Menu

Mode Gelap
Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20% Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan Roy Romly, Konselor dan Pegiat Sosial Siap Luncurkan Anthem Filantropi untuk Para Pejuang Kemanusiaan KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

ANJUNGAN

Pelabuhan Lhokseumawe Titik Simpul Pemulihan Aceh

badge-check


 Pelabuhan Lhokseumawe Titik Simpul Pemulihan Aceh Perbesar

Wartatrans.com, LHOKSEUMAWE – Pelabuhan Lhokseumawe atau yang biasa dikenal dengan Pelabuhan Krueng Geukueh yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Lhokseumawe menjadi simpul utama distribusi bantuan logistik menuju sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir di wilayah Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan, Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe melakukan koordinasi dan konsolidasi lintas instansi, meliputi: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe melalui DanPos KP3 Pelabuhan, Danramil, Kominfo Kota Lhokseumawe, DanPos Lanal Pelabuhan, pemerintah daerah, serta Basarnas. Upaya bersama ini dilakukan untuk memetakan jalur distribusi, memenuhi kebutuhan mendesak, serta mempercepat pemulihan situasi pasca banjir.

Koordinasi intensif tersebut menegaskan pentingnya menjaga pelabuhan tetap berfungsi sebagai jalur logistik yang aman dan lancar. Mobilisasi beras, obat-obatan, peralatan evakuasi, serta kebutuhan darurat lainnya saat ini dipusatkan di terminal pelabuhan sebagai langkah percepatan bantuan ke masyarakat terdampak.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman menyampaikan bahwa pihaknya terus bersiaga penuh sejak banjir meluas.

“Sejak banjir meluas, seluruh tim kami siap siaga 24 jam untuk memastikan dermaga, peralatan bongkar muat, dan rantai logistik berjalan optimal. Di masa krisis seperti ini, pelabuhan bukan hanya infrastruktur, tetapi pusat kendali kemanusiaan. Kami berdiri bersama seluruh instansi untuk memastikan Aceh pulih lebih cepat dan logistik bisa segera didistribusikan kepada masyarakat,” terang Aulia Rahman.

Sejumlah kapal bantuan dan pendukung misi kemanusaiaan telah tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kapal Negara (KN) SAR Purworejo 101 sandar pada Minggu (30/11) pukul 06.00 WIB dengan membawa 60 personel yang diterjunkan untuk mendukung operasi evakuasi di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Kapal Express Bahari 2F berangkat dari Malahayati dan sandar di Pelabuhan Krueng Geukueh pada Minggu (30/11) pukul 19.00 WIB, membawa logistik berupa sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir. Kemudian disusul dengan kapal kayu yang membawa bantuan logistik dari DPRK Aceh yang tiba di Krueng Geukueh pada Senin (1/12).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pelabuhan kini menjadi titik vital untuk menyalurkan bantuan ke Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. “Distribusi bantuan tidak memungkinkan dilakukan lewat darat. Karena itu Pelabuhan Krueng Geukueh dimaksimalkan sebagai jalur utama,” ujar Tito di sela-sela meninjau Pelabuhan Krueng Geukueh pada Minggu (30/11).

Sementara itu, kedatangan Kapal Express Bahari 2F disambut oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem pada Minggu (30/11). Setelah tiba di Krueng Geukueh, langsung dilakukan proses penurunan muatan oleh petugas dibantu relawan.

“Kita bergerak cepat agar masyarakat yang masih terjebak banjir tidak kekurangan logistik. Semua ini akan segera disalurkan ke titik-titik terdampak,” ujar Mualem saat meninjau lokasi.

Dalam waktu dekat, KN Antares dan Kapal Express Bahari juga dijadwalkan sandar pada Selasa (2/12), membawa bantuan logistik dan menyediakan akses transportasi bagi masyarakat dari Langsa menuju Banda Aceh. Pengiriman bantuan lewat jalur laut dilakukan karena akses darat dari Banda Aceh hanya dapat dilalui hingga ke Bireuen. Seluruh jembatan di kawasan Kuta Blang, Bireuen, putus total akibat derasnya arus banjir.

Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe berupaya memastikan setiap kapal dapat sandar dan membongkar muatannya dengan aman dan efisien untuk membantu masyarakat dan segera dapat kembali pulih pasca banjir besar.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

14 Juni 2026 - 00:18 WIB

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

13 Juni 2026 - 19:53 WIB

Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi

13 Juni 2026 - 19:42 WIB

PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama

13 Juni 2026 - 19:29 WIB

FIFGROUP Ajak Karyawan Trekking, Kumpulkan 240 Kg Sampah dan Resmikan 4 Toilet Umum

13 Juni 2026 - 18:32 WIB

Haflah TK B Sekolah Alam Aceh Tengah Usung Tema “Gayo Day”, Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

13 Juni 2026 - 17:21 WIB

BPSDMP Sampaikan Keprihatian Mendalam Insiden KMP Aceh Hebat 2

13 Juni 2026 - 16:44 WIB

Erik Fitriadi: Kemajuan Papua Perlu Dibarengi Penguatan Dialog dan Perlindungan Warga Sipil

13 Juni 2026 - 16:16 WIB

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Pascainsiden KMP Aceh Hebat 2

13 Juni 2026 - 15:46 WIB

Podcast Halimah Munawir Tembus 200 Ribu Penonton dalam Dua Bulan, Digelar Syukuran Bersama Awak Media

13 Juni 2026 - 15:25 WIB

Trending di RAGAM