Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERISTIWA

Pemerintah Kota Depok Tak Izinkan Pendirian PAUD, TK dan RA Baru

badge-check


 Pemerintah Kota Depok Tak Izinkan Pendirian PAUD, TK dan RA Baru Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK. Walikota Depok Supian Suri memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak akan memberikan izin pendirian Pendidikan Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) untuk sementara waktu.

Berkaitan dengan RA, Pemkot Depok telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar kebijakan tersebut sejalan dan tidak ada pendirian RA baru sebelum evaluasi menyeluruh dilakukan.

Langkah ini tidak menyurutkan, tapi menguatkan program pemerintah wajib belajar 13 tahun dan ketentuan baru, PAUD, TK dan RA menjadi syarat untuk masuk ke Sekolah Dasar (SD). Sehingga kehadiran PAUD, TK dan RA menjadi wajib. Pasalnya telah ada 1.200 Paud, TK dan RA di Depok.

“Saya ingin memastikan dulu, apakah sudah cukup atau ditambah. Kalau ada PAUD yang sedikit pesertanya, bisa digabungkan ke PAUD lain,” kata Supian saat kunjungan ke salah satu PAUD di Perumahan Pesona Pamulang Jl. Kesadaran 1 Rt 02/15 Pondok Petir Bojongsari, Senin (19/1/2026).

Supian mengaku, Pemkot Depok telah menganggarkan Rp 6 juta pertahun untuk operasional PAUD dan sejenisnya. “Anggaran PAUD Rp. 6 juta pertahun. Ada PAUD yang memiliki murid banyak dan sedikit, sama sama dapat Rp. 6 juta. Itu perlu dievaluasi” ungkapnya.

Supian menekankan agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk melakukan evaluasi terkait jumlah peserta didik. Apabila ditemukan PAUD atau TK dengan jumlah murid yang sangat sedikit, maka kemungkinan akan dilakukan penggabungan.

Supian  menegaskan, langkah ini semata-mata untuk  memberikan pelayanan maksimal kepada anak-anak kita, karena pendidikan usia dini merupakan investasi masa depan generasi.***

(Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA