Menu

Mode Gelap
Didukung Pemerintah, Penumpang KA PSO KAI Tembus 7,88 Juta pada Januari–Mei 2026 SCTV Music Awards 2026 Beri Panggung Lebih Besar untuk Musik Daerah Pembahasan Tarif Transjabodetabek Masih Bergulir, Transjakarta Sebut Belum Final Halimah Munawir Raih Penghargaan Kategori Inovator pada HUT PT Majmu Musti Sundaya Volkswagen ID. Buzz di Indonesia: SmartDeck Jadi Senjata Baru, Penjualan EV Mulai Tancap Gas Catatan Halimah Munawir: Rasa, Kata, dan Karya. Ketika Podcast Menemukan Hatinya

PERON

KRL Kembali Melintas ke Cikarang, Penumpang Masih Simpan Duka dan Rasa Takut

badge-check


 KRL Kembali Melintas ke Cikarang, Penumpang Masih Simpan Duka dan Rasa Takut Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Siang itu, pintu rangkaian KRL tujuan Cikarang terbuka perlahan di peron.

Penumpang turun satu per satu, sebagian berjalan cepat mengejar waktu, sebagian lain melangkah pelan sambil menoleh ke arah jalur rel yang baru saja dilintasi.

Di balik kembalinya operasional lintas Bekasi-Cikarang, suasana duka rupanya masih terasa di antara para pengguna setia kereta.

Rini, salah seorang penumpang harian KRL, baru saja tiba setelah berangkat dari Manggarai. Wajahnya tenang, namun suaranya masih menyimpan getar ketika menceritakan perjalanan yang baru dilaluinya.

“Jadi sebetulnya tadi kan sedih. Makanya kita bilang sama teman-teman, sedih banget, sedih banget. Kami pas lewat situ langsung berdoa saja untuk para korban,” ujar Rini saat baru turun dari KRL di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Bagi Rini, naik KRL adalah bagian dari rutinitas. Hampir setiap hari ia menggunakan moda transportasi itu untuk beraktivitas. Namun perjalanan kali ini berbeda. Jalur yang dilalui menyimpan bayang-bayang insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi beberapa hari lalu di kawasan Bekasi Timur. Ketika ditanya apakah masih ada rasa takut, Rini mengangguk pelan.

“Masih ada sih rasa takut. Masih berduka, masih sepi juga di keretanya,” katanya.

Suasana di dalam gerbong memang belum sepenuhnya kembali seperti biasa. Tidak banyak percakapan terdengar. Penumpang memilih duduk diam, menatap keluar jendela, atau menggenggam ponsel tanpa banyak bicara. Kesibukan khas perjalanan komuter seolah tertahan oleh ingatan kolektif atas kejadian yang baru berlalu.

Meski demikian, kebutuhan untuk tetap bergerak membuat banyak orang kembali memilih KRL. Rini mengakui ada pilihan transportasi lain, namun kereta tetap menjadi yang paling efisien.

“Ada, tapi ini yang paling cepat,” ujarnya singkat.

Perasaan cemas kembali muncul saat kereta mendekati lokasi kejadian. Rini mengaku tubuhnya sempat bergetar ketika hendak turun. Dari jendela, ia masih melihat area yang ditutup dan sejumlah wartawan berada di sekitar lokasi.

“Tadi pas waktu turun, itu masih gemeter ya. Tadi kan masih dibungkus. Masih dibungkus dan masih ada wartawan di sana, masih ada petugas,” tuturnya.

Rini juga menceritakan bahwa pada keberangkatan sebelumnya ia sempat tidak menggunakan KRL karena layanan belum normal. Kali ini, ia dan penumpang lain memilih naik di gerbong nomor dua, sementara gerbong depan terlihat masih kosong sejak dari Tanah Abang.

Kembalinya perjalanan KRL memang menandai pemulihan layanan, tetapi bagi sebagian penumpang, pemulihan perasaan tampaknya membutuhkan waktu lebih lama. Di antara deru roda kereta dan jadwal yang kembali berjalan, duka itu masih ikut menumpang di setiap perjalanan.

Sebelumnya, kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut melibatkan kereta rel listrik (KRL) dengan kereta api jarak jauh.

Berdasarkan informasi, KRL semula berhenti di peron jalur arah Jakarta menuju Cikarang. Dalam kondisi tersebut, rangkaian disebut kemudian tertabrak kereta jarak jauh yang datang dari arah Jakarta.

Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di lintas Bekasi–Cikarang, tepatnya di kawasan Stasiun Bekasi Timur, kembali bertambah menjadi 16 orang. Hingga Rabu (29/4/2026) siang, total korban tercatat mencapai 107 orang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, dari total korban tersebut sebanyak 91 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 43 penumpang di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar Anne.

Di tengah penanganan korban, KAI juga mulai melakukan pemulihan operasional perjalanan KRL di lintas Bekasi–Cikarang. Proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan bertahap, disertai pengujian jalur sebelum layanan kembali dibuka.

Anne menyampaikan, pada Rabu pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengecekan kesiapan lintas.

“Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Selain itu, KAI memastikan barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme terkoordinasi.

Untuk mendukung kebutuhan informasi masyarakat, KAI menyiagakan posko di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan kereta api jarak jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

KAI menegaskan pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil evaluasi dan pengujian guna memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Didukung Pemerintah, Penumpang KA PSO KAI Tembus 7,88 Juta pada Januari–Mei 2026

15 Juni 2026 - 18:26 WIB

KA Dharmawangsa Layani 180 Ribu Penumpang hingga Mei 2026, Mobilitas Warga Subang Meningkat Lewat Stasiun Pegaden Baru

14 Juni 2026 - 21:22 WIB

KKP Sinergi dengan DANA Cegah Sampah Bocor ke Laut

14 Juni 2026 - 21:08 WIB

KAI Operasikan KA Pandalungan 2 Jakarta-Jember Mulai 18 Juni, Tiket Diskon 30 Persen

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga

14 Juni 2026 - 10:00 WIB

Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20%

14 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan

14 Juni 2026 - 06:24 WIB

KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e

14 Juni 2026 - 05:16 WIB

Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

14 Juni 2026 - 01:12 WIB

Bahas Peluang Kemitraan UMKM, KAI Services Hadir di Talkshow Program Campuspreneur Pengembangan Wirausaha Muda di IPB

13 Juni 2026 - 13:30 WIB

Trending di PERON