Menu

Mode Gelap
20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta, KAI Layani 308 Ribu Penumpang Mancanegara pada Semester I 2026 Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

PERON

Pengamat Joni Martinus Nilai Wacana Pemindahan Gerbong Khusus Wanita ke Tengah Tidak Efektif

badge-check


 Pengamat Joni Martinus Nilai Wacana Pemindahan Gerbong Khusus Wanita ke Tengah Tidak Efektif Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi untuk memindahkan gerbong KRL khusus wanita ke bagian tengah rangkaian Commuter Line menuai tanggapan dari pengamat perkeretaapian, Joni Martinus.

Ia menilai wacana tersebut tidak relevan dan berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam operasional di lapangan.

Menurut Joni, penempatan gerbong khusus wanita di tengah rangkaian justru membuka peluang penumpang pria melintas untuk berpindah gerbong, sehingga fungsi pemisahan menjadi tidak optimal. Selain itu, kondisi ini dinilai dapat menimbulkan kebingungan penumpang dalam menentukan posisi gerbong saat kereta tiba di stasiun.

“Penempatan di tengah juga berpotensi menimbulkan kepadatan yang lebih tinggi karena penumpang harus bergerak ke bagian tengah. Ini akan menyulitkan, terutama bagi perempuan hamil, lansia, maupun ibu yang membawa anak kecil,” ujar Joni.

Ia menegaskan bahwa keberadaan gerbong khusus wanita sejatinya merupakan layanan tambahan, bukan faktor utama dalam keselamatan perjalanan kereta api.

Sebaliknya, Joni menilai penempatan gerbong khusus wanita di bagian paling depan dan belakang rangkaian sudah tepat. Posisi tersebut dinilai lebih memudahkan akses bagi penumpang perempuan, khususnya kelompok rentan, tanpa harus berdesakan menuju bagian tengah kereta.

Selain itu, aspek keamanan dan kenyamanan dinilai lebih terjaga karena ruang khusus perempuan lebih terlokalisasi, sehingga memudahkan pengawasan oleh petugas. Penempatan di ujung rangkaian juga dinilai dapat mengurangi potensi penumpang perempuan berdesakan dengan penumpang pria saat kondisi kereta padat.

“Aspek keselamatan dan layanan transportasi kereta api tidak didasarkan pada gender, melainkan berlaku sama bagi seluruh penumpang. Pria maupun wanita harus mendapatkan layanan yang baik dan selamat sampai tujuan,” kata Joni.

Ia menambahkan, keselamatan perkeretaapian merupakan hasil dari integrasi berbagai sistem dan praktik, mulai dari pemeliharaan infrastruktur, keandalan sarana, kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pemanfaatan teknologi.

“Pemerintah, operator, dan masyarakat harus bekerja sama menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen semua pihak,” tutupnya.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta, KAI Layani 308 Ribu Penumpang Mancanegara pada Semester I 2026

5 Juli 2026 - 09:09 WIB

Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026

4 Juli 2026 - 17:51 WIB

Divre III Palembang Hadirkan Rangkaian Kereta Ekonomi Premium pada KA Rajabasa, Perjalanan Kini Semakin Nyaman

4 Juli 2026 - 16:12 WIB

Semester I 2026, KAI Group Layani Hampir 259 Juta Pelanggan, Naik 7,55 Persen

4 Juli 2026 - 15:18 WIB

Stasiun Bogor Tertinggi Layani Penumpang KRL Semester I 2026, KAI Kebut Pengembangan Peron untuk 12 Kereta

4 Juli 2026 - 09:41 WIB

Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak

3 Juli 2026 - 19:58 WIB

HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000

3 Juli 2026 - 19:34 WIB

KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi Modern Station & Lifestyle Hub, Siap Jadi Ruang Publik dan Pusat Aktivitas Baru di Jakarta

3 Juli 2026 - 16:56 WIB

KAI Wisata Siapkan Revitalisasi Wisata Heritage, Stasiun Jakarta Kota Jadi Langkah Awal

3 Juli 2026 - 07:33 WIB

Trending di PERON