Menu

Mode Gelap
Persib Bandung Matangkan Rencana IPO, Pengamat Ingatkan Risiko Saham Klub Sepak Bola BP3 Curug dan TNI AU Gelar Pelatihan Dangerous Goods Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5 Suasana Hangat Stasiun Yogyakarta, Penumpang Padati Perjalanan KRL, KA Bandara, hingga KA Jarak Jauh Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, KAI Perkuat Kapasitas Stasiun Bogor dengan SF12 Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru

PERISTIWA

Pemerintah Kota Depok Tak Izinkan Pendirian PAUD, TK dan RA Baru

badge-check


 Pemerintah Kota Depok Tak Izinkan Pendirian PAUD, TK dan RA Baru Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK. Walikota Depok Supian Suri memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak akan memberikan izin pendirian Pendidikan Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk sementara waktu.

Berkaitan dengan RA, Pemkot Depok telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar kebijakan tersebut sejalan dan tidak ada pendirian RA baru sebelum evaluasi menyeluruh dilakukan.

Langkah ini tidak menyurutkan, tapi menguatkan program pemerintah wajib belajar 13 tahun dan ketentuan baru, PAUD, TK dan RA menjadi syarat untuk masuk ke Sekolah Dasar (SD). Sehingga kehadiran PAUD, TK dan RA menjadi wajib. Pasalnya telah ada 1.200 Paud, TK dan RA di Depok.

“Saya ingin memastikan dulu, apakah sudah cukup atau ditambah. Kalau ada PAUD yang sedikit pesertanya, bisa digabungkan ke PAUD lain,” kata Supian saat kunjungan ke salah satu PAUD di Perumahan Pesona Pamulang Jl. Kesadaran 1 Rt 02/15 Pondok Petir Bojongsari, Senin (19/1/2026).

Supian mengaku, Pemkot Depok telah menganggarkan Rp 6 juta pertahun untuk operasional PAUD dan sejenisnya. “Anggaran PAUD Rp. 6 juta pertahun. Ada PAUD yang memiliki murid banyak dan sedikit, sama sama dapat Rp. 6 juta. Itu perlu dievaluasi” ungkapnya.

Supian menekankan agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk melakukan evaluasi terkait jumlah peserta didik. Apabila ditemukan PAUD atau TK dengan jumlah murid yang sangat sedikit, maka kemungkinan akan dilakukan penggabungan.

Supian  menegaskan, langkah ini semata-mata untuk  memberikan pelayanan maksimal kepada anak-anak kita, karena pendidikan usia dini merupakan investasi masa depan generasi.***

(Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BP3 Curug dan TNI AU Gelar Pelatihan Dangerous Goods

8 Juli 2026 - 09:33 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Perkuat Akses Pendidikan Anak Marjinal, Gubernur DKI Jakarta Siapkan 8 Hektare Lahan Ekstra

6 Juli 2026 - 16:44 WIB

Trending di SENI BUDAYA