Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

PERON

Pengamat Joni Martinus Nilai Wacana Pemindahan Gerbong Khusus Wanita ke Tengah Tidak Efektif

badge-check


 Pengamat Joni Martinus Nilai Wacana Pemindahan Gerbong Khusus Wanita ke Tengah Tidak Efektif Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi untuk memindahkan gerbong KRL khusus wanita ke bagian tengah rangkaian Commuter Line menuai tanggapan dari pengamat perkeretaapian, Joni Martinus.

Ia menilai wacana tersebut tidak relevan dan berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam operasional di lapangan.

Menurut Joni, penempatan gerbong khusus wanita di tengah rangkaian justru membuka peluang penumpang pria melintas untuk berpindah gerbong, sehingga fungsi pemisahan menjadi tidak optimal. Selain itu, kondisi ini dinilai dapat menimbulkan kebingungan penumpang dalam menentukan posisi gerbong saat kereta tiba di stasiun.

“Penempatan di tengah juga berpotensi menimbulkan kepadatan yang lebih tinggi karena penumpang harus bergerak ke bagian tengah. Ini akan menyulitkan, terutama bagi perempuan hamil, lansia, maupun ibu yang membawa anak kecil,” ujar Joni.

Ia menegaskan bahwa keberadaan gerbong khusus wanita sejatinya merupakan layanan tambahan, bukan faktor utama dalam keselamatan perjalanan kereta api.

Sebaliknya, Joni menilai penempatan gerbong khusus wanita di bagian paling depan dan belakang rangkaian sudah tepat. Posisi tersebut dinilai lebih memudahkan akses bagi penumpang perempuan, khususnya kelompok rentan, tanpa harus berdesakan menuju bagian tengah kereta.

Selain itu, aspek keamanan dan kenyamanan dinilai lebih terjaga karena ruang khusus perempuan lebih terlokalisasi, sehingga memudahkan pengawasan oleh petugas. Penempatan di ujung rangkaian juga dinilai dapat mengurangi potensi penumpang perempuan berdesakan dengan penumpang pria saat kondisi kereta padat.

“Aspek keselamatan dan layanan transportasi kereta api tidak didasarkan pada gender, melainkan berlaku sama bagi seluruh penumpang. Pria maupun wanita harus mendapatkan layanan yang baik dan selamat sampai tujuan,” kata Joni.

Ia menambahkan, keselamatan perkeretaapian merupakan hasil dari integrasi berbagai sistem dan praktik, mulai dari pemeliharaan infrastruktur, keandalan sarana, kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pemanfaatan teknologi.

“Pemerintah, operator, dan masyarakat harus bekerja sama menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen semua pihak,” tutupnya.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik

7 Oktober 2026 - 23:37 WIB

B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e

7 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Penumpang Mancanegara KA Pangrango-Siliwangi Naik 17,17 Persen

7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

KAI Commuter Targetkan Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi Pekan Ketiga Oktober

7 Oktober 2026 - 13:37 WIB

41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang

7 Oktober 2026 - 06:05 WIB

KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat

7 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen

6 Oktober 2026 - 23:52 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wisatawan Meningkat, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 62,86 Persen

6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Whoosh Tebar Promo 10.10! Ada Diskon hingga 50% dan Potongan hingga Rp150 Ribu

6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Trending di PERON