN Antares dan Kapal Express Bahari juga dijadwalkan sandar pada Selasa (2/12), membawa bantuan logistik dan menyediakan akses transportasi bagi masyarakat dari Langsa menuju Banda Aceh. Pengiriman bantuan lewat jalur laut dilakukan karena akses darat dari Banda Aceh hanya dapat dilalui hingga ke Bireuen. Seluruh jembatan di kawasan Kuta Blang, Bireuen, putus total akibat derasnya arus banjir.

Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe berupaya memastikan setiap kapal dapat sandar dan membongkar muatannya dengan aman dan efisien untuk membantu masyarakat dan segera dapat kembali pulih pasca banjir besar.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Trending di RAGAM