Menu

Mode Gelap
ASDP Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Dinamis Selat Bali Jelang Libur Idul Adha UPP Korido bareng Pemprov Papua Perkuat Konektivitas 3TP KAI Services Gelar Sosialisasi Pencegahan Fraud di Yogyakarta, Hindari Kecurangan di Perusahaan Dari Warnet Gang Sempit ke Perusahaan Telekomunikasi, Perjalanan Kristoforus Hakim Membangun LJN dari Nol PPSDMPU Perkuat Standar Pelatihan Penerbangan Global Lewat Reassessment ACI di Bali KA Bogowonto Layani 91 Ribu Pelanggan Awal 2026, Perjalanan Akhir Pekan ke Yogyakarta Tetap Favorit

PERISTIWA

Pemkot Depok Biayai 252 Guru PAI Ikuti PPG

badge-check


 Pemkot Depok Biayai 252 Guru PAI Ikuti PPG Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK. Suasana riang gembira menghiasi Gedung Dibaleka, Kota Depok. Sekitar 300 lebih guru PAI melaksanakan refleksi dan tasyakuran atas selesainya pendidikan yang mereka jalani selama 45 hari.

Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur mengatakan, Pemerintah Kota Depok mengucapkan selamat dan apresiasi bagi peserta yang telah menyelesaikan pendidikan profesi guru. Terutama bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Ini capaian penting dan amanah  besar dengan penuh tanggung jawab,” tegas Mangnguluang Mansur pada sambutannya diacara Refleksi dan Tasyakuran Kelulusan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Transformasi Batch 3 Tahun 2025.

LPTK UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, Gedung Dibaleka, Lt.10, Depok, 23 Desember 2025.

Mangnguluang berharap, bagi mereka yang lulus bisa langsung mengabdikan diri untuk menjadi pendidik agama, yang masih banyak dibutuhkan.

315 guru telah menyelesaikan  program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bach tiga yang  dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta selama 45 hari.

Sementara, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Depok, Nina Suzanna menegaskan, setiap sekolah harus memiliki guru agama, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Karena Kementerian Agama tidak memiliki anggaran. Maka kita support dengan dana hibah. Ada 300-an yang dilantik” katanya.

Tambahnya, PPG ini akan manambah wawasan bagi guru agama dan kepastian sertifikasi atau legalitas. “Ini menjadi hal penting, agar guru-guru agama betul-betul terfasilitasi dan punya jaminan serta sekolah memiliki guru agama yang berkualitas,” jelasnya.

Berkaitan dengan buta aksara al-qur’an, keberadaan guru agama memberikan tambahan guru bagi pengentasan buta aksara al-qur’an untuk Kota Depok, khusus anak-anak agar terbebas dari buta aksara al-qur’an.

Berdasarkan data dari Kementerian Agama, nilai rata-rata dari 1.014 guru PAI yang melakukan assesmen Tuntas Baca Qur’an (TBQ) tiap jenjangnya sebesar 88.73.

Mangnguluang menambahkan, guru berperan strategis, peningkatan kompetensi dan profesionalisme menjadi keharusan. “Guru tidak hanya transfer ilmu, tapi mampu menanamkan nilai moral, etika, spiritual pada peserta didik,” katanya.

Lanjutnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang kompleks seperti perubahan sosial, teknologi dan dinamika katakter muda yang cepat. Guru dituntut beradaptasi, perkuat integritas da  tauladan di sekolah maupun masyarakat.

“Pembangunan kota yang berdaya saing dan berkarakter ditentukan pendidiknya. Dedikasi guru sebagai investasi masa depan bangsa,” ungkap Mangnguluang.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok Enjat Mujiat mengatakan, guru PAI menjadi pelopor penyuluh agama dan moral masyarakat. “Guru agama sebagai penuntun jalan yang terang dikemudian hari,” katanya.

Enjat menegaskan, guru harus mampu mengikuti perkembangan yang terjadi dan menjadikan anak didik menjadi sahabat. “Seorang guru harus lebih tahu dari anak didik,” tegasnya.

Enjat mengakui, Kota Depok masih membutuhkan guru PAI, terutama yang telah mengikuti PPG. Di sisi lain, Kementerian Agama memiliki keterbatasan anggaran untuk PPG. “Alhamdulillah Pemerintah Kota Depok telah menganggarkan 11 miliar lebih untuk PPG. Berkah untuk semua,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Asnawi mengatakan, selayaknya para peserta bersyukur karena telah mengikuti PPG hingga selesai tanpa mengeluarkan biaya.

“Kegiatan PPG Bach 3 dibiayai oleh APBD dan APBN. 309 orang tidak mengeluarkan uang, karena 252 peserta di biayai APBD dan 57 dibiayai APBN,” ungkap Asnawi.

Asnami menjelaskan, berdasarkan jenjang pendidikan, Kota Depok memilki 1.154 guru PAI. Sebanyak 852 telah tersertifikasi, 210 belum tersertifikasi, dan 92 sedang melakukan PPG.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PPSDMPU Perkuat Standar Pelatihan Penerbangan Global Lewat Reassessment ACI di Bali

24 Mei 2026 - 16:50 WIB

Warga Korban Bencana Banjir Bandang Aceh Keluhkan Dana Tunggu Hunian Belum Cair

24 Mei 2026 - 14:05 WIB

Pelindo Sunda Kelapa Terima Kunjungan Wisata Edukasi 12 Jalur Destinasi Jakarta Utara

24 Mei 2026 - 02:22 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026

24 Mei 2026 - 01:30 WIB

Apresiasi Pelanggan dan Warga, FIFGROUP Gelar Hajatan Cabang Depok II

24 Mei 2026 - 01:06 WIB

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

24 Mei 2026 - 00:17 WIB

PELITA Gelar Diskusi Publik :Melampaui Sekat Ibadah

24 Mei 2026 - 00:10 WIB

Pelindo Regional 2 Raih Digital Innovation Award 2026 untuk Inovasi Layanan Publik

23 Mei 2026 - 22:32 WIB

Pererat Solidaritas, DPP HMTI Konsolidasikan Organisasi Masyarakat Tabagsel di Jabodetabek

23 Mei 2026 - 22:23 WIB

BPDAS Krueng Aceh Salurkan 2.500 Bibit untuk Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Bandang Aceh Utara

23 Mei 2026 - 12:29 WIB

Trending di PERISTIWA