Menu ✖

Mode Gelap
Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

ANJUNGAN

Pelindo Terminal Petikemas Kupang Respon Dinamika Arus Logistik NTT

badge-check


 Layanan di Pelindo Terminal Petikemas Kupang Perbesar

Layanan di Pelindo Terminal Petikemas Kupang

Wartatrans.com, KUPANG – Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang mencatat kinerja operasional tahun 2025 di tengah dinamika perubahan pola distribusi logistik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penurunan arus peti kemas yang terjadi sepanjang tahun lalu menjadi tantangan tersendiri, sekaligus momentum bagi TPK Kupang untuk menyiapkan langkah strategis melalui penguatan standardisasi operasional, modernisasi peralatan, serta akselerasi digitalisasi guna meningkatkan performa di tahun 2026.

Sepanjang tahun 2025, arus peti kemas di TPK Kupang tercatat sebesar 134.684 TEUs atau setara dengan 123.915 box. Capaian ini mengalami penurunan 5,3% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 142.340 TEUs atau 130.316 box.

Terminal Head TPK Kupang Andhik Wahyu Kristianto menjelaskan, penurunan arus peti kemas tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa pergeseran pola angkutan logistik.

“Ada beberapa faktor eksternal yang memengaruhi penurunan arus peti kemas antara lain beroperasinya dua unit kapal Ro-Ro dengan rute Surabaya-Lembar-Waingapu-Kupang (PP), 9yang mengangkut kendaraan logistik atau truk, serta beroperasinya kapal Indocement yang membawa muatan semen dari Makassar langsung ke Kupang,” jelas Andhik.

Dari sisi kinerja operasional, kecepatan bongkar muat pada tahun 2025 tercatat sebesar 24,99 box per ship hour (BSH), sedikit menurun dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 26,45 box.

Sementara itu, kinerja box crane per hour (BCH) justru menunjukkan peningkatan signifikan, dari 22,87 box pada tahun 2024 menjadi 27,59 box pada tahun 2025.

Adapun rata-rata port stay atau lama waktu kapal berada di pelabuhan pada tahun 2025 tercatat 15,92 jam, meningkat 0,69 jam atau sekitar 41 menit dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 15,23 jam.

Peningkatan ini disebabkan pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan peralatan bongkar muat sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional jangka panjang.

Kata dia, meski sempat menghadapi kendala teknis pada peralatan bongkar muat dalam beberapa waktu terakhir, saat ini aktivitas operasional di TPK Kupang telah kembali berjalan lancar dan terkendali.

Seluruh pelayanan kapal dan arus peti kemas berlangsung normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan peralatan, serta kualitas layanan kepada pengguna jasa.

Sebagai langkah akselerasi perbaikan di tahun 2026, TPK Kupang akan mengoptimalkan standardisasi operasional dan digitalisasi melalui implementasi penuh Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan modul PARAMA dan PRAYA.

“Sistem ini memungkinkan sinkronisasi data kapal dan barang secara real-time sehingga mampu memangkas waktu tunggu barang di pelabuhan (dwelling time) secara signifikan,” ungkap dia.

Selain penguatan sistem digital, TPK Kupang juga memfokuskan peningkatan kinerja melalui penerapan  Planning and Control (P&C) serta modernisasi dan peremajaan peralatan bongkar muat, khususnya pada unit Rubber Tyred Gantry (RTG).

“Modernisasi dan peningkatan keandalan alat menjadi bagian penting dari akselerasi tahun 2026. Kami menargetkan kesiapan dan kesehatan alat mencapai 100% agar performa BSH dan BCH dapat kembali ke level optimal,” tutup Andhik.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, TPK Kupang terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan serta mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah NTT. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

12 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kemenhub Gelar Monitoring dan Evaluasi Penutuhan Kapal di Batam

12 Oktober 2026 - 13:27 WIB

21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026

12 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Trending di ANJUNGAN