Wartatrans.com, BEKASI – Tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) menyisakan duka mendalam.
Di tengah suasana berkabung, tim petugas Cleaning KAI Services tetap menjalankan tugas membersihkan area stasiun agar kembali siap melayani penumpang.

Salah satu petugas cleaning di Stasiun Bekasi Timur, Syamsul, mengaku baru pertama kali membersihkan area stasiun pascakecelakaan. Ia menyebut pengalaman tersebut terasa berat karena harus berhadapan langsung dengan sisa-sisa kejadian tragis yang masih membekas di lokasi.
“Saya dan teman-teman mulai membersihkan sisa-sisa kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di peron Stasiun Bekasi Timur agar kembali siap melayani para penumpang,” ujar Syamsul.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan para petugas cleaning bekerja dengan penuh dedikasi membersihkan peron tempat terjadinya kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
“Ada Pak Syamsul dan tim cleaning yang di tengah kepiluan bergerak dalam senyap membersihkan sisa-sisa kecelakaan di area peron hingga luar peron. Tim cleaning yang terdiri dari 10 orang petugas dan satu orang pengawas membersihkan peron dari debu dan sampah sisa kecelakaan,” ujar Ixfan dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).
Menurut Ixfan, proses pembersihan dilakukan untuk memastikan area stasiun kembali tertata dan dapat digunakan secara aman serta nyaman bagi masyarakat yang akan menggunakan layanan kereta api.
Pada kesempatan yang sama, KAI Services juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).(fahmi)






























